Health

Kombinasi musik dan terapi standar diyakini bisa membantu anak autis merasa lebih termotivasi, kreatif, dan mampu berkomunikasi lebih baik.
Posted on Jan 08, 2022   |   Branding
Terapi Musik Bisa Perbaiki Gejala Autisme?

Musik memang ajaib, tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak normal, musik bisa menjadi terapi efektif bagi anak-anak berkebutuhan khusus, seperti down syndrome, autisme, cerebal palsy, dan cedera otak.

Kombinasi musik dan terapi standar diyakini bisa membantu anak autis merasa lebih termotivasi, kreatif, dan mampu berkomunikasi lebih baik. namun, sebuah studi baru menemukan bahwa terapi musik mungkin tidak benar-benar membantu memperbaiki gejala autisme. 

Dalam penelitian yang dipublikasikan di JAMA, peneliti Norwegia menemukan bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam improvisasi terapi musik dan perawatan standar tidak memiliki gejala yang lebih baik daripada mereka yang hanya menerima perawatan standar untuk gangguan spektrum autisme (ASD). "Mungkin pilihan ini bagus hanya untuk anak-anak dengan fungsi spektrum yang lebih rendah," kata penulis studi Christian Gold, dari Pusat Penelitian Terapi Musik Grieg Academy di Norwegia.

 Gold dan rekan-rekannya mempelajari 364 anak-anak, usia 4 sampai 7 tahun, semuanya didiagnosis secara klinis dengan ASD. Setengah dari anak-anak secara acak menerima perawatan standar dan separuh kelompok lainnya menerima perawatan musik standar dan terapi improvisasi selama 5 bulan. Dalam terapi ini, seorang profesional terakreditasi menciptakan musik bersama dengan klien mereka menggunakan segala sesuatu mulai dari suara, suara tubuh, dan berbagai jenis instrumen. Terapis musik berfokus erat pada perhatian, perilaku, dan minat anak untuk memperbaiki keterampilan komunikatif sosial mereka.

 Sedangkan untuk perawatan standar, keluarga menerima perawatan lokal yang tersedia di salah satu dari sembilan negara yang terlibat dalam penelitian ini. Orangtua juga menerima informasi tentang ASD dan juga konseling untuk mendiskusikan masalah apapun. "Yang paling umum, perawatan standar yang ditingkatkan melibatkan terapi wicara dan bahasa, latihan komunikasi dan terapi sensorik motorik," jelas Gold.

Untuk mengukur tingkat keparahan gejala para peserta, peneliti menggunakan protokol yang dikenal dengan Autism Diagnostic Observation Schedule (ADOS). 

Setelah menyelesaikan pengobatan selama lima bulan, para peneliti menemukan bahwa kedua kelompok menunjukkan peningkatan yang sangat minim dalam tingkat keparahan gejala ASD, sesuai dengan skor ADOS mereka. "Temuan ini tidak mendukung penggunaan improvisasi terapi musik untuk mengurangi gejala pada anak-anak dengan gangguan spektrum autisme," simpul peneliti. Penelitian terdahulu mendukung sesi terapi musik untuk orang-orang dengan ASD, dengan alasan membantu stimulasi multi-sensorik, meningkatkan perhatian, dan kemampuan untuk mengekspresikan emosi dengan lebih baik, menurut Asosiasi Terapi Musik Amerika (AMTA). Tapi, penting untuk dicatat bahwa tidak ada satu ukuran pun yang sesuai untuk gangguan ini. Ada daftar panjang pilihan pengobatan termasuk obat-obatan, pelatihan pendengaran, terapi vitamin, terapi okupasi, dan integrasi sensorik, demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (red)