Maternity

Pengaruh diet pada anak yang belum lahir alias di dalam kandungan tidak hanya menjadi area
Posted on Oct 02, 2019   |   Branding
Omega 3 dan 6 Tentukan Kecerdasan Otak Anak Selama Kehamilan

Pengaruh diet pada anak yang belum lahir alias di dalam kandungan tidak hanya menjadi area penting untuk dipelajari, namun juga salah satu topik yang sangat kompleks. Sebuah studi baru-baru ini menggali mekanisme di balik asam lemak omega dan perkembangan otak janin. Pentingnya diet selama kehamilan sudah jelas dan tidak memerlukan penjelasan mendalam.

Dengan berkembangnya bayi dalam kandungan, ia memerlukan akses ke semua komponen yang diperlukan untuk membangun sebuah fungsi seluruh manusia. Karena perkembangan otak sebagian besar diselesaikan selama bayi berada dalam rahim, dampak dari setiap kekurangan nutrisi mungkin akan lebih bermakna ketimbang organ lainnya.Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Tohoku University School of Medicine di Jepang melihat peran asam lemak pada makanan - omega-6 dan omega-3 - dalam janin tikus yang sedang berkembang.

Pentingnya asam omega telah didokumentasikan dengan baik, tetapi studi terbaru ini, yang dipimpin oleh Prof. Noriko Osumi, menyelidiki mekanisme khusus yang melibatkan asam lemak selama perkembangan otak embrio. Pentingnya asam lemak omega-3 Omega-3 dan omega-6 disebut asam lemak esensial karena keduanya tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sendiri. Kedua bahan ini harus didapatkan melalui makanan. Peran minyak omega dalam tubuh termasuk penyimpanan energi, transportasi oksigen, fungsi membran sel dan regulasi inflamasi (peradangan).

Minyak atau lemak omega-3 kebanyakan ditemukan pada ikan laut. Bentuk yang paling umum adalah asam docosahexaenoic dan asam eicosapentaenoic. Di Amerika Serikat misalnya, karena tingkat yang relatif rendah dari ikan dalam diet warganya, minyak ini sering tidak dikonsumsi dalam jumlah yang memadai. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan pentingnya omega-3 selama kehamilan.

Hal ini memainkan peran dalam menentukan lamanya kehamilan dan menjauhkan depresi sebelum dan setelah melahirkan. Minyak omega-3 juga telah terbukti meningkatkan laju pertumbuhan otak pada janin dan selama tahun pertama kehidupannya. Minyak atau lemak ini sangat penting dalam pengembangan mata. Janin hewan yang kekurangan omega-3 ditandai dengan perubahan visual dan perilaku yang tidak dapat diperbaiki dengan diet sehat setelah ia dilahirkan.

Rasio omega-6 dan omega-3 Prof. Osumi dan timnya ingin melihat efek dari perubahan rasio lemak omega. Dengan memberi makan tikus hamil diet kaya omega-6 dan miskin di omega-3, mereka menirukan rasio yang biasanya ditemukan dalam diet di seluruh dunia saat ini. Omega-6 lebih umum ditemukan dalam minyak biji-bijian, dan omega-3 hampir secara eksklusif ditemukan pada ikan.

Setelah induk tikus melahirkan, tim menemukan bahwa otak keturunan (anakan tikus) dari induk dengan diet kaya omega-6-kaya dan miskin omega-3 secara signifikan lebih kecil dibandingkan mereka yang induknya mengonsumsi diet yang lebih seimbang dengan jumlah yang sama dari omega 3 dan 6. Menariknya, dan mungkin hal ini sekaligus mengkhawatirkan - keturunan tikus yang mengalami rasio diet tidak seimbang dalam kandungan juga menunjukkan perubahan perilaku emosional. Keturunan dari induk tikus yang diberi pakan rendah omega-3 menunjukkan peningkatan kecemasan di masa dewasa, meskipun telah diberikan dengan diet sehat sejak lahir.

Defisit serupa telah ditunjukkan dalam studi sebelumnya, tapi Prof. Osumi dan rekan-rekannya menyelidiki mekanisme di balik temuan ini untuk melihat apakah perubahan tertentu terjadi selama perkembangan otak janin dalam kondisi seperti itu.Tim kemudian melakukan pengukuran komprehensif pertama metabolit lipid di perkembangan otak.

Mereka mengidentifikasi bahwa metabolit minyak omega adalah regulator penting dari sel induk saraf - sel yang terus berkembang menjadi sel-sel otak yang sepenuhnya matang. Pada tikus dengan diet lebih banyak omega-6 daripada 3, sel-sel induk saraf berkembang lebih cepat, yang bersifat merugikan. Hasil penelitian – yang telah diterbitkan dalam jurnal Stem Cells - menunjukkan bahwa peningkatan kadar omega-6 menghasilkan peningkatan oksida omega-6. Ini cabang omega menyebabkan penuaan dini sel induk saraf pada janin.

Penulis penelitian menyimpulkan, "Temuan ini memberikan bukti kuat bahwa konsumsi diet ibu yang kelebihan omega-6 dikombinasikan dengan asupan cukup omega-3 menyebabkan perkembangan otak yang abnormal yang dapat memiliki efek jangka panjang pada kondisi mental keturunannya.” Rekomendasi umum yang berlaku saat ini adalah bahwa omega-6 dan omega-3 harus dikonsumsi pada rasio 1: 1, tapi tidak jarang dalam pola makan warga Amerika komposisinya menjadi miring seperti 16: 1.

Ketakutan umum misalnya keracunan merkuri sering dikutip sebagai alasan untuk mengurangi jumlah konsumsi ikan laut. Karena perhatian yang tulus ini, rekomendasi untuk ibu hamil dari Administrasi Obat dan Makanan AS (FDA) adalah menyantap 8-12 oz ikan per minggu. Rekomendasi ini bertujuan memaksimalkan pengaruh positif dari omega-3 dan meminimalkan risiko masalah berbasis merkuri.

 Sumber: DokterDigital.com

foto: dailymom.com