Health

Merokok secara pasif dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh dan menghambat tumbuh kembang buah hati kita
Posted on Apr 12, 2020   |   Branding
Perokok Pasif Ternyata Lebih Berbahaya

Merokok secara pasif dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh dan menghambat tumbuh kembang buah hati kita. Meski tidak merokok secara langsung, perokok pasif bisa terkena dampaknya buruknya, bahkan sampai berkali-kali lipat.

Jangan anggap remeh asap rokok, karena di dalamnya terdapat banyak kandungan racun yang sewaktu-waktu dapat membunuh kita, bahkan orang-orang yang kita kasihi. Menurut penelitian, asap tembakau mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia berbahaya, termasuk 40 penyebab cikal bakal terbentuknya kanker (karsinogenik), yang menempel pada pakaian, kulit, rambut dan perabotan yang ada dirumah kita. Beberapa zat kimia ini meliputi tar (penyebab karsinogenik), karbon monoksida (zat yang mengurangi oksigen dalam darah), arsenik (racun tikus), ammonia (pembersih lantai) dan sianida (racun). Bayangkan saja bila ada bayi atau anak-anak di dalam rumah, walaupun kita tidak sedang merokok, tapi ketika kita mengendongnya, racun-racun tersebut akan dihirup bayi melalui pakaian atau perabotan rumah tangga yang sering digunakan.

Cegah dari Sekarang
Benar kata pepatah: ‘lebih baik mencegah dari pada mengobati’. Jika ayah atau ibu perokok aktif, maka upaya terpenting untuk melindungi Si Kecil dari bahaya asap rokok adalah berhenti merokok secara total. Jika tindakan ini dilakukan, maka peluang anak terkena asap rokok akan hilang dan yang lebih penting lagi sebagai orangtua kita sudah mencontohkan pada anak kita untuk tidak jadi perokok dan menjalani pola hidup sehat. Namun jika orangtua belum bisa berhenti merokok, ada baiknya untuk tidak merokok di depan anak dan di ruangan yang sering dipakai anak kita untuk beraktivitas. Bila kita tidak mematuhinya, banyak bahaya yang akan mengancam Si Kecil, contohnya: terkena kanker paru-paru, gangguan syaraf, jantung, iritasi mata, gangguan telinga, asma, bronkitis hingga stroke pada otak. Sedangkan untuk ibu yang sedang hamil, asap rokok dapat mengganggu tumbuh kembang janin.

Kerusakan Permanen
Menurut studi yang dilakukan para ahli yang ada di Eropa dan Australia, asap rokok dari perokok pasif dapat meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke dikemudian hari. Studi ini melibatkan lebih dari 2000 anak-anak berusia 3 sampai 18 tahun. Para ahli mengatakan tidak ada “tingkat yang aman” dari paparan perokok pasif. Riset ini secara mengejutkan mengungkap bagaimana efek fisik yang timbul jika anak tumbuh di rumah yang penuh asap rokok. Pemindaian ultrasound menunjukkan terjadi perubahan dinding pembuluh darah utama yang terbentang dari leher ke kepala anak-anak yang menghirup asap rokok secara pasif. “Studi kami menunjukkan bahwa paparan asap rokok pasif pada anak bisa menyebabkan kerusakan langsung dan permanen pada struktur arteri,” jelas salah satu peneliti dari University of Tasmania, Australia. 

Anak-anak Lebih Berisiko
Anak-anak lebih beresiko tinggi terkena dampak buruk dari asap rokok dibandingkan orang dewasa. Ini karena anak mempunyai sistem imun dan alat pernafasan yang masih berkembang, sehingga masih rentan terhadap berbagai penyakit. Selain itu saluran pernafasan dan paru-paru yang kecil membuat anak lebih sering bernafas. Jadi bila Anda merokok, tentunya asupan udara bersih tidak ada untuk anak. Jika ada keluarga di rumah yang merokok, usahakan menjauhkan anak dari perokok tersebut. Di lain sisi, memang banyak perokok yang sebenarnya ingin berhenti merokok, namun ternyata memang tidak mudah karena efek candu nikotin. Bahkan seseorang yang sudah terbiasa merokok dapat mengalami gejala lepas rokok (withdrawal symptoms) ketika berhenti merokok. Itu sebabnya dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting. Ingatlah yang terpenting adalah keluarga kita, karena dengan berhenti merokok kita memberi kehidupan bukan hanya pada kita tapi pada orang-orang yang kita cintai. (DL)

Agar Terhindar dari Perokok Pasif

1. Buat aturan untuk tidak memperbolehkan ada orang yang merokok dalam rumah Anda. Jika ada tamu atau anggota keluarga yang ingin merokok, sarankan untuk merokok di luar rumah.

2.  Jangan perbolehkan orang merokok dalam kendaraan Anda. Jika ada yang ingin merokok, maka berhentilah sebentar di tempat peristirahatan (rest area), agar orang itu dapat merokok di luar.

3. Jadikan setiap ruangan di rumah sebagai area tidak boleh merokok. Selain itu, usahakan ventilasi di rumah Anda berfungsi dengan semestinya, agar udara yang masuk selalu bersih. 

4. Jaga Jarak dengan perokok, jika Anda terpaksa harus satu ruangan di tempat umum. Lakukan dengan cara yang tidak membuat mereka tersinggung.

5. Tawarkan dukungan untuk berhenti merokok jika pasangan kita atau anggota keluarga kita ada yang merokok.