Baby & Kids

Semakin bertambahnya umur, si kecil mengenal hal baru serta bertanggungjawab, akan hal-hal yang dipelajarinya,
Posted on Jan 25, 2023   |   Branding
Cara Mengajarkan si Kecil Bisa BAK dan BAB Sendiri

Semakin bertambahnya umur, si kecil mengenal hal baru serta bertanggungjawab, akan hal-hal yang dipelajarinya, salah satunya adalah belajar Buang Air Kecil (BAK)  dan Buang Air Besar sendiri (BAB).

Dalam fase kehidupan ini, artinya si kecil tidak bergantung pada popok untuk menampung pipis atau fases nya sendiri dan belajar untuk BAK dan BAB sendiri. Dalam dunia parenting, istilah seperti ini dikenal dengan potty training atau toilet training. 

Dapat diketahui, belajar BAK dan BAB sendiri sangat penting dalam tumbuk kembang si kecil, bukan hanya mengajarkan si kecil tidak mengompol atau pup lagi di popok, namun hal ini juga memiliki manfaat secara psikologis pada anak. Menurut para ahli parenting, potty tarining atau toilet training dapat meningkatkan kemandirian anak untuk mengintrol kebutuhannya untuk menggunakan toilet. Ketika Si Kecil sudah bisa mengontrolnya dan tahu kapan harus ke toilet, mereka akan merasa lebih percaya diri dalam menjalani hari-harinya. Bahkan, ketika anak sudah memahami hal ini, Si Kecil tidak lagi menangis dan kebingungan tanpa meminta bantuan orangtuanya. 

Berikut beberapa cara agar SI Kecil dapat BAK dan BAB sendiri: 

Cek Kesiapan Anak

Sebelum memulai potty training, orangtua harus mengetahui apakah Si Kecil sudah siap atau belum. Hal ini sangat penting karena bagaimana pun, Si Kecil yang harus memutuskan kapan dia siap untuk menggunakan toilet dan bisa lepas dari popoknya. Namun secara umum ada baiknya orangtua mengenalkan hal ini sebelum usia Anak mencapai 2 tahun. Pasalnya, secara fisik anak di bawah usia 2 tahun belum siap untuk buang air menggunakan toilet secara mandiri dan masih butuh pengawasan.

Masa Transisi

Dalam melakukan hal ini, ada baiknya orangtua memberi pemahaman sederhana pada si kecil pentingnya BAK dan BAB sendiri. Jika sudah mulai paham, ibu bisa menyiapkan barang-barang yang diperlukan, seperti adapter seat dan popok celana sebagai transisi dari popok biasa ke celana dalam. 

Mengenalkan Toilet

Mulailah dengan menjelaskan penggunaan toilet untuk BAK dan BAB. Katakan bahwa ketika ingin BAK atau BAB, ia perlu untuk pergi ke toilet dan melepas popok atau celana dalamnya. Jelaskan kepada Si Kecil bahwa ia tak selamanya bisa BAK dan BAB pada popok atau celana dalam.

Beri Contoh 

Agar Si Kecil lebih paham dengan toilet, berikan contoh kepadanya terkait penggunaan toilet. Misalnya saat ibu ingin BAK, ajak Si Kecil untuk pergi ke toilet, kemudian duduklah di toilet duduk dan jelaskan apa yang sedang ibu lakukan. Tahap selanjutnya adalah mengenalkan penggunakan pispot khusus anak kepadanya. Ibu bisa meletakkan pispot tersebut di kamar mandi dan ajari ia untuk menggunakanannya.

Jadikan Rutinitas

Jadikan kegiatan ke toilet menjadi sebuah rutinias. Misalnya saja, setelah Si Kecil bangun tidur, ibu dapat mengajaknya untuk pergi ke toilet sebentar untuk BAK. Dengan menerapkan hal ini, Si Kecil akan mulai terbiasa BAK dan BAB di pispot atau toilet duduk. Namun dalam proses ini jangan pernah meninggalkan Si Kecil sendirian tanpa pengawasan ibu demi menghindari si Kecil terjatuh atau memasukkan sesuatu yang berbahaya ke dalam mulutnya. (red)