Health

Bagi wanita yang ingin cepat hamil, sebisa mungkin untuk menghindari pekerjaan berat.
Posted on Oct 10, 2021   |   Branding
Kelelahan Bisa Pengaruhi Kesuburan Wanita

Bagi perempuan yang merencanakan hamil, sebisa mungkin hindarilah melakukan pekerjaan berat dan lembur atau shift malam. Pasalnya, sebuah studi menemukan bahwa perempuan yang bekerja lembur dan melakukan pekerjaan berat cenderung kurang subur. Riset terdahulu menunjukkan hubungan antara kondisi kerja dan kesuburan, namun studi teranyar ini menyoroti dampak kerja malam dan pekerjaan fisik terhadap kondisi perempuan untuk memiliki anak.

Dalam riset tersebut, tim peneliti menganalisis data dari 400 wanita, dengan usia rata-rata 35, yang mendatangi sebuah klinik kesuburan di Massachusetts, Amerika Serikat. Jumlah cadangan telur tersisa yang dimiliki oleh responden dianalisis, demikian pula tingkat hormon saat kesuburan seseorang menurun. Tim peneliti juga menilai proses telur menjadi matang dan mampu untuk berkembang menjadi embrio dari masing-masing responden. 

Data ini selanjutnya dibandingkan dengan kondisi pekerjaan responden, yaitu seberapa banyak usaha fisik yang dikeluarkan, serta waktu bekerja. Peneliti juga menanyai responden terkait dengan beban kerja. Dari sini terungkap bahwa sekitar 40 persen responden mengatakan mereka secara rutin memindahkan atau mengangkat beban berat, dan sekitar 20 persen mengakui pekerjaan mereka membutuhkan aktivitas fisik sedang. "Perempuan yang bekerja melibatkan fisik yang berat memiliki cadangan telur lebih rendah dibanding mereka yang tidak harus mengangkat beban berat,” kata peneliti dalam riset  yang diterbitkan di jurnal Occupational and Environmental Medicine.

Hasil penelitian mengungkap, perempuan yang bekerja berat juga memiliki jumlah telur lebih rendah, bahkan cenderung semakin sedikit bila mereka bekerja malam. Kecenderungan itu semakin kuat pada wanita dengan berat badan berlebih dan usia melebihi 37. Selain itu, proses kematian telur semakin cepat akibat beberapa faktor, salah satunya adalah merokok. Namun tim peneliti ini hanya mengamati hubungan antara kondisi kerja dan kesehatan telur, serta tidak dapat memastikan hubungan sebab-akibat antara keduanya. (red)