Maternity

Banyak terjadi kasus penolakan oleh bayi untuk menyusu di payudara ibu karena berbagai sebab.
Posted on Aug 25, 2021   |   Branding
Ketika Bayi Menolak ASI

Banyak terjadi kasus penolakan oleh bayi untuk menyusu di payudara ibu karena berbagai sebab. Salah satunya bayi mengalami bingung puting (nipple confusion), yakni kondisi dimana bayi mengalami kesulitan dalam mengisap disebabkan bayi terlalu dini diperkenalkan pada media  menyusu lainnya seperti  botol susu. Sehingga bayi mengalami kebingungan antara mengisap puting payudara dengan dot botol susu. Sebab, mekanisme bayi mengisap di payudara berbeda dengan mekanisme bayi  yang mengisap menggunakan dot. 

Pada saat mengisap  payudara, bayi membutuhkan koordinasi lidah, langi-langit, gusi dan otot pipi. Ia harus membuka lebar mulutnya untuk pelekatan. Selanjutnya bayi Anda harus menggunakan sekitar 40 otot wajah yang akan bekerja terus menerus saat mengisap payudara. Menyusu melalui dot lebih disukai karena bayi tidak perlu banyak usaha untuk mendapatkan susu. Perbedaan cara mengisap itulah yang membuat bayi akhirnya malas menyusu langsung pada payudara ibu. Selain masalah menyusu dari botol, bingung puting bisa terjadi jika bayi tidak mendapat ASI cukup dari payudara ibu akibat pelekatan yang tidak benar. 

Ciri Bayi Bingung Puting

•Bayi tidak mengisap puting, atau kalaupun mengisap terasa lemah.

•Bayi tidak ingin membuka mulut saat disusui dari payudara.

•Bayi hanya memainkan puting dengan menggigit dan menarik-nariknya. 

•Saat mengisap payudara bayi menyodorkan lidahnya ke atas dan mendorong payudara keluar dari mulutnya.

•Bayi jadi rewel dan gampang marah lantaran ASI tidak mengalir semudah saat dia mengisap dot botol.

Menghindari Bingung Puting

-Para ahli merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selama minimal tiga minggu pertama. Tunggu sampai 4 atau 5 minggu pertama untuk memperkenalkan pada dot dan botol susu.

-Pilih botol susu bayi yang memberikan aliran alami sehingga hampir sama seperti menyusu di payudara ibu.

-Ketika ibu bekerja, latih pengasuh atau keluarga di rumah untuk memberi ASI perah atau ASIP. Caranya dengan memakai cangkir, sendok kecil, pipet atau menggunakan  botol yang ujungnya berbentuk sendok. Biasakan untuk tidak menuang ASIP ke dalam mulut bayi, tetapi tempelkan saja pada bibir dan biarkan bayi minum sendiri dengan dorongan lidahnya.

-Gunakan botol hanya bila benar-benar mendesak. Menggunakan botol terlalu sering meningkatkan risiko bayi lebih memilih botol ketimbang payudara.

Mengatasi Bingung Puting

Jika Si Kecil lebih memilih menyusu dari botol ketimbang payudara, jangan merasa bersalah atau sedih berlebihan. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan apabila bayi terlanjur mengalami bingung puting:

-Kurangi frekuensi atau hentikan pemberian ASI dengan botol.

-Teruslah menawarkan payudara Anda pada Si Kecil, jangan menyerah meski ia menolaknya. Coba juga tawarkan payudara pada saat ia belum terlalu lapar. Pada saat ini bayi mungkin lebih sabar dan terus mengisap puting hingga ASI keluar.

-Sebelum menyusuinya, bantu bayi Anda untuk mendapatkan ASI dengan lebih mudah. Caranya bisa dengan memompa atau memijat payudara sehingga begitu Si Kecil latch on, ia dengan mudah mendapatkan ASI. 

-Perbanyak kontak kulit ke kulit antara ibu dengan sehingga hubungan psikologi terus terjalin. Bujuk dan rayu Si Kecil agar mau kembali menyusu. Atau tidur di sisi bayi dengan payudara terbuka. Dekatkan payudara pada wajah bayi sehingga ia bisa mencium aroma Anda dan bau susu. Hal ini dapat merangsang bayi menyusu kembali pada payudara.

-Hubungi konsultan laktasi jika masalah terus berlanjut. 

Mempertahankan Pasokan ASI

Dampak dari bayi bingung puting adalah menurunnya pasokan ASI ibu karena tidak adanya rangsangan dari bayi, sehingga ASI tidak keluar. Sebab itu Anda harus mempertahankan pasokan ASI agar tetap mencukupi. Lakukan dengan cara berikut:

•Sering-seringlah memompa ASI. Pilihlah  pompa ASI berkualitas baik agar nyaman digunakan.

•Pastikan Anda minum banyak cairan seperti air, jus atau susu. Hindari minuman berkafein.

•Konsumsi makanan dan herbal yang dapat meningkatkan suplai ASI. 

•Berusaha untuk tetap rileks. Stres hanya membuat pasokan ASI menurun.

Mogok Menyusu (Nursing Strike)

Selain bingung puting, masalah lainnya adalah mogok menyusu atau nursing strike, yakni anak menolak menyusu sedangkan ia tidak dalam proses disapih. Mogok menyusu bisa berlangsung selama 2 hingga 5 hari, tapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Penyebabnya antara lain:

-Mulut bayi nyeri akibat tumbuh gigi, sakit tenggorokan dan infeksi (seperfti sariawan)

-Anak menderita pilek sehingga ia sulit bernapas saat menyusu.

-Infeksi telinga pada anak.

-Perubahan rasa ASI yang disebabkan obat-obatan, vitamin atau makanan tertentu. 

-Perubahan jadwal dari diri Anda, misalnya karena harus kembali bekerja.

-Perubahan sabun atau deterjen sehingga anak tidak mengenali bau Anda.

Cara mengatasi mogok menyusu:

•Cobalah menyusuinya saat ia mengantuk. Banyak bayi yang menolak menyusu saat sedang terjaga akhirnya mau menyusu ketika sedang mengantuk. 

•Kunjungi dokter anak untuk mengetahui apakah Si Kecil terserang infeksi telinga dan sebagainya.

•Variasikan posisi menyusui bayi Anda.

•Beberapa bayi menyukai ibu mereka menyusuinya sambil berjalan daripada hanya duduk atau berdiri diam. 

•Lakukan kontak kulit ke kulit antara ibu dan anak. (red)