Tips & Tricks

Ruang dapur sering menempati bagian belakang rumah. Walau demikian, bukan berarti dapur menempati urutan terakhir pula dalam penataan cahaya
Posted on Jun 18, 2022   |   Branding
Mengatur Pencahayaan di Dapur Agar Cerah, Sehat dan Nyaman

Ruang dapur sering menempati bagian belakang rumah. Walau demikian, bukan berarti dapur menempati urutan terakhir pula dalam penataan cahaya. Dapur dengan pencahayaan yang tepat menimbulkan rasa nyaman dan sangat mendukung aktivitas penggunaannya.

Lazimnya, ada tiga area kerja spesifik yang harus ada di dapur, yaitu: area persiapan, memasak, dan penyajian. Selain alur kerjanya harus benar agar sirkulasi lancar, dapur juga harus didukung pencahayaan memadai. Penerangan yang ideal di dapur harus merata, tidak temaram dan tidak terlalu menyilaukan.

Berikut ini beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mendapatkan pencahayaan yang memadai di dapur Anda: 

Manfaatkan cahaya alami
Usahakan untuk memasukkan pencahayaan alami ke dalam dapur. Caranya, dengan memasang skylight di atas plafon, atrium, atau bukaan jendela yang besar. Selain menghemat listrik, cahaya alami dari sinar matahari membawa panas yang bermanfaat membunuh bakteri dan mengeringkan ruang dapur yang sering basah. Bila dapur terletak di lantai bawah atau di loteng, Anda bisa memasang solar tube, sehingga sinar matahari bisa masuk ke dalam dapur lewat tabung.

Penerangan menyeluruh
Sesuai namanya, penerangan menyeluruh atau general lighting, berfungsi untuk menerangi ruang dapur secara menyeluruh. Tata cahaya ini bisa didapat dengan menggunakan jenis pencahayaan linear atau memanjang. Lampu yang demikian jangkauan cahayanya menyebar sehingga ruang dapur terang merata. Contohnya lampu TL (tube lamp) atau fluorescent tube alias neon.

Penerangan terfokus
Penerangan jenis ini berfungsi untuk membantu kelancaran aktivitas memasak. Penerangan terfokus atau task lighting secara khusus diaplikasikan gunakan untuk menerangi satu area saja, misalnya meja kerja. Gunakan downlight, yaitu cahaya lampu yang menyorot langsung ke atas meja, dengan intesitas cahaya sekitar 300 luks. Sebaiknya pilih jenis lampu yang memiliki CRI (color rendering index) minimal 90, misalnya lampu halogen dengan warna putih atau mendekati warna cahaya alami (natural daylight) agar penglihatan lebih fokus.

Cahaya yang terpantul
Agar tak menyilaukan mata, pencahayaan bisa dipantulkan ke dinding atau disembunyikan di balik panel dinding (indirect lighting) agar bias cahayanya terasa lebih lembut. Letakkan lampu secara tersembunyi di bawah kabinet atas atau lemari gantung pada kitchen set. Khusus pada area memasak, penerangan bisa juga dibantu alat penghisap asap (cooker hood) yang diletakkan di atas kompor yang biasanya sudah dilengkapi lampu.

Yang Harus Dilakukan :

Selain penataan cahaya, ada beberapa cara kreatif untuk menciptakan dapur yang nampak cerah.

- Gunakan lemari dapur berpintu kaca ganda. Lemari tembus pandang membuat cahaya lampu tak terhalang.

- Ganti tirai di jendela dapur dengan jenis kain yang lebih ringan dan tipis seperti katun atau linen. Bila suka, Anda bisa memilih tirai berwarna cerah dan bermotif ringan, misalnya bunga-bunga kecil atau kotak-kotak.

- Cat kembali lemari dapur dengan warna lebih terang.

- Perbaharui bantal pada tempat duduk di meja makan serta taplak meja, gunakan yang berwarna terang (red)