Health

Tubuh yang sehat idaman semua orang. Banyak cara untuk mendapatkannya, salah satunya adalah food combaining.
Posted on Jun 05, 2021   |   Branding
Hidup Sehat dengan Food Combining

Tubuh yang sehat idaman semua orang. Banyak cara untuk mendapatkannya, salah satunya yang sedang diminati banyak orang adalah food combaining. Kenali lebih jauh pola makan yang pertama kali dipopulerkan Dr. William Howard Hay, pada tahun 1920-an di AS ini. 

Tubuh kita tidak diciptakan untuk menyerap atau mencerna berbagai macam dan jenis makanan disaat bersamaan. Faktanya, masing-masing kelompok makanan memiliki enzim, waktu cerna dan serap yang berbeda-beda. 

Tubuh memiliki kemampuan mencerna yang optimal hanya jika makanan yang dikonsumsi merupakan padanan yang serasi. Jika Anda kembali ke alam atau back to nature, niscaya Anda tidak akan mengenal konsep restoran All You Can Eat. 

Dulu, di alam liar, jika penduduk pribumi mengonsumsi pisang, tubuh mengenali pisang dan tahu persis apa yang harus dilakukan dengan jenis makanan tersebut. Tetapi, jika Anda menggabungkan pisang, steak, kentang, pizza dan soft drink dalam waktu bersamaan seperti yang kita lakukan di restoran All You Can Eat, kita justru menciptakan kekacauan total di dalam tubuh.

Setiap kelompok makanan memiliki waktu cerna dan serap yang berbeda-beda, dan juga membutuhkan enzim cerna yang berbeda pula. Beberapa kelompok makanan memerlukan zat asam sedangkan lainnya membutuhkan zat alkali. 

Saat kita mengonsumsi makanan yang tidak satu kelompok secara bersamaan, alkali dan asam bertemu dan ‘berperang’. Dampaknya membuat kekacauan, seperti gangguan pencernaan, mulas, alergi, sembelit, diare, kembung, distensi, kenaikan berat badan dan sebagainya.  

Dengan food combining, kita membiasakan diri mengatur pola asupan makanan yang selaras dan harmonis dengan sistem perncernaan. Manfaat yang diperoleh pencernaan menjadi efektif dan mengecilkan risiko terkena penyakit yang berkaitan dengan usus dan perncernaan. Penting bagi kita untuk membuat pilihan makanan yang cerdas dan dikombinasikan dengan baik dan benar. 

Aturan Dasar Food Combining

Setiap makanan berbeda, ada yang bersifat asam, basa, lemak tinggi dan ada yang kaya serat. Karena makanan yang satu dengan yang lain berbeda, penting untuk kita memperhatikan aturan dasar food combining agar sistem pencernaan bekerja dengan optimal, seperti berikut ini: 

1. Protein dan Karbohidrat

Dalam aturan food combining, kombinasi protein dan pati (karbohidrat) dalam satu waktu makan merupakan kombinasi yang sangat buruk. Ketika pati dikunyah tubuh akan memproduksi enzim ptialin yang kemudian memecah pati. Saat makanan mencapai lambung, kehadiran enzim ptialin mencegah protein tercerna dengan baik  dilambung. Daging mulai membusuk di dalam usus dan bakteri menyerang daging yang tercerna. Kondisi ini mengakibatkan kembung, gas dan racun dapat mengalir ke dalam aliran darah. Pisahkan protein seperti daging, ikan dan telur dari pati seperti kentang, roti dan nasi. 

2. Protein dan Protein

Protein yang berbeda membutuhkan proses yang berbeda pula untuk dicerna. Misalnya ketika daging dikonsumsi, reaksi enzimatik yang paling kuat terjadi selama satu jam pertama. Sedangkan susu atau telur memakan waktu lebih lama untuk dicerna. Menggabungkan daging yang sama seperti domba dan sapi tidak ada masalah, tapi sebaiknya hindari kombinasi yang kompleks. Seperti menggabungkan beberapa protein terkonsentrasi misalnya ikan dan keju, daging dan susu, atau daging dan telur. 

