Maternity

Saat ibu berbadan dua, sebaiknya tidak memakai sembarang produk perawatan, termasuk produk kecantikan.
Posted on Jan 05, 2022   |   Branding
Jauhi Hair Spray Saat Hamil, agar terhindar dari Cacat Lahir

Saat ibu berbadan dua, sebaiknya tidak memakai sembarang produk perawatan, termasuk produk kecantikan. Salah satu saran yang kerap kita dengar adalah ibu hamil sebaiknya menjauhi produk untuk menata rambut, yaitu hair spray. Hal ini tentu ada landasan ilmiahnya. Beberapa waktu lalu muncul bukti yang menganggap ada kaitannya antara bahan kimia yang terkandung di dalam hair spray dan bertambahnya jumlah bayi laki-laki yang mengalami cacat lahir. 

Peringatan akan bahaya ini datang setelah sebuah penelitian menunjukkan para ibu hamil yang menggunakan produk penata rambut memiliki kemungkinan yang lebih tinggi melahirkan bayi laki-laki dengan kondisi yang disebut hipospadia. Teori menyebutkan jika bahan kimia yang ada di produk penata rambut mengganggu hormon pria dan mengganggu perkembangan alat kelamin pria di tiga bulan pertama masa kehamilan. “Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan hubungan antara paparan kehamilan di masa awal dengan dua produk penata rambut dan insiden hipospadia bayi laki-laki,” ujar para peneliti dalam riset yang dipublikasikan di International Journal Of Enviromental Research and Public Health. 

Karena alasan inilah wanita hamil disarankan untuk berhati-hati dan membatasi penggunakan produk penata rambut. Efek hipospadia ini ada dalam 1 di antara 250 pria, kerap jadi pengganggu hubungan saat berpasangan dan menyebabkan trauma fisik dan emosi seumur hidup. Bagian yang terkena dampaknya adalah lubang saluran urine yang disebut meatus muncul di bagian bawah alat kelamin. Padahal, seharusnya di ujung alat kelamin. Kondisi ini juga dikaitkan dengan testis yang tidak turun dan masalah kesuburan. 

Ada sekitar 1500 operasi untuk mengoreksi hipospadia setiap tahunnya. Para ahli mengungkapkan jika insiden ini kian bertambah dan angka pertambahan selalu berganda dalam tiap generasi. Kelompok dokter yang menjalankan penelitian ini menyebutkan paparan bahan kimia yang mengganggu hormon endokrin dalam janin dapat memberi pengaruh buruk pada perkembangan alat kelamin selama masa awal kehamilan. Penelitian di Rumah Sakit Universitas Amiens di Perancis melibatkan perbandingan penggunaan produk penata rambut, bahan kimia dan pestisida pada 250 wanita yang telah melahirkan bayi laki-laki dengan dan tanpa hipospadia. Tidak ditemukan kaitan antara hipospadia dan penggunaan kimia seperti cat, cairan pelarut, bensin, tinta, lem dan produk rumah tangga lainnya. 

Tetapi, penggunaan produk penata rambut ditemukan menambah risiko 80 persen lebih tinggi. Pendukung dari teori ini datang dari penelitian sebelumnya dimana secara ada hubungan bermakna antara ibu hamil dengan produk penata rambut dan risiko hipospadia. Penelitian lain juga menemukan penambahan risiko bayi lahir dengan hipospadia pada produk penata rambut wanita. Paul Anderson, konsultan urologis dengan spesialisasi pada operasi rekonstruksi genito-urethral, mengatakan jika penyebab kondisi tidak diketahui tetapi hormon jelas terlibat dan teori dalam penelitian ini sangatlah masuk akal. “Di tahap awal kehamilan, urethra datar tetapi pada titik yang krusial dalam perkembangannya, itu menjadi saluran. Jika campuran hormon di rahim tidak benar, perkembangan bisa saja tidak terjadi atau menjadi tidak normal," tandas Anderson. (red)