Health

Selain mencegah kehamilan yang belum diinginkan, salah satu kontrasepsi pilihan ini ternyata dapat mencegah penyakit menular seksual.
Posted on Jan 01, 2022   |   Branding
Bercinta Dengan Kondom Bikin Sehat Organ Intim Wanita?

Selain mencegah kehamilan yang belum diinginkan, salah satu kontrasepsi pilihan ini ternyata dapat mencegah penyakit menular seksual. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Cina, wanita aktif secara seksual yang menggunakan kondom memiliki koloni bakteri baik di vagina dalam jumlah lebih besar dibandingkan dengan wanita yang menggunakan kontrasepsi bentuk lain. 

Dalam penelitian ini, para ilmuwan tersebut berfokus pada Lactobacillus, sekelompok bakteri yang mendominasi flora alami vagina bagi banyak perempuan. Mikroba yang memproduksi asam laktat dan hidrogen peroksida, membantu vagina mempertahankan pH rata-rata 4,5, sebanding dengan keasaman bir atau jus tomat. “Sistem penyangga asam" istilah untuk hal ini, diperkirakan untuk memblokir bakteri berbahaya dari mengambil-alih tempat tinggal dan menyebabkan infeksi. Meskipun mungkin tidak ada mikrobiota "normal" untuk vagina yang sehat, kehadiran Lactobacillus diduga membantu mencegah bakterial vaginosis, yaitu ketidakseimbangan bakteri vagina yang menyebabkan gatal-gatal, keluarnya cairan yang tak biasa dan bau yang tidak menyenangkan. Bakteri menguntungkan bahkan telah dikaitkan dengan penurunan risiko human immunodeficiency virus (HIV). 

Dalam studinya, para peneliti di Rumah Sakit Persahabatan Beijing merekrut 164 wanita sehat dan menikah di Cina, berusia antara 18 dan 45 tahun, yang tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal, seperti pil, sebagai metode rutin kontrasepsinya. Di antara peserta, 72 orang menggunakan kondom, 57 yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), dan 35 orang menggunakan metode yang disebut ritme (pantang berkala), di mana tidak melakukan seks saat masa subur di mana sebagian besar kehamilan mungkin terjadi. Para peneliti menemukan bahwa populasi Lactobacillus secara signifikan lebih tinggi pada kelompok kondom. 

Aktivitas seksual dapat mengganggu keseimbangan ekosistem vagina, terutama ketika air mani (yang memiliki pH 7,0-8,0) memasuki campuran cairan tersebut, kata peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondom dapat membantu menjaga vagina mempertahankan keasaman alaminya. Namun, para peneliti memperingatkan bahwa kondom mungkin bukan cara terbaik untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan untuk semua orang. Kondom memiliki tingkat kegagalan rata-rata 15 persen, yang melibatkan kesalahan manusia saat menggunakannya. Sebaliknya, IUD memiliki tingkat kegagalan 0,6 persen menjadi 0,8 persen pada tahun pertama, dan dapat efektif selama lebih dari satu dekade setelah insersi atau pemasangan.(red)