Baby & Kids

Anak yang terpapar banyak alergen dan bakteri pada tahun pertama kehidupannya cenderung tak punya risiko alergi, mengi, dan asma saat tumbuh besar.
Posted on Jun 08, 2022   |   Branding
Anak Bebas Alergi Setelah Terpapar Alergen

Bukan hanya virus dan bakteri yang harus diwaspadai saat menjaga kebersihan rumah Anda. Alergen (zat pemicu alergi) dalam ruangan seperti bulu hewan peliharaan, tungau debu, atau jamur dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak-anak, terutama jika terdapat riwayat asma atau alergi pada keluarga. 

Anak yang terpapar banyak alergen dan bakteri pada tahun pertama kehidupannya cenderung tidak punya risiko alergi, mengi, dan asma saat tumbuh besar. Demikian hasil studi tentang alergi, yang dimuat dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology beberapa waktu lalu. 

Christine Cole Johnson, Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Henry Ford Hospital dan Sistem Kesehatan, Detroit, AS, menduga, paparan beragam alergen membuat sistem kekebalan tubuh terbentuk sejak bayi. Penelitian melibatkan 467 bayi di Baltimore, Boston, New York dan St. Louis, yang dipantau sejak lahir sampai berusia 3 tahun.

Menurut hasil riset, 41% bayi yang tinggal di rumah dengan alergen padat, malahan bebas dari alergi dan mengi. Sedangkan anak yang terpapar tiga jenis alergen kucing, kecoa, dan tikus berisiko lebih rendah terkena alergi, mengi, dan asma pada usia tiga tahun dibandingkan dengan anak yang terpapar satu jenis alergen. Meski demikian, kebersihan lingkungan rumah tetaplah harus terjaga. Apalagi kecoa dan tikus dikenal sebagai binatang pembawa penyakit. 

Berikut beberapa cara agar anak dan keluarga kita terbebas dari alergen: 

1. Tungau debu

Setiap ruangan di dalam rumah yang memiliki tirai atau karpet (atau keduanya) bisa saja memiliki tungau debu. Namun hama mikroskopik ini paling menyukai kamar tidur. Tungau debu ini bisa berada di kasur dan bantal. Bagi kebanyakan orang tungau debu tidak menganggu. Hanya saja bagi mereka yang sangat peka terhadap tungau debu, hal tersebut akan sangat mengganggu. Berikut cara terbaik untuk membatasi paparan tungau debu:

- Bersihkan debu sesering mungkin dengan lap basah atau semprotan.

- Lakukan vakum setiap minggu.  Dan jika memungkinkan gunakan vakum dengan filter HEPA untuk mengumpulkan dan menjebak tungau debu (dan alergen dalam ruangan lainnya).

- Sebulan sekali cuci dan bersihkan tirai atau gorden.

- Jauhkan mainan boneka dari kamar tidur anak.

- Jika anak selalu membawa boneka ke tempat tidur, sebaiknya cuci boneka tersebut setiap minggu, dan dinginkan di dalam freezer semalaman.

- Pasang filter pada AC dan gantilah setiap tahun.

2. Dander hewan

Dander atau kerak/serpihan hewan merupakan kombinasi antara sel kulit mati dan rambut (atau bulu), yang dapat memicu serangan asma dan reaksi alergi untuk orang yang sensitif terhadap alergi. Jika Anda memiliki hewan peliharaan di rumah, sebaiknya jangan dulu izinkan balita Anda untuk tidur bersama hewan peliharaannya.

3. Jamur

Jamur bisa tumbuh cepat di dalam rumah, seperti di kamar mandi atau dapur. Jamur biasanya bercokol di tong sampah, tirai kamar mandi, ubin kamar mandi, lantai dapur. Bersihkan area tersebut secara rutin dengan bahan anti jamur.

4. Tikus dan kecoa

Penelitian menunjukkan bahwa tikus dan kecoa juga bisa memicu alergi. Hewan tersebut menghasilkan kotoran dan alergen yang dapat menyebabkan asma. Jaga selalu kebersihan makanan keluarga dengan menyimpannya baik-baik. (red)