Health

Selama hamil, akan terjadi berbagai perubahan pada kulit, seperti stretch mark, selulit, linea nigra hingga gatal-gatal.
Posted on Oct 02, 2021   |   Branding
Perubahan Kulit Selama Kehamilan

Selama hamil, sebagian besar ibu akan mengalami perubahan kulit, seperti strech mark, selulit, linea nigra dan mungkin gatal-gatal. Untuk diketahui perubahan ini sering sekali menganggu pastinya akan menganggu ibu. Berikut beberapa perubahan kulit dan solusinya: 

Selulit

Selulit merupakan penumpukan sel lemak pada jaringan kulit yang berlebihan sehingga permukaan kulit tampak tidak rata, mirip kulit jeruk. Saat hamil, sebagian besar wanita punya masalah selulit, karena selama kehamilan terjadi peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron secara drastis sehingga menghasilkan lebih banyak lemak yang disimpan untuk melindungi janin. Selulit ini biasanya muncul pada bagian tubuh yang kurang aktivitas, seperti paha, bokong, perut, pinggul, betis dan lengan. Selulit akan muncul seiring dengan pertambahan usia, saat kulit kehilangan elastisitasnya. Kenaikan berat badan membuat selulit lebih gampang dikenali, namun orang kurus tetap bisa punya selulit, khususnya jika dikaitkan dengan faktor genetik. Jika ibu kita punya selulit, kemungkinan kita juga akan memilikinya. Faktor lain yang meningkatkan peluang seseorang punya selulit adalah stres, gaya hidup kurang olahraga, penggunaan alat KB hormonal. 

Stretch mark

Stretch mark merupakan tanda parut berupa gurat-gurat putih yang muncul pada permukaan kulit, berbentuk garis berliku seperti anak sungai. Stretch mark ini biasanya muncul pada dinding perut, lengan atas, pinggul, paha, bokong dan payudara. Guratan pada kulit ini biasanya muncul pada usia kehamilan empat atau lima bulan, dimana warnanya berwarna kemerah-merahan dan masih dapat disembuhkan. Namun begitu kehamilan memasuki usia tua, guratan yang timbul berwarna keputihan dan tidak dapat disembuhkan, hanya dapat disamarkan dengan produk perawatan kulit khusus untuk stretch mark. Mengapa stretch mark muncul? Stretch mark muncul karena pengaruh hormon kehamilan dan akibat melarnya kulit mengakomodasi pertumbuhan janin. Atau dengan kata lain stretch mark terbentuk ketika terjadi peregangan kulit secara cepat yang merusak jaringan yang terdapat di dalamnya sehingga kulit mengalami peregangan berlebihan alias over stretched. Nah, terkait kehamilan, stretch mark yang muncul saat wanita berbadan dua biasanya berwarna merah jambu dan cenderung lebar, kemudian berangsur berubah menjadi garis tipis berwarna keputihan atau kecoklatan. Bagi yang pernah hamil mungkin Anda akan mengenali stretch mark umumnya melintang di sepanjang dinding perut atau di atas pinggul. Apakah stretch mark lazim terjadi pada wanita hamil? Tidak selalu, sebab beberapa wanita beruntung memiliki faktor genetik yang 'menyelamatkannya' dari stretch mark.  Selain masalah genetik, stretch mark juga cenderung terjadi pada kulit kering dibandingkan kulit lembab. 

Linea nigra

Masalah kulit lainnya yang terjadi saat kehamilan adalah munculnya garis berwarna gelap di sekitar perut, mulai dari pusar hingga tulang pubis, yang lazim disebut linea nigra (dalam bahasa Latin berarti garis hitam). Garis hitam ini biasanya muncul pada kehamilan trimester kedua akibat perubahan hormon selama kehamilan yang meningkatkan produksi melanin. 

Gatal Gatal

Selain keluhan di atas, selama hamil Anda juga kerap merasa gatal, terutama di sekitar daerah perut, pusar dan payudara. Rasa gatal bisa muncul kapan saja, mulai trimester pertama hingga trimester terakhir kehamilan. Ada mitos yang mengatakan saat gatal terjadi di perut, menandakan bayi mulai tumbuh rambut. Namun ternyata itu hanya mitos. Rasa gatal muncul karena berbagai sebab, antara lain kulit meregang yang menyesuaikan dengan bentuk selama kehamilan yang membuat kulit menjadi lebih kering, iritasi yang muncul pada lipatan tubuh karena pergesekan kulit akibat kenaikan berat badan ibu, perubahan kadar hormon estrogen dan progestin sehingga terjadi penumpukan bilirubin dan asam empedu ringan pada tubuh ibu. Gatal-gatal juga bisa muncul pada ibu yang punya alergi. (red)