Baby & Kids

Tisu basah tampaknya menjadi item wajib yang harus tersedia jika memiliki bayi. Setidaknya demikianlah menurut anggapan para ibu.
Posted on Jan 10, 2022   |   Branding
Efek Penggunaan Tisu Basah Pada Bayi

Sebenarnya kehadiran tisu basah dirasa sangat membantu, terutama bagi ibu yang memiliki bayi. Meski praktis digunakan, ada kekhawatiran mengenai keamanan tisu basah saat diusapkan pada kulit bayi. Tisu basah memang dapat dipakai untuk menggantikan air saat membersihkan kulit bayi dari berbagai jenis kotoran, seperti debu, keringat, cipratan makanan, susu, air seni, atau pup si bayi.

Tisu basah tampaknya menjadi item wajib yang harus tersedia jika memiliki bayi. Setidaknya demikianlah menurut anggapan para ibu. Namun penelitian terkini mengingatkan agar para ibu berhati-hati menggunakan tisu basah untuk bayi. Pasalnya sejumlah bayi mengalami gatal, kulit bersisik, serta ruam merah akibat pemakaian tisu semacam ini. Namun demikian, hasil penelitian dari University of Connecticut School of Medicine yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menyatakan hingga kini belum ada laporan reaksi alergi dari tisu basah pada anak-anak di Amerika Serikat. 

Kejadian itu mungkin karena reaksi dari kondisi lain seperti eksim, impetigo, dan psoriasis. Penulis penelitian Dr Mary Wu Chang, yang juga profesor dermatologi dan pediatri di University of Connecticut School of Medicine mengatakan ada enam anak yang mengembangkan ruam misterius dan datang ke UConn Health Center untuk mendapat bantuan. 

Pasien pertama merupakan gadis berusia 8 tahun, yang memiliki ruam merah di sekitar mulut dan bokongnya. Awalnya, pasien diobati antibiotik dan steroid. Setiap kali ia agak membaik, ruam datang kembali. Ketika Chang melihat riwayat medis anak itu ia muali bertanya-tanya kemungkinan gadis itu mengalami reaksi alergi. 

"Saya berpikir tisu basah yang membuat ruam di wajahnya dan bokongnya," katanya. "Lalu saya bertanya kepada ibunya apa yang dia gunakan untuk membersihkan anaknya." Sang ibu kemudian mengatakan kepada Chang dia menggunakan tisu basah. Chang teringat kasus seorang pria Belgia yang bereaksi dengan pengawet kimia yang dikenal sebagai methylisothiazolinone (MI) yang ditemukan di tisu bayi dan produk lainnya . Chang menguji gadis itu untuk alergi terhadap MI dan tes positif. Ketika ibu berhenti memakai tisu, ruam hilang. 

Selama 22 bulan kemudian, lima anak lainnya juga mengalami ruam jenis yang sama. Semuanya selesai setelah orangtua berhenti memakai tisu basah. Namun demikian, Chang belum siap memberitahu orangtua agar menjauh dari tisu basah. "Saya memiliki tiga anak, jadi saya tahu betapa sulinya melakukan perubahan, terutama ketika Anda sedang bepergian. Tapi, ketika Anda berada di rumah, akan lebih baik untuk menggunakan pembersih yang lembut dan air. Dengan cara itu Anda meminimalkan paparan," ujarnya. (red)