Citybuzz

Menurut data World Health Organization (WHO), Asia Pasifik menanggung 75% dari beban dengue di dunia
Posted on Jun 17, 2016   |   Branding
ASEAN Dengue Day 2016


Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ), menyampaikan pendekatan terbaru dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia pada Konferensi Pers memperingati Hari Dengue Se- ASEAN atau ASEAN Dengue Day (ADD) 2016. Tahun ini ADD mengangkat tema Pemberdayaan Masyarakat: Sukses Berkelanjutan untuk Memerangi Dengue . Peringatan ADD di Indonesia dikemas dalam simposium bertema: “Bergerak Bersama Cegah DBD
Melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik”, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Dengue adalah virus penyakit yang ditularkan dari nyamuk Aedes Spp. Nyamuk yang paling cepat berkembang di dunia ini telah menyebabkan hampir 390 juta orang terinfeksi setiap tahunnya. 

Menurut data World Health Organization (WHO), Asia Pasifik menanggung 75% dari beban dengue di dunia antara tahun 2004 dan 2010, sementara Indonesia dilaporkan sebagai negara ke-2 dengan kasus DBD terbesar diantara 30 negara/wilayah endemis. Selain itu, beban ekonomi yang ditimbulkan melebihi 300 juta dolar US per tahun atau lebih dari sepertiga angka dari keseluruhan di wilayah Asia Tenggara. Selian itu tercatat pada tahun 2015, penderita demam berdarah di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 129.179 orang, dimana 1.240 diantaranya meninggal dunia. Melihat kondisi yang cukup mengkhawatirkan ini, Kementerian Kesehatan melalui Dinasdinas Kesehatan di seluruh Indonesia lebih gencar melakukan Gerakan “1 Rumah 1 Jumantik”. Gerakan ini merupakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk, khususnya jentik nyamuk Aedes Spp.

Dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menjelaskan, “Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik bertujuan menurunkan angka penderita dan angka kematian akibat DBD dengan meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga untuk melakukan pencegahan. Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik sudah digaungkan sejak ADD 2015 yang lalu di Indonesia. Program ini akan berjalan dengan baik jika adanya dukungan dan peran serta masyarakat Indonesia.”

Juru Pemantau Jentik (Jumantik) merupakan anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk guna mengendalikan penyakit DBD di suatu daerah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus: Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas, Plus cegah gigitan nyamuk.
“Salah satu daerah yang telah berhasil melaksanakan gerakan ini secara efektif adalah
Tangerang Selatan,” lanjutnya. Hj. Airin Rachmi Diany, SH, MH, Walikota Tangerang Selatan mengatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang telah mempercayakan Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah percontohan yang nantinya
akan terus dipantau dalam pencegahan DBD. Melalui kegiatan ini, kami berharap gerakan 1 Rumah 1 Jumantik melalui sosialisasi DBD kepada masyarakat akan terus berlanjut, sehingga masyarakat akan lebih memperhatikan lingkungan sekitar dan kesehatan setiap anggota keluarga”.

Selain mensosialisasikan kembali “Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik”, pada kesempatan ini turut diluncurkan pula portal edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara umum terhadap dengue melalui website Dengue Buzz Barometer, yang merupakan kelanjutan dari kampanye Dengue Mission Buzz yang diluncurkan dalam rangka ASEAN Dengue Day di tahun 2015. Inisiatif ini diprakarsai oleh Asian Dengue Vaccine Advocacy (ADVA) dengan didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Sanofi
Group Indonesia. Di dalam website Dengue Buzz Barometer, masyarakat Indonesia berkesempatan untuk mendapatkan pengetahuan seputar dengue melalui cara yang lebih mudah dan menyenangkan. Salah satunya adalah dengan mengikuti kuis online. Selain itu, portal ini juga memberikan informasi tentang kegiatan yang diadakan di Negara-negara ASEAN terkait dengan peringatan Hari Dengue ASEAN. (FG)