Health

Risiko menderita kelahiran mati adalah 42 persen di antara perempuan yang terinfeksi dengan chlamydia
Posted on Jan 12, 2022   |   Branding
Terinfeksi Chlamydia Berisiko Lahirkan Bayi Mati

Sebuah studi menganalisis catatan kelahiran lebih dari 350.000 wanita di Australia yang memiliki bayi pertama mereka menunjukkan tingginya risiko lahir mati di antara mereka yang terinfeksi dengan chlamydia atau gonorrhea. 

Untuk diketahui Chlamydia sendiri adalah salah satu penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Kaum wanita yang berusia muda umumnya yang paling sering mengidap chlamydia, baik pria maupun wanita segala usia pun bisa terkena chlamydia. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit chlamydia bisa menyebar dan menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang. 

Chlamydia disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Penyakit ini, biasa menular melalui seks anal, oral, vaginal, dan saling bersentuhannya alat kelamin. Selain itu, mainan seks yang tidak dicuci bersih atau dilapisi kondom baru juga bisa menjadi media penularan chlamydia.

Cairan seksual yang keluar dari alat kelamin penderitanya bisa menularkan bakteri ini walaupun tanpa orgasme, ejakulasi, atau penetrasi. Risiko terjangkit chlamydia bisa meningkat jika berhubungan seksual berganti-ganti pasangan atau dengan banyak orang.

Melihat hal tersebut peneliti Australia menghubungkan rincian persalinan dengan catatan kesehatan masyarakat, mereka menemukan bahwa 3658 wanita sebelumnya menderita chlamydia dan 196 gonorrhea. Hampir 4,1 persen wanita telah mengalami kelahiran prematur tidak direncanakan dan 0,6 persen mengalami kelahiran mati. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang sebelumnya terinfeksi dengan chlamydia atau gonorrhea mengalami peningkatan risiko prematur atau lahir mati bahkan setelah memperhitungkan faktor risiko lain. 

Risiko menderita kelahiran mati adalah 42 persen di antara perempuan yang terinfeksi dengan chlamydia dibandingkan dengan wanita tanpa infeksi. Mereka yang terinfeksi dengan gonorrhea lebih dari dua kali lebih mungkin untuk mengalami kelahiran mati atau kelahiran prematur yang tidak direncanakan. "Ini benar-benar menggarisbawahi pentingnya pesan seks yang aman untuk mencegah infeksi menular seksual. Orang mungkin berpikir mereka hanya memiliki efek langsung tetapi berpotensi ada konsekuensi yang lebih serius (dalam jangka panjang)," kata peneliti dari New South Wales, Australia. (red)