Baby & Kids

Ada berbagai metode yang bisa ibu gunakan saat memberikan makanan pendamping ASI atau makanan padat untuk Si Kecil. Salah satunya adalah Baby Led Weaning (BLW) yang kini sedang populer.
Posted on Oct 14, 2021   |   Branding
Baby Lead Weaning, Apa Manfaatnya?

Ada berbagai metode yang bisa ibu gunakan saat memberikan makanan pendamping ASI atau makanan padat untuk Si Kecil. Salah satunya adalah Baby Led Weaning (BLW) yang kini sedang populer. 

Saat menerapkan BLW, ibu tidak memberikan makanan dalam bentuk puree pada Si Kecil dan juga tidak menggunakan sendok  atau disuapi.  Sederhana saja, BLW artinya membiarkan bayi Anda makan sendiri.. Metode BLW mengharuskan orangtua mengikuti keinginan bayi. Jadi, bayi Anda yang mengendalikan asupan makanannya, sedang orangtua hanya menjadi fasilitator atau menyediakan makanan untuk anak.

Karena mengharuskan bayi makan sendiri, maka jenis makanan yang cocok adalah finger food, yaitu makanan sesuai usia anak yang bisa dipegang oleh tangan mungilnya. Jenis makanan yang paling mudah dipegang adalah yang berbentuk seperti keripik (chips) atau makanan yang memiliki pegangan alami seperti batang brokoli. Awalnya ukuran makanan cukup besar yakni seukuran ruas jari, sebab bayi usia 6 bulan belum memiliki keahlian menjepit. Ia hanya baru bisa menggenggam. 

Pada awalnya, Si Kecil mungkin hanya bermain dengan makanannya. Jadi, makanan yang masuk ke perut bayi masih sangat sedikit. Namun jangan khawatir, ASI atau susu formula masih dapat menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi usia 6 bulan. Saat ia mulai banyak menyantap makanan padat, maka konsumsi sufor atau ASI akan mulai berkurang.

Dengan metode BLW, apakah ada kemungkinan bayi akan tersedak?  Selama bayi sudah bisa duduk tegak, mereka tidak akan tersedak. Ketika bayi bisa mengontrol jumlah makanan yang masuk ke dalam mulut dan menelannya, artinya resiko tersedak menjadi kecil. Tentu yang harus diingat, jangan pernah meninggalkan bayi makan tanpa pengawasan. 

Manfaat BLW

Menurut laman littlegourmetbaby.com, BLW memiliki sejumlah manfaat, antara lain:

1. Lebih mudah

Dengan metode BLW  ibu tidak perlu menyiapkan dan memasak puree, membekukannya di freezer lalu kemudian mencairkannya lagi jika ingin dimakan kembali. Cukup dengan merebus makanan hingga lembut dan memotong-motongnya hingga mudah ‘dicomot’ oleh anak. BLW memungkinkan Anda fokus memilih serta menyiapkan makanan dan membiarkan Si Kecil fokus pada makanannya. 

2. Mengijinkan bayi Anda untuk menghargai kemampuannya

BLW memberikan otonomi pada anak untuk memutuskan kapan ia lapar, berapa banyak yang harus dimakan, dan kapan saatnya  merasa kenyang.

3. Melatih perkembangan sensorik

BLW memungkinkan bayi mengeksplorasi rasa, tekstur, bau dan bentuk makanan dengan mulut, gigi, gusi, lidah dan tangannya. Tidak hanya bermanfaat untuk perkembangan inderawi anak, namun juga membantu agar anak terbiasa dengan berbagai jenis makanan dan bentuknya.

4. Terbebas dari kalori dan sodium berlebihan

Memperkenalkan berbagai macam rasa dan tekstur makanan pada anak akan membuatnya sehat seumur hidup. Mengingat makanan instan untuk bayi banyak mengandung kalori dan sodium berlebihan, dengan metode BLW anak lebih banyak menyantap makanan yang alami.

5. Terhindar dari obesitas

Memulai makanan padat dengan makanan sehat memberi manfaat seumur hidup untuk anak. Membiarkan anak mengendalikan kapan lapar dan kapan kenyang memungkinkan anak untuk mengembangkan kendali atas nafsu makannya sendiri.

6. Makan bersama keluarga

Bayi bisa makan bersama orangtuanya, orangtua tidak perlu makan bergantian agar salah satu bisa memberi makan bayi terlebih dulu. 

Makanan untuk BLW

Berikut ini beberapa contoh jenis makanan yang cocok untuk BLW:

1. Wortel kukus

Kukus wortel hingga lembut untuk gusi bayi. Tapi jangan terlalu lembek, sebab bayi tidak bisa menggenggamnya dan membawa ke mulut. 

2. Pisang

Anda bisa menawarkan potongan kecil  pisang pada anak, atau pisang yang telah dilumatkan kasar.

3. Brokoli kukus

Brokoli memiliki pegangan alami untuk digenggam Si Kecil. Kukus hingga cukup lembut untuk dikunyah bayi.

4. Potongan daging

Anda bisa memberikan potongan ayam yang telah diolah terlebih dulu. Saat anak sudah bisa lebih baik dalam mengunyah, Anda bisa beralih ked aging sapi. 

5. Melon

Melon memiliki tekstur yang lembut dan mudah digigit oleh bayi yang belum memiliki gigi. 

Umumnya makanan lunak apapun dapat ditawarkan untuk bayi. Namun, ada makanan yang sebaiknya tidak diberikan dulu pada Si Kecil, yakni  makanan yang lengket atau keras seperti pop corn dan permen, buah angggur utuh, kacan utuh karena dapat menyebabkan bayi tersedak.(Red)