Health

Orang dengan bentuk tubuh tertentu ternyata berisiko terkena penyakit tertentu juga, demikian menurut sejumlah studi.
Posted on May 29, 2022   |   Branding
Bentuk Tubuh "apel" Rentan Terhadap Risiko Diabetes Tipe 2

Sebuah studi menyatakan bahwa orang dengan bentuk tubuh tertentu identik dengan risiko terkena penyakit tertentu juga. Untuk diketahui, studi ini menyebutkan orang dengan bentuk tubuh apel, lebih rawan terkena diabetes tipe 2, dibandingkan bentuk tubuh pir, ataupun bentuk tubuh persegi. Ini terkait dengan genetik yang secara langsung mempengaruhi distribusi lemak pada tubuh.

“Cara distribusi lemak tubuh setiap orang berbeda. Ada yang menumpuk lemak di perut, ada juga yang lokasi penumpukan lemaknya di pinggul, atau paha. Kami memeriksa kaitan predisposisi genetik dengan distribusi lemak tubuh yang kemudian dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner. Hasilnya, semua berkaitan” ujar Sekar Kathiresan, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Harvard.yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association (JAMA).

Studi ini melanjutkan penelitian sebelumnya yang telah menemukan kaitan antara lemak perut dengan diabetes tipe 2 dan jantung koroner. Namun, penelitian tersebut tidak memeriksa sebab akibatnya. Guna melengkapi studi tersebut, Kathiresan dan timnya, membandingkan enam studi lainnya yang dilakukan antara periode 2007 - 2015, termasuk di antaranya 400 ribu partisipan yang dianalisis DNA-nya.

Dari studi tersebut diketahui terdapat 48 varian genetik yang berkaitan dengan rasio pinggang ke pinggul, yang kemudian dijadikan basis pemunculan skor risiko genetik. Orang-orang dengan gen tertentu yang memiliki rasio pinggang ke pinggul tinggi, atau punya ukuran pinggang nyaris sama dengan pinggul, berisiko punya tingkat insulin, glukosa, dan tekanan darah sistolik tinggi.

Hal inilah yang menyebabkan mereka rentan terkena diabetes tipe 2 serta penyakit jantung. “Hasil studi ini menggambarkan bahwa genetik bisa menentukan risiko suatu penyakit,” kata Ketua Peneliti Connor Emdin, periset di Massachusetts General Hospital. Meskipun begitu, Emdin menyebutkan perlu dilakukan kajian lebih jauh selain faktor genetik, seperti gaya hidup, lebih tepatnya pola diet dan kebiasaan merokok. “Kedua faktor itu juga ikut meningkatkan risiko diabetes tipe 2,” jelas Emdin. (red)