Maternity

Sebelum memutuskan untuk operasi Caesar, sebaiknya kenali lebih jauh metode persalinan tersebut.
Posted on May 26, 2016   |   Branding
Bedah Caesar, Keuntungan dan Risikonya

Operasi caesar adalah melahirkan bayi melalui bedah sayatan di dinding perut dan dinding rahim ibu. Kelebihan atau manfaat operasi caesar yang utama adalah mengurangi bahkan menghindari rasa sakit dibandingkan saat melahirkan secara normal. 

Manfaat operasi caesar yang satu ini memang sering menjadi alasan utama para ibu. Waktu yang diperlukan untuk ibu melahirkan bayi juga relatif cepat, sekitar setengah jam saja. Selain itu, kelebihan operasi ini antara lain dapat memilih tanggal kelahiran bayi dan bagian kewanitaan ibu dapat lebih terlindungi. 

Operasi caesar mungkin direncanakan jika ada tanda-tanda melahirkan secara normal akan berisiko bagi ibu dan bayi, atau tidak direncanakan (darurat) jika ada masalah selama persalinan. Jika Anda tidak memiliki masalah serius dengan kehamilan dan persalinan, melahiran secara normal (melalui vagina) adalah cara yang paling aman untuk ibu dan bayi. 

Kapan Diperlukan?

Operasi caesar dapat direncanakan ataupun tidak direncanakan (darurat). Dalam beberapa situasi, sesar mungkin satu-satunya pilihan yang aman bagi ibu dan bayi jika dokter menemukan masalah medis. 

Alasan membutuhkan operasi caesar yang tidak direncanakan atau darurat meliputi:

- Kesehatan bayi terancam karena kekurangan oksigen.

- Bayi memiliki kelainan atau mengalami stress (fetal distress), hal ini  terlihat pada denyut jantung yang lemah.

- Letak plasenta rendah, sehingga menutupi seluruh jalan lahir (disebut juga plasenta previa). 

- Cord prolapse, yakni tali pusat mendahului bayi keluar rahim dan bayi mengalami kesulitan lahir.

- Kontraksi terlalu lemah atau berhenti.

- Terjadi pendarahan yang terlalu banyak dan membahayakan ibu.

- Bayi dengan berat mendekati atau di atas 4,5 kg.

Jika dokter menemukan masalah pada saat kehamilan atau sebelum proses persalinan dimulai, operasi sesar mungkin menjadi pilihan dokter. Berikut alasan dibutuhkannya operasi caesar yang direncanakan:

- Ibu bermasalah dengan kesehatan seperti hipertensi dan diabetes. 

- Bayi sungsang.

- Ibu mengandung bayi kembar.

- Ibu memiliki penyakit infeksi yang mungkin akan menular pada bayi selama proses persalinan normal.

- Ada riwayat operasi pada rahim yang menembus endometrium, seperti operasi tumor kandungan (miom), atau ibu melahirkan melalui operasi caesar pada kehamilan sebelumnya. 

Risiko Operasi Caesar

Operasi sesar aman untuk ibu dan bayi. Namun seperti operasi besar lainnya, sesar juga memiliki risiko medis untuk ibu dan bayi. Wanita yang mengalami obesitas memiliki peningkatan  risiko komplikasi. 

Operasi caesar yang direncanakan sebelum tanggal jatuh tempo meningkatkan risiko prematuritas dan gangguan pernafasan pada bayi. Prematuritas dan sindrom gangguan pernafasan berkaitan dengan sejumlah komplikasi yang mungkin membuat bayi Anda membutuhkan perawatan intensif. 

Risiko pada Ibu

Pada ibu risiko medis meliputi:

- Anestesi komplikasi. Reaksi alergi terhadap obat anestesi. Dalam kebanyakan kasus anestesi regional (lokal) dianggap lebih aman daripada anestesi umum.

- Perdarahan. Beberapa pembuluh darah yang dipotong dan kemudian dijahit lagi selama operasi dapat membuka dan menyebabkan perdarahan internal.

- Pembekuan darah bisa terjadi pada urat darah halus di bagian kaki atau organ panggul. Jika bekuan ini mengalir ke paru-paru, terjadilah emboli paru-paru. 

- Infeksi bekas jahitan. Dibanding luka persalinan normal, luka operasi caesar  lebih besar dan berlapi-lapis. Jika penyembuhan tidak sempurna, luka lebih mudah terinfeksi kuman sehingga menjadi lebih parah. 

- Pemulihan  persalinan caesar lebih lama dari persalinan normal (3 bulan).

- Komplikasi psikologis. Operasi caesar dapat menunda interaksi dan ikatan antara ibu dan bayi yang baru lahir. 

- Kematian ibu mencapai dua hingga empat kali lebih besar dibandingkan kelahiran normal. Dokter juga harus ditanya tentang kemungkinan adanya komplikasi dan berbagai risiko lainnya. 

Sebaiknya Anda Tahu: 

-Bayi yang lahir melalui operasi caesar cenderung menjadi gemuk saat mereka tumbuh dewasa, dibandingkan bayi yang lahir secara normal. Demikian hasil sebuah studi yang dilakukan di Inggris, yang melibatkan lebih dari 10 ribu anak.

-Penelitian lain menunjukkan bayi yang lahir dengan caesar  lebih rentan terkena asma ketimbang yang lahir normal.’

-Faktanya, ada risiko kesehatan yang dikaitkan dengan operasi caesar. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang lahir dengan operasi caesar berisiko lima kali terkena alergi di usia 2 tahun ketimbang bayi yang lahir normal. 

Perawatan dan Pemulihan Setelah Operasi Caesar

Dibanding persalinan normal, perawatan dan pemulihan pasca caesar membutuhkan waktu lebih lama. Tip berikut ini  dapat membantu Anda memulihkan kondisi kesehatan pasca operasi:

# Tidak mengangkat beban berat

Selama masa pemulihan, jangan mengangkat benda yang beratnya melebihi bayi Anda hingga 6 minggu. Otot perut Anda membutuhkan waktu untuk kembali pulih.

# Aktif bergerak

Jika efek bius berangsur-angsur menghilang, lakukan banyak gerakan, seperti berjalan-jalan kecil. Hal ini bertujuan untuk memperkuat otot-otot. Minta temani suami atau kerabat Anda berjalan-jalan di sekitar rumah kalau Anda merasa masih goyah atau tidak nyaman.

# Menyusui 

Anda dapat menyusui Si Kecil dengan cara memiringkan tubuh ke satu sisi dan bayi dibaringkan di dada menghadap Anda. Isapan bayi dapat merangsang kontraksi rahim sehingga waktu pemulihan bisa lebih cepat.

# Mengurangi nyeri pada luka jahitan

 Lakukan teknik relaksasi dengan cara menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan-lahan saat nyeri timbul. Lakukan senam nifas, mulai dari latihan menggerakkan leher, kepala, bahu, lengan dan kaki. 

# Makan banyak serat

Konstipasi adalah masalah besar bagi wanita usai operasi caesar. Konsumsi makanan kaya serat dan banyak minum air putih untuk mengatasi masalah tersebut. (YU)