Health

Saat ini kita memasuki akhir Ramadan. Yuk, lihat apakah kita sudah melaksanakan puasa seperti yang diharapkan.
Posted on Jun 27, 2016   |   Branding
Evaluasi Puasa Ramadan, Makin Sehat atau Malah Sakit?

Saat ini kita memasuki akhir dari perjalanan puasa Ramadan. Coba kita lihat apakah kita sudah melaksanakan puasa seperti yang diharapkan. Dari sudut kesehatan saya coba juga mengimbau kita semua yang berpuasa untuk mengevaluasi apakah puasa ini telah membuat kita semakin sehat. Kalau tidak sehat juga bisa dievaluasi apa yang salah. 

Puasa merupakan kesempatan kepada kita untuk hidup lebih sehat. Umumnya jika tidak berpuasa kita akan makan tiga kali sehari ditambah mengonsumsi camilan terutama dengan kalori tinggi. Biasanya camilan serta minuman berkalori ini kita konsumsi sepanjang hari. Bagi yang merokok mereka juga umumnya merokok sepanjang hari jika berpuasa. 

Pada saat puasa maka terjadi pengaturan makan. Makan yang biasanya tiga kali digeser menjadi dua kali. Selama puasa pasti kita mengurangi camilan-camilan dan minuman berkalori karena kita berpuasa. Bagi yang merokok juga akan mengurangi untuk mengisap rokoknya. 

Apakah kita sempat membatalkan puasa kita karena sakit? Apakah kita merasakan gangguan kesehatan selama puasa walaupun tidak sampai membatalkan puasa? Seberapa besar berat badan kita dapat turun? Kalau kebetulan kita seorang perokok berapa banyak rokok yang kita kurangi? Selama berpuasa ini apakah kinerja kita menurun? Bagaimana olah raga yang sebelumnya rutin dikerjakan tetap dilaksanakan? Kalau kebetulan kita mempunyai penyakit kronis sebelumnya apakah penyakit kronis tersebut hilang? 


Evaluasi ini penting kita lakukan agar sisa waktu puasa berikutnya dapat kita manfaatkan dengan sebaiknya. Apalagi 'cobaan berat' akan segera menantang yaitu suasana Lebaran dengan hidangan-hidangan yang menggoda. Saya akan coba mengevaluasi atas puasa yang sudah hampir di akhir perjalanan  ini. Puasa buat saya merupakan kesempatan untuk hidup lebih sehat dan tetap produktif. 

Selama berpuasa ini saya jelas mengurangi camilan yang kadang kala dengan kalori tinggi terutama saat mengikuti rapat-rapat. Dengan jumlah makan yang hanya dua kali pada saat sahur dan berbuka, jelas saya sudah mengurangi asupan makan saya setiap hari. Saya tidak melakukan budaya “balas dendam”. Saya tetap mengonsumsi buah dan sayur-sayuran pada buka dan sahur. 

Saya mengusahakan minum air sebanyak 8-10 gelas sehari bahkan lebih. Selama hampir setengah bulan berpuasa saya tetap melaksanakan sahur dan sebagian besar sahur saya dilakukan di rumah. Mengenai buka puasa karena saya tetap aktif bekerja dari Senin s/d Jum’at buka puasa seringnya dilakukan di tempat kerja dan biasanya dalam bentuk nasi kotak. Tidak ada tambahan suplemen khusus selama puasa ini. 

Saya banyak mengonsumsi kurma terutama saat berbuka, mau tidur dan saat sahur. Saya kebetulan juga tidak mengomsumsi obat-obat rutin kecuali vitamin. Nah, sampai pertengahan puasa saya tidak mengonsumsi vitamin. Tidur saya usahakan dipertahankan total sebanyak 6 jam sehari, walau rata-rata akhirnya saya hanya bisa tidur 5,5 jam sehari. 

Selama puasa Ramadan ini pada hari kerja saya tidur hanya 5 jam tapi saat weekend saya bisa tidur sampai 7 jam sehari. Saya tetap beraktivitas setiap hari berangkat dari rumah jam 05:45 dan kembali di rumah rata-rata jam 22:00. Sehari-hari saya tetap melakukan aktivitas di pendidikan sebagai staf pengajar, ceramah/talk show, memeriksa pasien baik rawat inap maupun rawat jalan. Serta tetap melakukan tindakan endoskopi. 


Kegiatan yang berkurang adalah adanya ceramah di luar kota karena memang selama puasa ini kegiatan-kegiatan tersebut berkurang. Olah raga saya kurangi selama puasa tetapi saya saya yakin bahwa saya tetap melakukan pembakaran kalori pada tubuh saya melalui gerakan-gerakan salat terutama melalui salat sunah dan salat tarawih setiap malam di bulan Ramadan. 

Emosi dan pengendalian diri saya upayakan untuk dilakukan selama saya berpuasa karena saya selalu ingat bahwa puasa bukan saja menahan lapar dan haus saja tetapi juga mengendalikan emosi. Bagaimana evaluasi kesehatan saya selama berpuasa dengan tetap beraktifitas tinggi ini? Alhamdulillah, saya tidak mengalami gangguan pencernaan yang berarti sampai mengganggu ibadah dan aktifitas saya pada  bulan Ramadan ini. 

Saya juga tidak mengalami gejala flu baik batuk maupun pilek. Hal ini kadang kala terjadi saat saya tidak berpuasa. Tekanan darah saya selama puasa ini tetap terkontrol berkisar 120/80. Berat badan saya dalam pertengahan puasa sudah turun 2 kg.  Saya juga mengimbau untuk mempertahankan budaya sehat yang telah kita raih selama setengah perjalanan puasa bagi yang merokok sudah terbukti bahwa selama puasa Ramadan Anda telah berhasil mengurangi rokok bahkan sampai berhenti merokok. 

Camkan dalam pikiran kita bahwa kita sudah berhasil mengurangi makan, mengurangi rokok bahkan sampai stop rokok dan kita juga bisa mengendalikan diri sampai pengendalian stres. Hidup sehat ini harus tetap dipertahankan sampai akhir Ramadan nanti dengan tetap mengurangi asupan kalori, tetap mengonsumsi buah dan sayur-sayuran, minum cukup 8-10 gelas perhari,  tidur cukup minimal 6 jam sehari, tetap berolah raga atau melakukan aktifitas rutin untuk membakar kalori dalam tubuh kita. 

Semoga tips ini bermanfaat untuk kita semua terutama untuk mereka yang mempunyai aktifitas tinggi sehari-hari.*** Penulis: Ari Fahrial Syam, praktisi kesehatan dan dokter spesialis penyakit dalam FKUI-RSCM.

Sumber: DokterDigital