Health

Ingin tampil cantik sudah menjadi keinginan bagi setiap wanita, tidak terkecuali bagi ibu hamil atau pun mereka yang tengah merencanakan kehamilan.
Posted on Jan 24, 2023   |   Branding
Terapi Hilangkan Stretch Mark Dengan Aman Untuk Ibu Hamil

Ingin tampil cantik sudah menjadi keinginan bagi setiap wanita, tidak terkecuali bagi ibu hamil atau pun mereka yang tengah merencanakan kehamilan. Sayangnya, beberapa bentuk perawatan kesehatan dan kecantikan kulit justru memiliki kandungan yang dapat membahayakan dan menyebabkan kecacatan pada bayi. 

Pada masa kehamilan, terjadi banyak perubahan dalam tubuh ibu termasuk perubahan pada kulit. Kondisi ini membuat ibu hamil umumnya mengalami masalah seperti gangguan pigmentasi, jerawat, stretch marks hingga melasma yang mengganggu penampilan. 

Melihat hal ini, dokter spesialis kulit, Aninda U Hasanah mengatakan, "Perubahan kulit tersebut, ada yang membaik seiring kelahiran, namun 30 persen kasus menetap hingga pascakelahiran, sehingga perlu pengobatan yang tepat. Di lain sisi ibu hamil juga memiliki akses yang terbatas pada penggunaan obat maupun krim yang mungkin bisa mengatasi masalah kulit yang mereka derita selama masa kehamilan. Namun bukan berarti ibu hamil tidak bisa mendapatkan perawatan kesehatan dan kecantikan kulit. Yang perlu dilakukan ibu hamil ialah menghindari penggunaan obat, krim dan terapi yang dapat membahayakan janin,”

Obat yang dihindari
Untuk diketahui, ada dua jenis obat yang harus dijauhi oleh para ibu hamil, yaitu  obat turunan vitamin A yang umumnya digunakan untuk mengatasi masalah jerawat.  Mengapa obat semacam ini mesti dijauhi selama kehamilan  “Konsumsi obat yang mengandung turunan vitamin A secara ilmiah telah terbukti dapat menimbulkan kecacatan pada janin,” jelas dokter Aninda. Lantas bagaimana jika konsumsi obat semacam ini dilakukan perempuan saat sebelum hamil? “Perempuan yang sedang dalam program hamil juga disarankan minimal satu bulan sebelum kehamilan berhenti mengonsumsi obat dengan kandungan vitamin A. Turunan vitamin A ini dapat bertahan di dalam tubuh selama jangka waktu tersebut,” jelasnya.  Obat lain yang harus dihindari selama kehamilan adalah antibiotik tertentu seperti minosiklin dan tetrasiklin. “Konsumsi obat-obatan jenis ini berisiko mempengaruhi pertumbuhan tulang janin dan memberi efek samping pada gigi nantinya,” terang Aninda.

Terapi Yang Cocok
Lantas terapi apa yang disarankan untuk mengatasi masalah kulit semacam ini? Jika gangguan kulit seperti melasma, jerawat, hiperpigmentasi hingga stretch marks tak juga menghilang setelah persalinan, maka bisa mencoba metode Combination Rejuvenation Treatment (CRT).  Untuk diketahui, metode ini menggabungkan beberapa tindakan medis yang telah lama ada dalam perawatan estetika wajah dan tubuh, seperti radio frekuensi, mikrodermabrasi, hiperbarik oksigen, botox, chemical peeling dan lainnya, menggunakan teknologi terdepan. Metoda ini dianggap mampu mengatasi seluruh masalah kulit, seperti pigmentasi, jerawat, kemerahan, tekstur permukaan kulit hingga kerutan dengan lebih efektif, waktu yang lebih singkat dan efek samping lebih kecil. Aninda wanti-wanti, ibu hamil sebaiknya menghindari terapi radiofrekuensi, laser, botox dan filler yang belum teruji aman untuk ibu hamil 

Aman Bagi Ibu
Lantas mengapa CRT bisa menjadi pilihan yang dianggap aman? “Metoda CRT menggabungkan beberapa treatment yang sudah teruji aman, seperti chemical peeling karena menggunakan asam glikolat dari buah, pemakaian krim yang tidak mengandung turunan vitamin A, mikrodermabrasi dengan alat Athena, dan intraceutical oksigen,” jelas Aninda. Mikrodermabrasi Athena, sebut Aninda, tidak memakai kristal, melainkan disposable diamond tip yang lebih aman dan streril. Perawatan ini cocok untuk semua jenis kulit, memiliki risiko minimal dan baik untuk masalah jerawat, hiperpigmentasi, kerut halus, pori-pori besar dan scar (bekas luka) dangkal. Intraceutical oksigen dengan tekanan hiperbarik juga aman karena berfungsi sebagai antibakteri alami, mampu mendinginkan dan menenangkan kulit, serta mempercepat penyembuhan luka. Stretch marks merupakan masalah klasik yang dikeluhkan selama kehamilan dan kebanyakan tidak menghilang pasca-persalinan. Terkait hal ini. Aninda menyarankan pencegahan dari awal kehamilan dengan memakai pelembab yang creamy. “Bila stretch marks sudah terlanjur muncul, bisa dicoba terapi CRT setelah persalinan,” jelas Aninda. (red)