Baby & Kids

Diet khusus umum disarankan untuk mendukung anak-anak berkebutuhan khusus, terutama pengidap autis. Salah satunya, diyakini dapat membantu memperbaiki kondisi pada anak dengan autisme.
Posted on Nov 20, 2021   |   Branding
Makanan & Diet untuk Anak Autisme

Diet khusus umum disarankan untuk mendukung anak-anak berkebutuhan khusus, terutama pengidap autis. Salah satunya, diyakini dapat membantu memperbaiki kondisi pada anak dengan autisme. Manifestasi autis biasanya mulai muncul di 3 tahun pertama dalam kehidupan anak, termasuk keterlambatan berbicara, perilaku yang kompleks, kesulitan interaksi sosial, perilaku berulang, indera sensori yang kurang/terlalu sensitif.

Diet untuk Anak Autisme
Selain terapi fisik dan perilaku, banyak pendapat yang berkembang bahwa terapi nutrisi juga bisa membuat perbedaan yang besar untuk anak dengan autisme. Banyak anak dengan autisme yang mengalami masalah pencernaan, sehingga terapi gizi diperlukan untuk membantu mengatasinya. Beberapa hal yang diyakini bermanfaat adalah menghindari penggunaan bahan pangan tambahan sintentik, mengidentifikasi makanan pemicu alergi, memeriksa kemungkinan kekurangan gizi, dan memastikan asupan lemak esensial. Masalah pencernaan juga sangat umum terjadi pada anak dengan autisme, termasuk diare, sembelit, kembung dan nyeri perut.Peradangan pada usus biasanya disebabkan oleh kepekaan terhadap makanan dan tingginya jumlah kuman (ragi/yeast) dalam usus. Gangguan pencernaan ini menyebabkan penderita rentan mengalami kekurangan gizi dan gangguan fungsi sel, yang diyakini dapat mengganggu fungsi otak dan lemahnya sistem kekebalan tubuh. Berikut diet yang dianjurkan untuk anak dengan autis:

Menghindari Makanan Pemicu Alergi
Salah satu penyebab alergi makanan yang dapat ditemukan pada anak autisme adalah gluten dan kasein. Contoh gejala fisik yang umum terjadi saat alergi adalah kemerahan dan gatal pada kulit, sakit perut, diare dan sesak nafas. Jadi, konsumsi makanan yang mengandung pemicu alergi bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan anak. Karena itu, menghindari makanan penyebab alergi dapat penting untuk mendukung kesehatan fisik, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, serta mengurangi keparahan.

Asam Lemak Omega 3
Kekurangan lemak esensial juga umum pada anak dengan autisme. Diketahui bahwa anak-anak dengan autisme lebih rentan mengalami kekurangan asam-asam amino essensial, apabila dibandingkan dengan anak-anak lain secara umum. Masalah ini terutama sering ditemukan pada mereka yang mengikuti diet pembatasan makanan secara khusus. 

Sebuah penelitian menunjukkan suplementasi omega-3 pada 13 orang anak penderita autisme yang memiliki masalah sifat agresif ternyata dapat membantu memperbaiki kondisi hiperaktif mereka. Mekanismenya sendiri belum diketahui dengan pasti namun diyakini berkaitan dengan peran omega-3 dalam pengembangan dan fungsi otak. Omega-3 sendiri adalah asam lemak essensial yang dapat ditemukan pada ikan salmon, sardine, dan kacang walnut. Penelitian ini tampak menjanjikan, namun masihlah dalam tahap awal dan dibutuhkan penelitian lanjut yang lebih menyeluruh.

Makanan Mengandung Probiotik
Probiotik juga bermanfaat untuk mengurangi peradangan pada usus, serta meningkatkan jumlah bakteri usus yang sehat. Probiotik bisa didapat dari konsumsi makanan fermentasi seperti kefir dan yoghurt atau suplementasi. Makanan tinggi prebiotik dan serat larut juga bermanfaat mendukung pertumbuhan bakteri sehat di usus, misalnya pisang, asparagus, kacang-kacangan, bawang putih, daun bawang, bawang bombay, dan kacang kedelai.

Jauhkan Makanan yang Memperburuk Gejala Fisik
Diduga bahwa makanan yang tinggi gula akan menyebabkan pertumbuhan ragi/yeast berbahaya dalam usus, dan sebaiknya dihindari jika tidak bisa benar-benar dihilangkan. Berdasarkan pengalaman dari orang tua atau para praktisi yang menangani kasus autisme, gula pasir dan gula sederhana lainnya dapat memiliki efek negatif bagi beberapa anak-anak dengan autisme. Perlu diketahui bahwa masing-masing anak dengan autisme dapat memiliki gejala yang berbeda sehingga penanganannya pun bersifat spesik dan perlu disesuaikan untuk masing-masing anak. (red)