Health

Kita sebagai orang tua pastinya khawatir kalau anak kita belum lancar bicara.
Posted on Aug 07, 2020   |   Branding
Anak Anda Terlambat Bicara?

Kita sebagai orang tua pastinya khawatir kalau anak kita belum lancar bicara. Padahal kalau dilihat dari segi usia, seharusnya sudah lancar bicara. Namun jangan khawatir dulu, karena keterlambatan bicara dan berbahasa ini bisa diditeksi sejak dini.

Dari beberapa kasus yang terjadi dimasyarakat, anak yang terlambat bicara adalah hal yang biasa dan bukan merupakan kelainan. Namun banyak orang tua yang khawatir karena sering membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain. Tidak jarang anak umur 2 hingga 2,5 tahun belum bisa bicara dengan lancar, mungkin hanya potongan-potongan kata yang dia ucapkan dan itupun tidak terucap dengan jelas. Padahal sesuai tahapan perkembangannya, anak usia 1,5 tahun setidaknya sudah bisa menggunakan minimal 5 kata seperti papa, mama, mimi, bobo dan sebagainya. Selanjutnya bila sudah berusia 2 tahun, si anak seharusnya sudah bisa mengucapkan 20 kata sampai 50 yang dirangkai secara sederhana. 

Amati
Untuk menditeksi hal ini, kita sebagai orang tua tidak perlu khawatir secara berlebihan. Kalau di usia 12 bulan anak anda belum juga berbicara, jangan takut. Coba amati apakah ia memiliki respon bila diajak bicara oleh anda? Seperti tertawa, memperhatikan mimik wajah anda atau berusaha meniru suara anda, seperti mama dan papa. Kalau mampu, berarti anak anda hanya mengalami sedikit terlambat bicara dan hanya perlu diajak terus berkomunikasi sampai dia lancar berbicara. Dilain sisi, Debbie Resse, seorang psikolog asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa jenis kelamin juga menentukan perkembangan bicara secara ekspresif. Menurut Reese, anak perempuan cenderung lebih cepat mencapai keterampilan berbicara ekspresif dibanding anak laki-laki. Nah untuk meningkatkan kemampuan bicara anak secara ekspresif, orang tua tidak boleh berhenti bicara. Berusahalah selalu berkomunikasi walaupun dia tidak terlalu mengerti. Selain itu kenalkan kata-kata baru, misalnya nama-nama makanan atau buah-buahan yang dimakannya sambil menunjukan makanan tersebut. “Ini pisang enak loh, rasanya manis! Yuk dicoba,” sambil memperagakan ekspresi lucu ke arah anak. Kalau si anak sudah berusaha merespon anda, biarkan ia mencoba bicara walaupun salah, dan jangan berusaha menghentikan apa yang dia lakukan.

Penyebab
Memang ada hal yang tidak bisa kita hindari dalam masalah ini seperti masalah pada pendengaran anak dan gangguan lain pada perkembangannya. Anak berumur 2 tahun yang belum bisa bicara sama sekali bisa dikatakan sangat terlambat. Ada kemungkinan resiko anak berkembang ke arah autisme atau adanya gangguan lain. Namun untuk memastikan, orang tua dihimbau melakukan konsultasi dengan dokter anak. Memang sebagian besar anak yang autis akan cenderung mengalami masalah komunikasi. Tapi jangan khawatir dulu, karena penderita gangguan bicara juga belum tentu autis, karena musti ada analisa yang lebih mendalam. Masalah terlambat bicara, biasanya disebabkan adanya gangguan oral motor atau sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi). Nah pada anak yang oral motornya lemah, akan membuat anak menjadi susah bicara dan kalaupun bicara akan tidak jelas. Selain itu faktor lingkungan juga menjadi penyebab anak kurang peka. Contohnya saja anak yang tinggal dilingkungan 2 bahasa (bahasa daerah dan bahasa Indonesia). Si anak biasanya akan bingung bahasa mana yang akan diucapkan dan ini menyebabkan dia enggan bicara.

Solusi tepat
Semua pasti ada solusi dan tidak ada salahnya mencoba dan tetap berusaha. Bila anak anda telat berbicara. Ajarkan mulai dari kata yang mudah, ulangi kata tersebut berkali-kali agar dia mudah menirukan dan lakukan ini dengan sabar. Berbicaralah dengan suara lembut, karena rata-rata anak-anak suka dengan suara lembut. Selalu bicara perlahan serta jelas dan jangan lupa selalu kontak mata dengan nya. Bila anda sedang bermain dengan anak, kecilkan suara radio atau tv, karena bisa mengacaukan konsentrasinya. Selain itu ajukan pertanyaan yang memancing jawaban, lalu ulangi apa yang dikatakan karena ini akan memperjelas makna kata tersebut. Kalau dia mulai mengoceh, berikan tanggapan pada ocehannya, jangan dicadelkan, supaya dia tepat melafalkan apa yang dia katakan. Selain itu kenalkan anak pada benda-benda disekitar seperti kursi, meja, lampu dan orang disekitar seperti kakak, papa, mama, kakek dan nenek. Anda juga dapat memutarkan lagu anak-anak sambil mengajaknya bernyanyi. Selain itu bacakan buku cerita dengan gambar yang menarik. Lakukan hal-hal tersebut sampai dia lancar berbicara. Selamat mencoba ya! (DL)

Perkembangan bicara anak normal :
1-6 bulan    Respon terhadap suara
 6-9 bulan    mengoceh
10-12 bulan    Meniru suara, mngucapkan mama atau papa
13-15 bulan    Perbendaharaan 4-7 kata
16-18 bulan     perbendaharaan 10 kata
19-21bulan    Perbendaharaan 20 kata
22-24 bulan    Perbendaharaan 50 kata, 2 kalimat sederhana
2-2,5 tahun    Perbendaharaan 400 kata, 3 kalimat, 75% dapat dimengerti
2,5-3 tahun    Mengetahui umur, jenis kelamin, 3-5 kalimat, 80-90% dapat dimengerti