Baby & Kids

Mendengar Bayi muntah atau tersedak selama meminum ASI memang tidak asing terdengar. Meski terdengar biasa-biasa saja, namun dalam kondisi ini kita harus tetap waspada karena bisa jadi memang ada gangguan lain yang membahayakan si kecil.
Posted on Nov 02, 2021   |   Branding
Penyebab Bayi Muntah Setelah di Beri Asi

Mendengar Bayi muntah atau tersedak selama meminum ASI memang tidak asing terdengar. Meski terdengar biasa-biasa saja, namun dalam kondisi ini kita harus tetap waspada karena bisa jadi memang ada gangguan lain yang membahayakan si kecil.

Isitilah umum bayi muntah ini dikenal dengan Gumoh. Gumoh dikatakan normal apabila tidak menyebabkan bayi rewel atau sesak nafas. Untuk diketahui hal ini terjadi karena Asi atau susu yang ditelan bayi kembali ke kerongkongan, dikarenakan otot di saluran pencernaan bayi dan lambungnya masih lemah. Kondisi ini disebut juga sebagai refluks. Umumnya bayi mengalami refluks karena katup pada kerongkongan belum sempurna, sehingga belum bekerja secara optimal untuk menahan isi lambung, dan ini tetap akan berlangsung selama 4-5 bulan, setelah itu akan berhenti dengan sendirinya.

Penyebab lain bayi muntah setelah minum ASI adalah gastroeteritis (muntah akibat infeksi). Hanya saja, infeksi pada saluran cerna ini disertai dengan diare. Selain gastroeteritis, ada berbagai penyebab lain bayi muntah seperti;  alergi, pilek, infeksi pada telinga, infeksi saluran kemih hingga penyempitan lambung (Stenosis Pilorus).

Bila ada gejala-gejala tersebut, kita sebagai orang tua harus waspada dan melakukan beberapa tips berikut:

Posisi kepala bayi

Dalam memberi ASI ibu harus memposisikan kepala bayi lebih tegak saat menyusu dan setelahnya. Pertahankan posisi ini setidaknya 20 sampai 30 menit setelah si kecil diberi ASI agar susu tidak kembali ke kerongkongan si kecil.

Beri Secukupnya

Cara lain mencegah muntah adalah dengan memberi porsi ASI yang lebih sedikit, namun boleh secara sering atau berulang kali. Namun yang terpenting pastikan, si kecil harus sendawa setiap habis menyusu atau disela-sela sedang menyusu.

Posisi Tidur

Setelah memberi ASI, ibu jangan langsung menidurkan si kecil, tapi gendong lah si kecil kurang lebih 20 sampai 30 menit terlebih dulu. Setelah itu ibu boleh menidurkan si kecil dalam posisi terlentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan dan kakinya. Hal ini perlu dilakukan karena bayi yang tidur tengkurap setelah diberi ASI bisa beresiko terkena sindrom SIDS (sudden infant death syndrome) atau kematian mendadak.

Penanganan Lanjut

Bila semua hal diatas sudah dilakukan namun si kecil masih muntah secara berlebihan dan berkepanjangan atau disertai gejala-gejala lain yang parah, sebaiknya ibu memeriksakan kondisi si kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.(red)