Health

Melakukan hubungan seks saat hamil tidaklah dilarang, malahan direkomendasikan, dengan catatan kehamilan Anda tidak berisiko.
Posted on Jun 13, 2022   |   Branding
Bercinta Saat Hamil Justru Sangat dianjurkan, Asal...

Bercinta atau melakukan hubungan seksual saat kehamilan memang tidak dilarang, dengan catatan kehamilan yang dialami tidak berisiko.

Berikut ada setidaknya 4 alasan mengapa hubungan seks selama kehamilan justru sangat disarankan: 

Seks meningkatkan kedekatan.

Banyak wanita menjadi sangat terfokus pada kehamilan mereka, yang dapat membuat pasangannya merasa ditinggalkan, kata Lada Schwartz, Ph.D., profesor sosiologi di University of Washington di Seattle. "Sangat penting untuk berbagi kasih sayang secara fisik sebagai cara untuk mempertahankan apa yang ada, menjelang hadirnya anggota keluarga baru,” saran Schwartz. 

Menemukan posisi baru.

Posisi misionaris, di mana perempuan berada di bawah, akan menempatkan terlalu banyak tekanan di perut wanita. Cobalah posisi baru, seperti duduk di tepi tempat tidur, mintalah pasangan melakukan manuver penetrasi dengan posisi ini dari arah depan. Atau, cobalah posisi sendok (menyamping), berbaring bersisian, dan pasangan melakukan penetrasi dari belakang. 

Seks pada kehamilan terasa berbeda.

Kehamilan meningkatkan aliran darah ke daerah vagina, memang mempertinggi sensitivitas, sehingga beberapa wanita mengalami orgasme yang intens, kata  Claire Jones, MD, seorang dokter kebidanan dan kandungan di Mount Sinai Hospital di Toronto. Vagina juga lebih terlumasi karena meningkatnya hormon estrogen di masa kehamilan. Selain itu, payudara menjadi lebih sensitif saat disentuh. 

Orgasme yang menenangkan.

Orgasme membanjiri tubuh Anda dengan oksitosin, hormon yang memproduksi endorfin, yang membuat Anda merasa tenang dan bahagia. Bila Anda stres karena kehamilan, anggaplah seks sebagai sarana pelepasan hormon endorfin yang dapat membuat Anda merasa lebih aman dan bahkan mengurangi rasa sakit, demikian saran Schwartz.

Catatan:

Namun ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil dilarang bercinta, diantaranya adalah; Riwayat perdarahan vagina berat, kram perut parah, masalah atau gangguan pada ketuban, Inkompetensi serviks (rahim lemah), mengalami gangguan plasenta previa, memiliki riwayat atau berisiko persalinan prematur, ibu hamil kembar atau lebih dari satu. (red)