Health

Setiap wanita tentunya ingin tampil cantik, namun jangan sampai merusak kesehatan.
Posted on Jun 12, 2022   |   Branding
Bahan Kimia Pada Produk Kecantikan Bisa Picu Menopause Dini?

Setiap wanita tentunya ingin tampil cantik, namun jangan sampai merusak kesehatan. Hal ini tentunya sangat perlu diperhatikan setiap kaum hawa yang gemar bersolek, karena ternyata ada beberapa bahan kimia dalam produk kecantikan yang bisa memicu menopause dini. 

Untuk diketahui, seperti pubertas, menopause juga akan dialami seluruh wanita. Umumnya menopause terjadi pada wanita di usia 45-55 tahun. Tapi ternyata saat ini menopause sudah tidak lagi bisa diprediksi dengan usia. Bahkan berdasarkan penelitian, menopause dini sudah banyak terjadi pada wanita-wanita usia produktif. Hal ini tentu disebabkan karena paparan bahan kimia tertentu dan polusi disekitar kita. Nyatanya bahan kimia dan polusi tersebut bukan hanya dari asap kendaraan atau asap rokok, melainkan juga dari penggunaan kosmetik.

Sebuah penelitian yang dipimpin Dr. Amber Cooper dari departemen obstetri dan ginekologi di Washington University di St Louis, Amerika Serikat menemukan, paparan bahan kimia dapat mendorong menopause dini. Cooper dan timnya mempelajari 31.575 perempuan yang terdaftar dalam Survei Kesehatan dan Gizi Ujian Nasional yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. 

Perempuan dalam survei ini perempuan ini ditanyai tentang berbagai masalah kesehatan dan gizi, termasuk apakah mereka mulai menopause. Tiap peserta juga disediakan setidaknya satu sampel darah dan urin. Para ilmuwan menganalisis keberadaan berbagai bahan kimia, termasuk dioksin yang terkandung dalam pestisida, phthalates yang ditemukan dalam plastik, kosmetik dan hair spray. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa wanita yang terpapar bahan kimia tersebut rata-rata mengalami menopause lebih awal. 

Guna memastikan hal ini, Cooper dan timnya melakukan analisis lain, termasuk dengan mereka yang lebih dekat dengan menopause, antara usia 45-55 tahun. "Ini adalah puncak gunung es dan kita perlu melakukan penelitian lebih longitudinal untuk lebih memahami bahan-bahan kimia ini," kata Cooper. Studi sebelumnya telah menghubungkan bahan kimia tertentu untuk gangguan hormon reproduksi, termasuk estrogen yang kemudian dapat memiliki efek tidak sehat pada jantung dan tulang. 

Dalam hal ini, Cooper menyarankan setiap wanita untuk menjadi lebih waspada dan lebih memperhatikan bahan-bahan kima berbahaya yang terdapat pada kosmetik dan termasuk plastik dalam kemasan makanan. "Tujuan saya tidak menakut-nakuti perempuan, tetapi meningkatkan kesadaran mereka dan mendorong penelitian masa depan," jelas Cooper.

Dilain sisi memang dalam hal ini ada banyak wanita yang tidak dapat mengurangi paparan langsung bahan-bahan kimia tersebut karena hampir tak mungkin lepas dari kosmetik. Namun salah satu cara untuk menurunkan paparan bahan kimia adalah dengan menggunakan produk yang tidak mengandung pengharum sintetis yang mengandung phthalates dan juga dapat memilih produk kecantikan organik, yang tidak mengandung residu pestisida dan sejumlah bahan kimia lainnya. (red)