Baby & Kids

Gigi yang maju alias tonggos ternyata bisa disebaban oleh kebiasaan sepele yang dilakukan sejak kecil.
Posted on Feb 19, 2016   |   Branding
Kebiasaan Kecil Ini Bisa Picu Gigi Tonggos

Gigi yang maju alias tonggos ternyata bisa disebaban oleh kebiasaan sepele yang dilakukan sejak kecil. Dokter Gigi Spesialis Ortodonti Dwi Anie Lestari mengatakan, kebiasaan ngemut jempol atau minum susu pakai dot, bahkan ngempeng bisa memicu kejadian gigi tonggos. Kebiasaan memakai dot, kata dia, memiliki efek anak menjulurkan lidah yang bisa terbawa hingga ia besar. “Lama kelaman itu bisa mendorong bagian gigi menjadi tonggos," kata Dwi dalam temu media di Jakarta, Senin (14/12).

Kebiasaan lain yang memicu gigi tonggos antara lain suka menggigiti pensil, gigit kuku, sering bernapas melalui mulut, dan kebiasaan mangap atau membuka mulut. Anak yang sering pilek waktu kecil berisiko besar punya ggi tonggos, karena saat pilek dia biasanya bernapas melalui mulut saat hidung mampet. Gigi tonggos juga bisa dipicu masalah gigi berlubang (karies). “Adanya gigi berlubang bisa membuat seseorang hanya mengunyah pada bagian gigi yang tidak berlubang. Akibatnya, susunan gigi bisa menjadi tidak simetris,” urainya. Di luar kebiasaan sejak kecil, muncunya gigi yang maju juga bisa karena faktor keturunan (genetik). Anak bisa lahir dan tumbuh dengan bentuk rahang besar, atau gigi besar karena adanya faktor keturunan dari orangtua. Untuk mencegah gigi tonggos yang kurang elok ini, Dwi menyarankan orangtua membawa anak-anaknya periksa ke dokter gigi sejak kecil guna memantau pertumbuhan giginya. “Jika mulai terlihat ada masalah, kebiasaan buruk tersebut harus dihentikan,” tandas Dwi.

Bila gigi tonggos tak bisa teratasi dengan memperbaiki kebiasaan, maka prosedur pemasangan kawat gigi bisa menjadi salah satu solusi mengatasinya. Gigi tonggos yang terjadi di usia muda, bisa dilakukan perawatan gigi (pemasangan kawat gigi). “Tetapi kalau tonggosnya keterlaluan (parah), bisa dilakukan operasi," kata Dwi.

Sumber : DokterDigital.com