Maternity

Diperkirakan sekitar satu hingga tiga persen wanita hamil menderita hiperemesis gravidum. Apa penyebabnya?
Posted on Aug 24, 2021   |   Branding
Bumil, Jangan Abaikan Hiperemesis Gravidarum!

Diperkirakan sekitar satu hingga tiga persen wanita hamil menderita hiperemesis gravidum. Apa penyebabnya?

Mual dan muntah di masa kehamilan biasa dialami oleh ibu hamil. Kondisi yang dikenal dengan istilah morning sickness ini biasanya hanya berlangsung dalam 14 minggu pertama periode kehamilan, dan umumnya dialami di pagi hari. Namun bila mual atau muntah terus berlangsung hingga lebih dari 14 minggu, atau bahkan hingga bayi lahir, inilah yang disebut hiperemesis gravidarum. 

Gejala yang dialami penderitanya bisa muncul sepanjang hari, bukan di pagi hari saja. Gejala-gejala tersebut seperti mual dan muntah parah secara berkepanjangan, pusing, jantung berdebar, sulit menelan makanan atau minuman, mengeluarkan air liur secara berlebihan, serta sangat sensitif terhadap aroma.

Diperkirakan sekitar satu hingga tiga persen wanita hamil menderita hiperemesis gravidum. Sayangnya hingga kini para ahli belum bisa mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun beberapa hal berikut ini diyakini berkaitan erat dengan kemunculan hiperemesis gravidarum atau bisa meningkatkan risiko seorang wanita terkena kondisi hiperemesis gravidarum, yaitu:

- Perubahan hormon seperti hormon glikoprotein atau Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dalam darah.

- Pernah mengalami hiperemesis gravidarum di kehamilan sebelumnya.

- Memiliki keluarga dekat (misalnya ibu, kakak, atau adik) yang pernah menderita hiperemesis gravidarum.

- Mengandung anak perempuan atau anak kembar.

- Menderita mola hidatidosa (hamil anggur).

Hiperemesis gravidarum tidak boleh diabaikan dan harus ditangani secara medis. Selain mengganggu aktivitas si ibu hamil sehari-hari, kondisi ini juga berpengaruh buruk pada kesehatan fisik dan psikologis penderitanya, serta pertumbuhan bayi di dalam kandungan. Segera kunjungi dokter bila Anda mengalami hiperemesis gravidarum, agar mendapatkan penanganan yang tepat. (red)