Health

Ada beberapa orang yang kerap berjalan dalam tidurnya (sleepwalking). Berbahayakah kondisi ini?
Posted on May 29, 2021   |   Branding
Sleepwalking, Berbahayakah?

Sleepwalking, alias berjalan-jalan dalam keadaan tidur, dalam istilah medisnya disebut somnambulisme. Meskipun namanya sleepwalking, perilaku yang dilakukan bisa juga hanya duduk di atas tempat tidur, berbicara atau bergumam saat tidur, buang air kecil tidak di tempat yang seharusnya, atau melakukan perilaku berulang seperti membuka dan menutup pintu. 

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Saat tidur, otak akan melalui 5 fase tidur, yaitu fase 1, 2, 3, 4, dan REM (Rapid Eye Movement). Setiap siklus berdurasi sekitar 90-100 menit. Gangguan sleepwalking terjadi saat seseorang memasuki fase tidur 3 dan 4, yaitu sekitar 1-2 jam setelah terlelap, dan berlangsung selama beberapa detik hingga 30 menit. 

Gangguan ini lebih sering dialami oleh anak-anak dibanding orang dewasa, dan terjadi hingga ia memasuki awal masa remaja. Penyebabnya antara lain karena kelelahan atau kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, sakita atau demam, sedang dalam pengobatan media tertentu, atau stress. 

Bila anak Anda mengalami gangguan ini, tuntun ia kembali ke tempat tidur dengan lembut. Jika dibangunkan ia akan merasa bingung dan mengalami disorientasi selama beberapa menit. Tidak diperlukan penanganan khusus kecuali bila gangguan ini kerap terjadi dan membuat anak kurang tidur, sering mengantuk, atau sampai melakukan perilaku yang beresiko membahayakan. Jika sudah demikian, bawalah ke dokter. (red)

Instagram