Health

Asia menduduki peringkat pertama untuk gangguan kesehatan akibat demam berdarah dengue (DBD). Kondisi ini juga
Posted on Feb 19, 2016   |   Branding
Lindungi Indonesia dari Nyamuk

Asia menduduki peringkat pertama untuk gangguan kesehatan akibat demam berdarah dengue (DBD). Kondisi ini juga menjadi masalah utama di Indonesia; data WHO menunjukkan bahwa Indonesia terus menerus mempunyai peringkat tertinggi untuk kasus DBD sejak DBD merebak tahun 1968 hingga saat ini. Pada negara beriklim tropis, DBD dan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk memang merupakan permasalahan kesehatan serius sehingga pencegahan terhadap gangguan kesehatan ini perlu dilakukan dalam segala aspek kehidupan.

Dipicu oleh kondisi tersebut, PT. Kansai Prakarsa Coatings (Kansai Paint), anak perusahaan Kansai Paint Co Ltd, yang merupakan salah satu perusahaan manufaktur Jepang terbesar dan paling progresif di bidang cat dekoratif, otomotif, industrial, protektif, dan kelautan, beberapa waktu lalu meluncurkan produk inovatif: Kansai Anti-Mosquito. Produk ini sangat unik dan mampu menghalau nyamuk serta melindungi keluarga, buah hati, dan orang-orang yang Anda sayangi dari gangguan kesehatan yang ditularkan oleh nyamuk.

Presiden Direktur Kansai Paint Co.Ltd, Hiroshi Ishino, menegaskan “Di negara mana pun kami beroperasi, kami selalu berupaya keras untuk menjadi perusahaan terbaik yang kami buktikan melalui serangkaian pruduk inovatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Peluncuran Kansai Anti-Mosquito merupakan perwujudan dari filosofi kami untuk memberikan kembali kepada masyarakat, melalui produk yang bermanfaat dan aksi tulus kami kepada masyarakat.”

Kansai Anti-Mosquito sudah melewati serangkaian riset dan pengujian yang dilakukan para peneliti di Jepang, Malaysia, Afrika Selatan, dan Indonesia. Di Indonesia, penelitian ini dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasilnya membuktikan bahwa Kansai Anti-Mosquito mampu menghalau nyamuk hingga 90% dan memberikan perlindungan hingga 2 tahun.

“Untuk kebutuhan interior Anda, produk ini tersedia dalam 25 warna-warni indah siap pakai dan ribuan warna yang dapat dikreasikan melalu mesin tinting Colour X-Pert. Cat ini aman untuk keluarga dan binatang peliharaan sekalipun,” ungkap Elizabeth T. Sutrisno, Sales and Product Manager – Decorative Division of PT Kansai Prakarsa Coatings (Kansai Paint).

“Saat semua dinding dilapisi oleh Kansai Anti-Mosquito, nyamuk cenderung enggan menempel pada dinding. Bahkan akibat terpapar cat inovatif ini, nyamuk kehilangan kemampuan untuk menghisap darah atau mencari makan. Ini berarti akan mengurangi jumlah gigitan dan keberadaan nyamuk dalam ruangan,” sambung Elizabeth.

Produk ini sudah digunakan untuk mengecat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) di wilayah Cililitan. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Ibu Veronica Tan selaku Ketua Penggerak PKK DKI Jakarta meresmikan fasilitas publik ini pada tanggal 22 Oktober 2015. Melalui kegiatan ini, Kansai Paint menunjukkan komitmennya untuk mendukung program Pemerintah DKI Jakarta dalam upaya mewujudkan kota ramah anak.

Presiden Direktur PT Kansai Prakarsa Coatings (Kansai Paint) Yoshiyuki Ono menambahkan, “Pengecatan Kansai Anti-Mosquito di PAUD dan lingkungan RPTRA ini membuktikan efektifitas dan keamanan produk untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi anak-anak. Hal ini dicapai melalui berkurangnya gigitan nyamuk serta rangkaian warna-warni indah yang membangkitkan kegembiraan serta menstimulasi pembentukan kecerdasan anak.”

Selain sumbangsih Kansai Paint di PAUD, perusahaan ini juga berkomitmen untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penyakit-penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Pada Juni 2015, Kansai Paint menandatangani kemitraan dengan International Planned Parenthood Federation (IPPF). “Tidak hanya di Indonesia, Kansai Paint juga membangun komitmen dengan IPPF untuk mendukung program serupa demi meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya gangguan kesehatan yang disebabkan oleh nyamuk,” tambah Ono. (RR)