Tips & Tricks

Memiliki keluarga yang hangat tentu dilandasi rasa nyaman. Dari situ muncul rasa kedekatan satu sama lain. Kedengarannya memang ideal, tapi bisakah itu semua dicapai dengan seabrek aktivitas masing-masing anggota keluarga?
Posted on May 09, 2021   |   Branding
Intim Bersama Keluarga Yuk!

Rasanya memang mustahil untuk menciptakan kehangatan dalam sebuah keluarga. Waktu menjadi kendala yang sangat klasik sebagai suatu alasan. Kira-kira begini: waktu kerja Anda, aktivitas sang ibu dan banyaknya kegiatan anak bersama teman-temannya, menjadi sebuah proses tak terjangkaunya kesepakatan untuk mendapatkan keintiman keluarga satu sama lain.

Mari mengkilas-balik sejarah Anda saat mengawali kehidupan pernikahan dengan istri atau suami: Anda mengenal dirinya mungkin kurang dari setahun alias baru beberapa bulan – atau ya bisa jadi setahun lebih. Dalam kurun waktu yang terbilang singkat tersebut, Anda dan pasangan harus mengenal-menggali diri satu sama lain. Proses tersebut belumlah kelar, lahirlah Si Kecil (setelah Anda berdua menikah, tentunya). Hadirnya Si Kecil menjadi episode lain dalam hubungan Anda berdua – di saat Anda dan pasangan belum selesai mengenal satu sama lain, sosok Si Kecil hadir dengan pribadinya sendiri.

Interaksi Anda dan pasangan pun diwarnai dengan sosok Si Kecil yang membutuhkan perhatian khusus. Kedekatan dengan sang istri atau suami mulai terpecah (terbagi) sedikit demi sedikit, perhatian pada diri satu sama lain bisa jadi mulai berkurang. Hal ini masih terbagi lagi dengan waktu bekerja Anda berdua untuk mencukupi kebutuhan rumah-tangga. Total Anda hanya memiliki sedikit waktu di pagi hari, beberapa jam di malam hari, dan 48 jam di akhir pekan, untuk mengobrol dan melakukan aktivitas bersama-sama. Sekali lagi kendalanya: waktu.

Dimanakah letak posisi keintiman keluarga? Ada. Tapi itu membutuhkan sebuah niat sederhana berbalut semangat untuk mewujudkannya. Terimakasih pada teknologi yang sudah melekat erat. Selular yang ada menyertai Anda kemana-mana tentu bisa menjadi ‘senjata keintiman keluarga’ yang ampuh. Memberikan perhatian pada ibu dengan meneleponnya menjadi pilihan tepat. Tak hanya itu, cobalah untuk menelepon Si Kecil di rumah (jika Anda merasa kalau dirinya belum pantas memiliki selular sendiri), tanyakan kondisinya dan rencananya hari itu mau kemana saja. Sesederhana itu.

Masih dengan niat berbalut semangat mewujudkannya, begitu tiba akhir pekan, usahakan segala pekerjaan kantor tidak ada di kepala Anda. Dengan begitu Anda menjadi leluasa menciptakan waktu kebersamaan yang sehat, menyenangkan dan tentu membawa keluarga menjadi lebih intim lagi.

Yang harus dilakukan :

Tak ada yang sulit jika niat untuk mewujudkan ada dalam diri. Lakukan beberapa hal ini agar seisi rumah menjadi hangat dan menyenangkan.

-    Kecup kening sang istri sebelum berangkat dan sepulangnya dari kantor. Atau Anda, para ibu, jangan sungkan mencium tangan sang ayah. Tindakan mesra ini tak hanya berefek pada Anda berdua, tapi Si Kecil bisa mendapatkan rasa aman dan nyaman begitu melihatnya.

-    Tetap lakukan aktivitas yang biasa dilakukan semasa Anda masih berpacaran. Jika Anda berdua suka menonton film, silakan mengambil waktu sejenak di akhir pekan atau di malam Sabtu, menonton berdua dengan pasangan di sinema. Setelah itu Anda bisa candle-light dinner dengan intimnya. 

-    Jadilah pendengar yang baik. Ya, bercerita atau mengobrol satu sama lain adalah poin komunikasi intim yang tetap harus dilakukan, termasuk mendiskusikan banyak hal. Modalnya hanya satu: jadilah pendengar yang baik – agar diri pasangan merasa nyaman saat berbagi cerita.

-    Bercanda adalah salah satu senjata keampuhan hubungan yang intim. Bercanda bisa mencairkan suasana Anda dan pasangan. (GO)