Tips & Tricks

Orangtua kadang sering mengeluh bahwa putra-putri mereka susah sekali belajar.
Posted on Jun 02, 2016   |   Branding
Ajari Si Kecil Suka Belajar

Orangtua kadang sering mengeluh bahwa putra-putri mereka susah sekali belajar. Sebagian besar dari mereka langsung menyerah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hasilnya, hanya mengandalkan guru pembimbing untuk mengatasi anak susah belajar.

Jika boleh melihat ke belakang kehidupan kita, cobalah melihat saat Anda pertama kali masuk sekolah. Apakah Anda rajin atau hanya suka bermain-main saja di kelas? Apakah Anda mudah menyerap pelajaran? Jawabannya hanya Anda yang tahu. Mungkin benar kata pepatah, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Jadi kalau anak Anda rajin belajar dan mudah mengikuti pelajaran, kemungkinan itu memang menurun, namun bila sebaliknya, jangan marah dan menganggapnya bodoh. Memang untuk sebagian anak, belajar merupakan hal yang membosankan dan beban yang harus mereka kerjakan, atau bahkan sesuatu yang menakutkan bagi mereka. Di lain sisi, ada faktor lain yang sangat memengaruhi, yaitu perkembangan teknologi dan gaya hidup yang terjadi akhir-akhir ini. Contohnya saja di pagi hari, mereka biasa menonton kartun kesukaan mereka, siang hari mereka suka bermain video game atau game online yang ada di internet. Dan pada malam harinya mereka asyik bermain gadget yang Anda berikan, atau sekedar nonton sinetron di TV.

Bersabar dan Tekun

Membuat anak menyukai pelajaran, tidak semudah membalikkan telapak tangan.  Sebagai orangtua, kita harus memiliki kesabaran untuk memulai dan memberi perhatian khusus pada anak kita. Sering berkomunikasinya orangtua dengan anak, membuat anak merasa lebih nyaman, dan lebih dekat dengan Anda. Perlu dicatat, jangan sekali-sekali mengatakan mereka bodoh, apalagi memarahi mereka secara berlebihan saat anak tidak dapat belajar. Ajaklah anak mengobrol tentang keseharian mereka disekolah atau tentang teman-teman, siapa tahu anak akan menceritakan kenapa dia sulit untuk belajar. Bila berhasil, jangan langsung meninggalkannya, namun tetap membimbing apa yang mereka rasa sulit. Hal ini bisa dilakukan sambil membaca buku atau majalah di sampingnya. Yang perlu diketahui, tugas mengajar anak bukan hanya tugas seorang ibu, tapi juga ayah. Kerjasama keduanya bisa membuat anak Anda berhasil. Bila ada waktu luang, ayah juga bisa membimbing anak belajar. Dalam hal ini ayah juga dapat memotivasi anak dengan cara menelepon anak dari kantor dan menanyakan apa kegiatan anak hari ini dan apa kesulitannya di sekolah. Walau ayah tidak bisa hadir saat anak belajar, setidaknya kepeduliannya bisa dirasakan anak.

Buat Jadwal

Hidup disiplin harus diterapkan sejak dini, namun dalam menerapkannya kita tidak perlu otoriter. Beri pengertian kepada anak, kalau apa yang dikerjakannya itu dapat bermanfaat untuk dirinya kelak. Aturlah jam belajar anak, karena mereka harus terbiasa dengan rutinitas ini. Contohnya, Anda bisa menetapkan jam belajar anak jam 4 atau 5 sore, setelah mereka istirahat atau bermain. Intinya, pilih waktu yang tepat saat anak merasa segar untuk melakukan sesuatu, termasuk belajar. Selain itu, jadikan suasana belajar yang menyenangkan, karena biasanya tiap anak punya cara berbeda-beda untuk belajar.

Daya Konsentrasi

Setiap anak memiliki konsentrasi yang berbeda-beda. Coba amati, apakah anak Anda dapat berkonsentrasi penuh selama 1 jam atau hanya 10 sampai 15 menit saja? Bila Si Kecil mempunyai daya konsentrasi yang pendek, jangan khawatir, karena mereka bisa beristirahat sebentar kemudian melanjutkan lagi. Bila anak Anda sangat kesulitan untuk konsentrasi, beri bantuan dengan cara menjelaskan bagaimana cara untuk mengerjakan soal tersebut. Dengan begini, anak dapat mengetahui bagaimana cara belajar, tanpa harus terjebak di soal yang sulit.

Merayakan Keberhasilan
Semua hal bila dilakukan dengan tekun dan terarah, pasti ada hasilnya. Ketika anak mendapat prestasi karena sudah mulai belajar, jangan sungkan-sungkan untuk memujinya. Jika perlu, Anda bisa mengajaknya jalan-jalan ke tempat kesukaannya atau sekedar makan di restoran favoritnya. Mungkin hal ini terlihat sederhana, namun ini cara untuk memotivasi anak agar lebih giat lagi. Intinya, Anda harus membuat anak merasa bahwa Anda sebagai orangtua selalu peduli dan memberi dukungan yang tulus kepadanya. Selamat mencoba ya! (DL)

Cara Lain Menyukai Pelajaran:

Cerita dan Gerak
Anak-anak suka sekali mendengarkan dongeng. Dengan cara ini, Anda dapat menanamkan pada mereka untuk gemar membaca.

Kreativitas
Bila anak Anda suka corat-coret atau sekedar membuat gambar, kemungkinan mereka suka dengan seni lukis. Jangan halang-halangi mereka untuk berimajinasi. Fasilitasi mereka dengan buku gambar, krayon, spidol ataupun cat air.

Permainan Quiz
Anak-anak biasanya suka sekali main tebak-tebakan. Terlebih lagi, untuk mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang besar.
 
Video Game
Tidak salah bermain video game, apalagi kalau game yang dimainkan bertema edukasi. Selain itu tidak ada salahnya kita memanfaatkan komputer dan internet untuk bermain video game.

Flashcard

Gunakan kartu membaca dan berhitung, serta kartu untuk membantu anak-anak untuk memahami pelajaran. Banyak juga yang membuktikan kalau cara ini sangat menarik dan mengajak mereka untuk lebih rajin belajar.