3. Karbohidrat dan Asam

Ketika kita menyantap makanan bersifat  asam (telur, daging, ikan, makanan laut, unggas, makanan gorengan, biji-bijian yang diputihkan, makanan olahan, gula putih, teh, kopi, dan minuman berkarbonasi) bersamaan dengan pati atau karbohidrat, sekresi enzim ptialin di mulut akan terganggu. Sementara enzim alkalin yang dibutuhkan untuk memecah karbohidrat tidak ada saat makanan sampai di lambung. Makanan asam seperti jeruk, lemon, buah yang memiliki cita rasa asam dan cuka mengganggu kemampuan tubuh mencerna pati. Pisahkan karbohidrat dan asam pada saat makan. Hindari pula kombinasi sereal dengan jus jeruk, atau nasi dengan hidangan yang mengandung cuka. 

4. Protein dan Asam

Protein membutuhkan asam untuk bisa mencerna dengan baik, tapi menambahkan makanan bersifat asam malah dapat mengganggu kemampuan lambung untuk memproduksi asam yang memecah protein. Menyantap buah asam dengan daging misalnya, dapat memperlambat kemampuan tubuh dalam mencerna daging sehingga menyebabkan pembusukan. Hindari menyantap makanan yang menggabungkan protein t dengan hidangan bersifat asam.

5. Protein dan Lemak

Lemak menghambat kemampuan lambung untuk memproduksi asam lambung. Makanya setiap kali mengonsumsi makanan yang dipadankan dengan makanan berlemak, khususnya protein, akan lama dicerna tubuh.  Pisahkan protein dengan hidangan berlemak jika memungkinkan. 

6.  Protein dan Gula 

Gula juga menghambat kemampuan lambung dalam memproduksi asam lambung, sehingga akan melewati perut dan diproses dalam usus kecil. Saat dikombinasikan dengan hidang protein, gula akan menghambat pencernaan protein sehingga menyebabkan fermentasi di usus dan ledakan bakteri yang dapat meracuni tubuh. Sebaiknya hindari mengombinasikan protein dan gula dalam makanan yang sama.

7. Karbohidrat dan Gula

Saat gula dan karbohidrat dikunyah dimulut pada saat bersamaan, sekresi enzim ptialin yang dibutuhkan untuk mencerna karbohidrat menjadi terhenti,  dan karbohidrat tidak tercerna. Konsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat secara terpisah. 

8. Melon

Melon adalah buah yang unik karena tidak mengalami proses pencernaan dan langsung melewati semua organ pencernaan hingga mencapai usus besar. Sementara buah-buahan lain membutuhkan waktu satu jam dicerna tubuh, melon hanya sekitar 15 menit. Jadi, jangan pernah menyantap melon bersamaan dengan makanan lain, termasuk buah-buahan lain. Tunggu hingga 30 menit, baru kemudian Anda bisa menyantap buah lainnya. 

9. Susu

Banyak orang berpikir bahwa susu harus dihindari sepenuhnya, tetapi kalaupun harus dikonsumsi sebaiknya dalam keadaan mentah. Karena jika melalui proses pasteurisasi justru merusak enzim yang memungkinkan pencernaan berjalan baik. Jadi dalam aturan  food combining, susu dikonsumsi dalam keadaan mentah, atau tidak sama sekali. 

10. Makanan Penutup
Menyantap makanan manis setelah makan hidangan utama dapat mengganggu proses pencernaan. Terlebih jika hidangan utamanya mengandung protein atau karbohidrat. Begitu makanan manis kita santap,  semua proses pencernaan akan berhenti dan proses pembusukan pun dimulai. Makanan manis, yang mengandung tepung, buah dengan cita rasa manis sebaiknya jangan dikonsumsi beberapa jam setelah menyantap makan besar yang mengandung protein dan karbohidrat.

Yang pasti aturan ini mustahil bisa diikuti setiap saat. Tapi dengan memperhatikan kombinasi makanan dan mencoba makan sesuai pedoman food combining, pencernaan tubuh akan optimal. Pada waktu makan, cobalah setidaknya mengikuti satu atau dua aturan ini serta memilih makanan sehat. Selain meningkatkan metabolisme tubuh juga bisa mencegah dan mengatasi penyakit kronis. (red)

Instagram