Tips & Tricks

Seperti kehidupan, masa kanak-kanak pun dipenuhi dengan kompetisi.
Posted on Apr 17, 2021   |   Branding
Mendorong Anak Bersaing secara Sehat

Persaingan sebenarnya bagus untuk kita semua. Hal itersebut akan memotivasi kita untuk terus memperbaiki diri dan menjadi lebih baik. Berikut tips membantu Si Kecil untuk berkompetisi secara sehat dengan teman-temannya.

Seperti kehidupan, masa kanak-kanak pun dipenuhi dengan kompetisi. Anak-anak bersaing memperebutkan perhatian dari orangtuanya. Mereka bersaing dengan teman untuk melakukan sesuatu lebih baik atau lebih cepat. Anak-anak bersaing di sekolah untuk mendapatkan nilai bagus dan sebagainya. Sama sekali tidak ada yang salah dengan persaingan yang sehat. Bahkan, persaingan sesungguhnya bagus untuk kita semua. Sebab, kompetisi membuat kita termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan menjadi lebih baik dalam hal apapun yang ingin kita lakukan.

Persaingan yang sehat memiliki banyak manfaat untuk buah hati kita,antara lain:

1. Anak belajar untuk mengenali kemampuan diri serta batasan yang ia miliki.

2. Anak belajar mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

3. Anak belajar menjadi yang terbaik dan belajar tentang etika kerja yang kuat saat bekerja sama dalam sebuah tim.

4. Mengembangkan kepercayaan diri anak.

5. Memotivasi anak untuk bekerja keras.

6. Persaingan juga mengajarkan pelajaran berharga bagi anak-anak tentang sportivitas, pentingnya persiapan dan disiplin.

7. Anak belajar menghargai kemenangan, belajar menerima kekalahan dan bangkit dari kekalahan.

8. Dan yang terpenting, dengan persaingan anak belajar tentang kesiapan menghadapi tantangan dalam kehidupan mereka di masa depan.

Lantas, bagaimana mendorong anak agar berkompetisi atau bersaing secara sehat? Berikut, beberapa hal yang harus orangtua lakukan:

1. Mengajarkan anak untuk menyiapkan diri dengan baik

Mengikutsertakan anak pada lomba merupakan salah satu cara agar anak dapat berkompetisi. Saat anak akan mengikuti lomba, bantu ia untuk mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Misalnya anak akan mengikuti lomba menggambar, bantu anak untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan serta merawat alat tersebut. Dorong anak untuk berlatih secara intens. Katakan pada anak, bahwa rajin latihan akan menjadikannya siap menghadapi lomba atau kompetisi tersebut.

2. Memberikan motivasi

Selalu memberikan motivasi dan semangat bahwa ia mampu menyelesaikan kompetisi dan menjadi yang terbaik.

3. Menanamkan nilai baik

Beritahu anak Anda bahwa memenangkan persaingan dengan curang bukanlah hal yang baik. Tekankan padanya, bahwa penting untuk bekerja sama sebagai sebuah tim dan menyelesaikan semuanya secara bersama-sama.

4. Fokus pada usaha, bukan hasil

Tanamkan pada diri anak bahwa kemenangan di dalam sebuah kompetisi bukan menjadi fokus utama. Kompetisi adalah bagaimana melatih rasa percaya diri. Katakan pada mereka bahwa kalau atau menang adalah hal yang biasa dalam kompetisi.

5. Tidak membandingkan diri

Ajarkan anak untuk tidak membanding-bandingkan diri dengan temannya, atau menghakimi temannya. Ingatlah tujuan mendidik anak berkompetisi bukan untuk saling bersaing agar anak senantiasa menjadi nomor satu sehingga anak tidak memiliki rasa setia kawan dengan teman-temannya.

6. Belajar dalam menerima hasil

Beri pengertian pada anak dalam sebuah kompetisi, menang atau kalah adalah hal yang  biasa. Jelaskan pada anak jika ia menang berarti ia telah berhasil melewati tantangan yang diberikan. Dan jika anak kalah, katakan bahwa hal itu bukan berarti ia tidak mampu melakukan dengan baik, namun ada anak lain yang memiliki kemampuan lebih baik dari dirinya, sehingga ia sapat menjadikan kekalahan sebagai motivasi agar anak menjadi lebih baik lagi. (red)