Health

Perempuan memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena gangguan batu empedu
Posted on May 12, 2022   |   Branding
Kaum Hawa Lebih Rentan Terkena Batu Empedu

Penyakit batu empedu merupakan gangguan pencernaan yang sering ditemukan, akan tetapi kadang terabaikan. Penyakit batu empedu atau cholelithiasis ini adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami sakit perut mendadak akibat adanya batu di dalam kantong empedu. Untuk diketahui kantong empedu merupakan organ dalam di sisi kanan perut tepat berada di bawah hati. Kantong tersebut memiliki fungsi untuk menyimpan cairan empedu yang nantinya akan dilepas ke usus kecil dan membantu proses pencernaan. Hal ini memungkinkan vitamin dan nutrisi larut dalam lemak  (vitamin A, D, E, K) sehingga mudah diserap.

Umumnya, batu empedu terbentuk akibat endapan kolesterol tinggi disertai bilirubin yang menumpuk dalam kantong empedu. Beberapa faktor seperti pola makan tidak sehat, diet tinggi kolesterol, genetik, usia, dan kondisi medis tertentu dapat memicu terjadinya penyakit tersebut.

Mengenai hal ini, dokter spesialis bedah digestif, Arief Setiawan mengatakan perempuan memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena gangguan batu empedu dan perbandingan kasus batu empedu antara laki-laki dengan perempuan adalah 1 banding 3. Batu empedu merupakan salah satu gangguan empedu yang banyak ditemukan di  masyarakat, selain peradangan akut (kolestasis) dan tumor. Umumnya batu empedu terjadi dalam proses yang cukup lama bisa bertahun-tahun. Selain obesitas, kesalahan diet, kehamilan dan mengonsumsi pil pengendali kehamilan (pil kontrasepsi) dari estrogen menjadi pemicu gangguan empedu. Faktor ini dominan terjadi pada perempuan. Dari kasus batu empedu yang dilaporkan, 50 persen kasus tidak mengalami gejala dan dari kasus tersebut 25 persen baru akan menimbulkan gejala setelah 5 tahun kemudian. Batu empedu bisa terjadi pada kandung empedu maupun saluran empedu. Keduanya sama-sama berisiko terhadap timbulnya peradangan maupun penyumbatan. 

Batu empedu terjadi karena perubahan komposisi dari kolesterol, fosfolipid, dan asam empedu, kolestasis, maupun peradangan (infeksi). Sekitar 50-70 persen batu empedu adalah batu kolesterol. Faktor predisposisi untuk batu kolesterol di antaranya adalah kehamilan, usia tua, maupun berat badan yang turun dengan cepat. Perempuan (termasuk perempuan hamil) menjadi salah satu faktor risiko untuk batu empedu ini, terkait dengan hormon estrogen yang juga berhubungan dengan kolesterol. 

Untuk mengatasi batu empedu, penderita tidak bisa hanya mengandalkan obat-obatan penghancur batu. Hingga kini dunia medis belum bisa memastikan efektivitas dari obat-obatan penghancur batu yang banyak beredar di masyarakat. Penggunaan obat-obatan ini pada sebagian kasus memang memberikan hasil berupa pengikisan batu hingga 50 persen. Tetapi ketika batu yang sudah mengecil tersebut bisa keluar dengan sendirinya melalui saluran empedu, maka risiko terjadinya peradangan dan infeksi akan sangat besar. Solusi paling tepat adalah pengangkatan batu melalui tindakan bedah. (red)