Maternity

Penderita postpartum depression membutuhkan asupan nutrisi yang membuat pemulihan berlangsung cepat.
Posted on Jun 02, 2022   |   Branding
Konsumsi Ikan Tuna dan Salmon Bisa Usir Depresi Pasca Melahirkan?

Sebanyak 85% wanita mengalami gangguan mood setelah melahirkan, atau yang biasa disebut sindrom baby blues. Sekitar 10-15% mengalami depresi pasca persalinan atau yang dikenal dengan postpartum depression. Jika hal ini tidak segera ditangani, akan sangat mempengaruhi kemampuan ibu untuk mengurus dirinya sendiri dan bayinya. 

Untuk diketahui, jika gangguan ini tidak segera ditangani, hubungan ibu dan anak tidak akan terjalin dengan baik, sehingga bisa berpengaruh pada perilaku anak (sulit tidur, sulit makan, cepat marah, hiperaktif), dan perkembangan kognitif terlambat, gangguan emosi, serta kemampuan sosialisasi yang buruk. 

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa plasenta terbukti mendorong perpindahan DHA (docosahexaenoic acid) dari ibu kepada bayi. Lemak tersebut diserap bayi untuk pertumbuhan otak dan mata, sehingga pada wanita pasca melahirkan perlu mengembalikan kadar tersebut dalam tubuhnya. Hal ini menjelaskan bagaimana penurunan depresi bisa dilakukan dengan menambah asupan DHA pada ibu. 

Selain terapi kelompok dengan panduan psikiater yang benar, penderita postpartum depression membutuhkan asupan nutrisi yang membuat pemulihan tubuh berlangsung lebih cepat. Salah satunya yaitu asam lemak omega-3 yang merupakan bagian dari DHA. Jika ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Ibu yang mengalami baby blues syndrome atau bahkan postpartum depression setelah melahirkan bisa mengonsumsi ikan tuna, ikan salmon, atau ganggang laut, yang merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3. 

Diketahui asam lemak omega-3 dalam ikan tuna dan salmon dapat mempengaruhi otak dengan cara yang memodifikasi kadar dopamin dan serotonin, keduanya merupakan neurotransmitter diduga berperan ketika depresi terjadi. Omega-3 yang ditemukan dalam ikan berlemak seperti salmon dan tuna, begitu efektif memperbaiki suasana hati. 

Untuk mendapatkan manfaat ikan sebagai penurun risiko depresi, ibu cukup mengonsumsinya dua kali dalam seminggu. Namun jika ibu tidak menyukai ikan, tidak masalah. Ada makanan lain yang juga bisa memperbaiki suasana hati dan menurunkan depresi. Misalnya saja aprikot, yoghurt, kenari, dan cokelat terbukti bisa mengangkat semangat ibu. (red)