Health

Apabila sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya pertimbangkan untuk membatasi konsumsi teh hijau. Memang selama ini teh
Posted on Apr 24, 2019   |   Branding
Hobi Minum Teh Hijau Berisiko Sulit Punya Anak?

Apabila sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya pertimbangkan untuk membatasi konsumsi teh hijau. Memang selama ini teh hijau dikenal karena manfaat kesehatannya, tetapi sebuah penelitian terbaru menunjukkan sejumlah kabar mengkhawatirkan bagi pecinta minuman kaya antioksidan ini, yaitu teh hijau kemampungkinan bisa mengganggu kemampuan reproduksi.

Potensi yang menyebalkan ini datang dari sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Functional Foods. Peneliti memeriksa efek teh hijau terhadap perkembangan dan reproduksi lalat buah. Dalam percobaan, mereka memaparkan embrio dan larva lalat buah dengan berbagai dosis antioksidan yang ditemukan dalam teh hijau, yang dikenal sebagai polifenol teh hijau. Bagi larva yang terkena polifenol teh hijau dalam jumlah lebih tinggi ternyata mendapati kenyataan buruk: Para ilmuwan menemukan mereka "lebih lambat untuk mengembangkan, dan mengalami penurunan dramatis dalam jumlah keturunan yang muncul." Polifenol melindungi lalat buah terhadap dehidrasi, tetapi juga membuat mereka lebih sensitif terhadap kelaparan dan stres panas.

Nah, polifenol juga ditemukan memiliki "dampak negatif pada organ reproduksi pada pria dan wanita," seperti kelangkaan telur matang pada wanita dan atrofi testis pada laki-laki. Negatif, memang. Mengapa itu penting bagi kita? Kelompok riset penulis utama Mahtab Jafari di University of California, Irvine, mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan umur manusia. Lalat buah, kata peneliti, membuat model sistem yang ideal untuk mempelajari penuaan karena mereka berbagi 75 persen dari gen penyakit yang ditemukan pada manusia. Lalat ini bahkan dalam aspek-aspek tertentu meniru fisiologi manusia, seperti kecenderungan untuk menjadi tidak seimbang setelah mengonsumsi alkohol terlalu banyak.

"Sementara teh hijau bisa memiliki manfaat kesehatan pada dosis rendah, studi kami dan lainnya telah menunjukkan bahwa dalam dosis tinggi, mungkin memiliki efek samping," kata Jafari, seperti dilansir Indian Express. "Pekerjaan lebih lanjut diperlukan untuk membuat rekomendasi yang pasti, tapi kami menyarankan bahwa teh hijau harus dikonsumsi dalam jumlah sedang." Namun, kita mungkin tak perlu mencampakkan teh hijau sepenuhnya. Penulis studi tersebut mengakui bahwa teh hijau baik ketika dikonsumsi dalam dosis wajar, dan memang minuman ini telah menunjukkan manfaat kesehatan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa teh hijau memperpanjang umur dan berjuang melawan masalah kesehatan seperti kanker, penyakit jantung dan penyakit Parkinson.Teh ini mengandung polifenol dan flavonoid yang disebut epigallocatechin gallate, yang keduanya memiliki sifat antioksidan. "Ada sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mempromosikan DNA seluler dan integritas struktur membran karena aktivitas antioksidan, yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif," Marci Clow, ahli gizi ahli gizi terdaftar di Rainbow Light seperti dikutip laman Mic.

Teh hijau juga mengandung asam amino yang disebut L-theanine, yang telah dipelajari dan digunakan secara tradisional untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang, berperan dalam metabolisme dan memunculkan efek santai dan anti-kecemasan. Adapun terkait studi tersebut, Clow meragukan bahwa teh hijau akan membawa negatif dahsyat dalam waktu dekat. "Meskipun lalat buah ternyata berbagi 75 persen dari gen yang sama yang menyebabkan penyakit pada manusia, saya merasa sulit untuk melakukan ekstrapolasi data dan membuat kasus terkait dampaknya pada kesehatan manusia ketika kelompok subjek adalah lalat buah," katanya.

Selain itu, 10 miligram teh hijau - jumlah yang dipaparkan pada lalat buah dalam penelitian itu – merupakan jumlah besar untuk spesies sebesar itu, dan bagi manusia untuk mengonsumsi jumlah yang setara untuk memiliki efek seperti itu akan sangat tidak mungkin," tandas Clow. Kita masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk mengetahui persisnya bagaimana dampak teh hijau pada kesehatan manusia. "Sementara itu,” kata Clow, “saya sarankan minum secangkir teh hijau setiap hari untuk memetik manfaat antioksidannya."

 Sumber : DokterDigital.com