Health

Pada masa menstruasi, seorang wanita lebih rentan mengalami kekurangan asupan gizi, salah satunya zat besi.
Posted on May 05, 2022   |   Branding
Berapa Banyak Sel Darah Merah Yang Hilang Saat Menstruasi?

Saat haid terjadi, kemungkinan wanita mengalami anemia sangat tinggi akibat kehilangan darah. Untuk diketahui,  anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah.

Pada saat menstruasi, seorang wanita rentan mengalami kekurangan asupan gizi dan salah satunya adalah zat besi. Kurangnya asupan gizi ini dapat menyebabkan wanita cepat lelah yang ditandai dengan penurunan konsentrasi dan kemampuan bekerja, serta kurang efisien dalam melakukan kegiatan fisik maupun mental. 

Dengan kata lain, wanita mengalami penurunan produktivitas kerja antara 5 –10% atau sekitar 6,5 jam per minggu pada periode tersebut. Pada dasarnya, menstruasi atau yang lazim dikenal sebagai haid merupakan siklus bulanan wanita yang terjadi akibat perubahan fisiologis di dalam tubuhnya. Siklus ini ditandai dengan peluruhan lapisan dinding rahim bagian dalam yang kaya akan pembuluh darah dan sel telur yang tak dibuahi, sehingga wanita kehilangan pasokan sel darah merahnya sekitar 10 – 80 ml dengan jumlah rata-rata sebesar 35 ml selama siklus ini berlangsung. 

Hilangnya pasokan sel darah merah ini setara dengan kehilangan 1,6 mg zat besi per hari, sehingga seorang wanita aktif berusia 19 – 49 tahun membutuhkan sebanyak 26 mg zat besi setiap hari untuk mencukupi kandungan zat besi dalam sel darah merahnya. Ketika masa menstruasi, seorang wanita kehilangan zat besi rata-rata sebanyak 30 hingga 35 mg. Sedangkan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), jumlah zat besi yang dibutuhkan oleh wanita dengan rentang usia 19-49 tahun sebanyak 26 mg setiap hari. 

Jadi  untuk mencegah defisiensi zat besi, seorang wanita yang sedang mengalami menstruasi disarankan untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi dari bahan makanan yang mengandung zat besi dan asam folat.

Dampak nyata yang seringkali timbul dari hilangnya pasokan sel darah merah dan zat besi pada masa menstruasi dapat beragam, meliputi kelelahan, gangguan kinerja fisik, dan anemia sebagai dampak terburuknya. Mencukupi asupan nutrisi zat besi setiap harinya yang juga bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena sindroma pra-menstruasi alias Pre-Menstrual Syndrome (PMS). Agar kondisi tetap prima selama haid, disarankan tetap menjalankan olahraga teratur, banyak mengkonsumsi makanan kaya zat besi, vitamin C, dan buah-buahan, serta dilengkapi dengan istirahat yang cukup. (red)