Tips & Tricks

Taman vertikal dibuat berjenjang ke atas, sebagai solusi untuk menghadirkan ruang hijau di lahan terbatas.
Posted on Dec 27, 2022   |   Branding
Cara Membuat Taman Vertikal di Rumah dengan Lahan Terbatas

Taman yang satu ini memang unik, tidak seperti taman pada umumnya, taman vertikal dibuat berjenjang ke atas bagi kita yang mau menghijaukan rumah, tapi memiliki lahan yang terbatas. Untuk diketahui, konsep ini sekarang banyak dikembangkan di kota-kota besar, terutama karena ruang terbuka hijau yang makin terbatas. Jadi bagi kita yang memiliki rumah dengan lahan terbatas atau bahkan kurang mempunyai lahan untuk menanam, tembok-tembok rumah kini bisa dibuat taman vertikal.

Berikut cara-cara yang dapat kita buat: 

Media Tanam
Media tanam untuk taman vertikal biasa disebut Vertical Garden Module (VGM). Sayangnya, VGM masih terbilang cukup mahal di Indonesia. Untuk menyiasati, bisa digunakan media tanam lain yang memiliki daya serap tinggi, seperti cocopeat atau tali ijuk. Prinsip taman vertikal mirip dengan hidroponik, sehingga tak selalu membutuhkan tanah. Media tanam inilah yang kemudian dibentuk menjadi bingkai bertingkat, bingkai bergantung, sistem modular, atau sistem karpet. Rangka bingkai bisa dibuat dari kayu atau besi, atau batu bata yang disusun miring menyilang hingga membentuk lubang-lubang kecil yang membuka ke atas dan dapat digunakan sebagai tempat meletakkan media tanam

Jenis Tanaman
Untuk membuat taman vertikal, bisa menggunakan jenis tanaman apapun. Namun untuk mendapatkan hasil yang terbaik, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.Taman vertikal yang lokasinya di luar ruangan sebaiknya menggunakan jenis tanaman outdoor. Begitu pula sebaliknya, taman vertikal di dalam ruangan sebaikmya menggunakan jenis tanaman indoor. Hindari jenis tanaman merambat karena tanaman ini cenderung tumbuh liar kemana-mana. Pilih tanaman jenis semak yang bisa hidup bertahun-tahun, atau tanaman yang memiliki bobot yang tidak terlalu berat serta kecepatan tumbuh rendah hingga menengah. Contohnya tanaman kuping gajah (Anthurium crystalinum) yang berdaun kecil, tanduk rusa (Platycerium bidigunakan), atau lili paris (Chlorophytum comosum). 

Perawatan 
Merawat taman vertikal cukup mudah, apalagi bila sistem pengairan sudah terpasang dengan baik pada kerangka media tanam. Sistem irigasi yang sering digunakan adalah irigasi tetes (drip irrigation) atau sprayer (semprot embun). Untuk pengendalian hama tanaman, sebaiknya dilakukan dengan cara memberikan pestisida pada media tanam sebelum tanaman ditanam. Sedangkan kebutuhan cahaya matahari tergantung pada jenis tanaman yang ditanam. 

Membuat Media Tanam:
Bila menyediakan kerangka media tanam untuk taman vertikal masih terasa sulit, dengan sedikit kreativitas Anda tetap bisa memiliki ruang hijau. Ini caranya:

- Botol plastik bekas kemasan air minum. Botol-botol plastik ini bisa dijadikan media tanam, dan disusun berbaris di dinding.

- Tangga kayu. Gunakan tangga kayu sebagai rangka untuk meletakkan pot-pot tanaman.

- Miniatur taman. Konsepnya mudah sekali, hanya berupa satu pot besar yang ditata sedemikian rupa hingga menyerupai suasana taman. (red)