Baby & Kids

Ternyata makanan bukan hanya baik bagi tumbuh kembang bayi dan anak-anak, namun juga berfungsi sebagai terapi
Posted on May 20, 2021   |   Branding
Food Theraphy Bagi Anak Yang Malas Makan

Duh sedihnya bila Si Kecil sakit. Sudah badan terasa tak enak, tak mau makan pula. Justru hal terakhir inilah yang paling dikhawatirkan para ibu. Karena gerakan tutup mulutnya ini malah membuat sakitnya semakin menjadi.

Ternyata makanan bukan hanya baik bagi tumbuh kembang bayi dan anak-anak, namun juga berfungsi sebagai terapi (penyembuh atau pereda) saat mereka sakit.  Ingin tahu apa saja makanan yang dikategorikan sebagai food therapy? Mari kita kulik lebih jauh. 

DEMAM

Jangankan bayi atau anak-anak, orang dewasa yang mengalami demam karena flu, pilek pun seringkali merasa tak nyaman akan tubuhnya. Makanan senikmat apapun jadi terasa hambar dan selera makan langsung lenyap seketika. Keadaan ini semakin memperparah kondisi bayi atau anak yang susah makan. Tak jarang mereka akan melancarkan aksi GTM (Gerakan Tutup Mulut). Karena itu, sebaiknya pilih makanan yang ‘bersahabat’ dengan tubuh Si Kecil, saat ia mengalami demam. Berikut adalah beberapa makanan yang bisa membantu mempercepat kesembuhan anak saat ia mengalami demam.

1. Sup Ayam
Sejak dulu sup ayam dipercaya sangat baik untuk penyembuhan pilek atau demam. Ayam mengandung asam amino (cysteine) yang membantu mencairkan lendir di paru-paru sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sup ayam juga membuat saluran pernapasan lebih lega, mencegah dehidrasi dan mengatasi peradangan di tenggorokan. 

2. Teh Hangat
Cairan hangat mampu menghangatkan tenggorokan yang sakit dan memperbaiki sistem pencernaan yang terganggu. Minumlah teh yang baru diseduh karena masih mengandung banyak antioksidan untuk melawan infeksi sekaligus menguatkan daya tahan tubuh dan melegakan hidung mampet. Tentunya ini hanya berlaku untuk anak-anak, bukan untuk bayi. 

3. Buah Citrus
Kelompok buah citrus seperti jeruk oranye, lemon atau jeruk nipis kaya akan vitamin C yang berkhasiat menyembuhkan flu. Lapisan putih tipis seperti jaring, yang biasa melapisi buah oranye, lemon atau jeruk Bali saat dikupas ternyata memiliki kandungan flavonoid yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat penyembuhan.

DIARE

Penyakit ini kerap menyambangi pencernaan dengan pola makan yang salah. Pada anak-anak dan bayi, diare bisa juga disebabkan karena faktor alergi atau laktosa intolerensi. Jangan khawatir, beberapa makanan dan minuman di bawah ini bisa menjadi penawarnya:

1. Biskuit atau Kraker 
Saat terkena masalah pencernaan, baik itu maag, mual atau diare, konsumsilah makanan ringan yang sehat. Kraker atau biskuit tanpa atau sedikit garam mudah dicerna tubuh. Makanan berkarbohidrat ini bisa mengurangi rasa mual dan membantu menstabilkan pencernaan. Biasanya akan sangat membantu setelah muntah karena terasa nyaman di perut. 

2. Pisang
Pisang kaya akan potasium yang bisa menstabilkan pencernaan setelah buang-buang air. Buah ini mudah dicerna, membantu menurunkan temperatur tubuh dan menggantikan elektrolit yang hilang karena diare.

3. Air Putih
Penderita diare seringkali mengalami dehidrasi baik ringan atau berat. Solusi terbaik adalah dengan minum banyak air putih. Hindari minum teh pahit untuk meredakan diare. Mitos ini sangat berbahaya, karena teh yang sifatnya asam justru akan memperparah diare.

ASMA

Tahukan Anda bahwa asma bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat? Bagi ibu yang anaknya kebetulan menderita asma tentu akan terbantu dengan membiasakan anak mengkonsumsi aneka makanan ini. Lantas makanan apa saja yang bagus dikonsumsi untuk mencegah dan mengatasi penyakit asma, terutama pada anak-anak?

1. Alpukat
Buah berdaging kuning ini ternyata mengandung L-glutathione, kandungan anti-asma yang berfungsi sebagai pelindung sel, mencegah kerusakan akibat radikal bebas, serta detoksifikasi tubuh untuk berbagai zat yang berbahaya. L-glutathione ini juga dapat membantu memperbaiki usus yang rusak. Ini merupakan proses yang mencegah terjadinya asma.

2. Bayam
Sayuran hijau kegemaran Popeye ini sangat kaya akan zat besi. Dengan mengonsumsi bayam, risiko asma akan berkurang pada penelitian yang dilakukan terhadap 68.535 wanita. Bayam yang biasa dimasak menjadi sayur bening ini juga kaya akan vitamin C, betakeroten, dan magnesium yang dibutuhkan tubuh. Penderita asma umumnya kekurangan magnesium, sehingga mengonsumsi bayam yang mengandung magnesium membantu mencegah asma.

3. Kubis

Sayuran berwarna putih yang sering ditemukan dalam sup atau campuran capcay ini juga bisa mengusir asma. Kubis adalah sumber vitamin C yang mampu menangkal radikal bebas dalam proses kontraksi otot polos pada saluran napas dalam. Selain itu, fitokimio beta-karoten yang dikandungnya juga merupakan antioksidan yang bisa mencegah dan mengurangi gejala penyakit asma.

4. Brokoli
Sayuran hijau tua ini ternyata juga ampuh mencegah asma pada anak. Sebuah penelitian di UCLA’s David Geffen School of Medicine, Amerika Serikat dilakukan dengan memberi senyawa yang mengandung brokoli selama 3 hari kepada sekitar 100 balita dan orang dewasa penderita asma. Dari penelitian ini ditemukan bahwa kadar enzim dalam brokoli yang memiliki sifat antioksidan dalam saluran pernapasan meningkat. Antioksidan ini juga bisa melindungi saluran pernapasan dari radikal bebas, polusi udara, asap rokok, dan asap kendaraan. (red)