Maternity

Sebagai ibu bekerja, berkendara saat hamil menjadi hal yang tak bisa dihindari.
Posted on May 14, 2020   |   Branding
Berkendara Saat Hamil, Siapa Takut?

Sebagai ibu bekerja, berkendara saat hamil menjadi hal yang tak bisa dihindari. Idealnya, menyetir sendiri saat hamil sebaiknya dilakukan mulai trimester ke-dua kehamilan. Pasalnya, di usia kehamilan tersebut keluhan mual dan muntah yang biasa dikenal sebagai morning sickness sudah hilang.

Selain itu, ukuran perut pun belum terlalu besar. Namun sebelum memutuskan untuk mengemudi, ibu hamil perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Beberapa panduan di bawah ini juga bisa membantu agar berkendara saat hamil menjadi aman dan nyaman.

•    Selalu gunakan sabuk pengaman. Pasang sabuk pangkuan di bawah perut, dan pasang sabuk bahu di antara kedua payudara dan ke arah sisi perut.

•    Untuk mencegah nyeri dan pegal-pegal, tempatkan sebuah bantal kecil pada punggung bagian bawah.

•    Upayakan untuk memposisikan diri dengan benar selama menyetir. Tak perlu terlampau tegak, setidaknya posisikan diri 25 cm dari kemudi. Jangan pula membungkuk ke arah depan, karena ini bisa menghimpit perut.

•    Perempuan hamil tak disarankan untuk mengemudi terlalu lama di malam hari. Selain penglihatan lebih mudah terganggu di malam hari, juga lebih cepat meningkatkan rasa lelah.

•    Jika tanggal melahirkan sudah dekat, sebaiknya aktivitas menyetir seorang diri mulai dihentikan.

•    Siapkan tas berisi perlengkapan darurat (perlengkapan mandi, obat-obatan pribadi, pakaian, baterai cadangan dan charger ponsel) dalam satu tas, untuk persiapan jika jadwal kelahiran lebih cepat dari yang diharapkan.(red)

foto: thesun.co.uk