Baby & Kids

Orangtua mungkin khawatir jika anaknya memanjat. Padahal ada manfaatnya jika anak melakukan hal itu.
Posted on Oct 21, 2021   |   Branding
Hal Menakutkan yang Justru Bermanfaat bagi Anak

Orangtua mana yang ingin anaknya terluka? Ya, sebagai orangtua, kita ingin memberikan perlindungan dari luka fisik maupun emosional. Kita tak ingin Si Kecil bermain pisau karena itu bisa melukainya, atau memanjat pohon karena itu pun dapat melukainya. 

Namun penelitian menunjukkan bahwa banyak orangtua yang melindungi anak-anaknya dari hal-hal yang tidak nyaman dalam kehidupan. Akibatnya, kita sebagai orangtua membuat anak-anak kita kurang siap menerima tantangan hidup. 

Jadi, biarkanlah anak-anak kita terluka lututnya, jatuh dari pohon atau gagal diterima di tim olahraga sekolah. Jangan mencegah anak-anak untuk menjalani pengalaman-pengalaman yang kurang nyaman tersebut karena itu merupakan pelajaran kehidupan. Sebagai orangtua Anda hanya perlu mengawasi mereka saja dengan baik.

Bermain dengan Pisau

Ini disebut “permainan berisiko” dan kebanyakan orangtua selalu melarang anaknya bermain dengan pisau. Namun Christine Gross-Loh, penulis Parenting Without Borders: Surprising Lessons Parents Around the World Can Teach Us, mengatakan bahwa ia melihat orangtua di Jerman dan Swedia membiarkan anak-anaknya bermain dengan hal yang paling dikhawatirkan oleh orangtua di Amerika, seperti bermain dengan benda tajam atau memanjat atap rumah. Anak-anak. Lewat permainan tersebut, anak-anak mempelajari berbagai keterampilan penting dan menjadi percaya diri. 

Memanjat Pohon

Seperti bermain pisau, memanjat pohon dapat menanamkan kepercayaan diri dan keterampilan pada anak. Salah satu penelitian menyimpulkan bahwa “permainan berisiko” memungkinkan anak –anak mengalami hal yang dulu mereka takuti dan mengajari mereka bagaimana mengatasi ketakutan tersebut. 

Mengajak Bayi Bermain Air

Di dalam rahim ibu, bayi berenang dalam cairan ketuban selama 9 bulan. Nah, bayi ternyata memiliki kemampuan bawaan untuk berenang, menyelam. Jika Anda  meniup wajah bayi Anda dan kemudian menenggelamkan dirinya di dalam air, ia akan mengetahui bagaimana menahan napas. Beberapa bayi bisa mengapung dan bahkan berenang sebelum  mereka bisa duduk atau merangkak! Menenggelamkan bayi Anda dengan cara yang benar (tentunya Anda harus mempelajari tekniknya terlebih dulu) pada usia dini bisa membantu anak tetap terjaga keselamatannya selama berada di dalam air.

Membiarkan Anak Sakit

Banyak orangtua yang terburu-buru memberikan antibiotik saat anaknya mengalami gejala batuk, ruam atau hidung meler. Umumnya penyakit yang diderita anak disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Dan antibiotik pada akhirnya tidak efektif mengobati penyakit yang disebabkan virus. Yang lebih penting lagi, ada risiko kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan antibiotik terlalu sering yakni resistensi terhadap bakteri, serta dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada di dalam tubuh.

Bermain Kotor 

Orangtua pastinya berharap anaknya tidak melempar makanan ke lantai, bermain di tanah atau lumpur, bermain dengan hewan peliharaan dan sebagainya. Padahal itu semua memiliki efek yang positif bagi perkembangan anak, seperti meningkatkan sistem imun anak  karena si dalam tanah, terdapat mikroba alami yang dapat membuat anak  menjadi lebih kuat dan tidak mudah terjangkit penyakit. Anak lebih ceria karena bisa bermain tanpa takut kotor, dan sebagainya. Intinya jangan takut anak bermain kotor. (red)