Maternity

Memberi ASI pada bayi prematur ternyata sangat bermanfaat seperti menurunkan angka infeksi telinga dan juga membantu menurunkan berat badan ibu pasca melahirkan
Posted on Apr 10, 2021   |   Branding
Manfaat ASI bagi bayi prematur

Menyusui bayi terlahir prematur ternyata memberikan berbagai manfaat, seperti menurunkan angka kejadian infeksi telinga pada bayi hingga membantu menurunkan berat badan pada ibu pascapersalinan. Menyusui pada bayi prematur tidak hanya memberikan manfaat seperti bayi cukup bulan yang diberikan ASI, namun bayi prematur juga menerima sejumlah manfaat khusus dari ASI, yang memang dibutuhkan bayi yang lahir belum cukup bulan. 

Bila memiliki bayi prematur, pastikan untuk memberikannya ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya. Hal ini dikarenakan ASI kaya akan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang bayi dan mampu melindungi bayi dari beragam penyakit.

Bayi prematur memiliki sistem saluran cerna yang belum sempurna, dan ASI merupakan makanan terbaik bagi saluran cerna mereka yang masih lemah. Sejumlah studi menunjukkan bahwa bayi prematur mencerna ASI lebih baik dibandingkan susu formula. Protein ternyata sulit dicerna oleh usus bayi yang belum sempurna. 

Sebagian besar bayi prematur berisiko terkena infeksi yang kadang-kadang bisa menjadi masalah serius sehingga manfaat sistem kekebalan tubuh dari ASI sangat membantu bayi prematur. Karbohidrat pada ASI membantu mencegah penempelan bakteri pada membran mukosa bayi, sehingga bayi yang mendapat ASI jarang sakit. Perlindungan terhadap penyakit tertentu merupakan manfaat yang bisa dipetik bayi prematur yang mendapatkan ASI. 

Seiring tumbuh kembang bayi, manfaat ASI pada bayi prematur juga akan bertambah. Meskipun hubungan antara sistem imunitas ibu dan bayi tidak bisa dipahami, ibu meneruskan  antibodi kepada bayi melalui ASI. Jika ibu dan bayi terkena flu, sistem imunitas ibu akan mengirimkan antibodi yang akan melawan flu tersebut melalui ASI. Mengingat bayi prematur lebih mudah sakit, manfaat sistem kekebalan ini penting artinya bagi mereka. Bayi prematur yang diberi ASI juga mendapatkan manfaat nyata secara intelektual. Bayi prematur umumnya berisiko mengalami kelambatan perkembangan mental sehingga manfaat kognitif dari ASI penting bagi kecerdasan mereka. 

Bayi yang mendapatkan ASI di awal kehidupan mereka terlihat memiliki fungsi kecerdasan yang lebih baik saat menginjak usia batita. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dengan berat badan rendah yang mendapatkan ASI (bahkan jika dikombinasikan dengan formula) mendapatkan angka yang lebih tinggi pada perkembangan kecerdasannya di usia 30 bulan. Sementara bagi ibu, memberikan ASI untuk bayi (prematur) juga memberikan manfaat ekstra. Bayi prematur uumnya dirawat di ruangan khusus, NICU, yang kerap membuat ibu merasa terintimidasi atau tidak berdaya. Memberikan ASI pada bayi prematur merupakan hal penting yang bisa dilakukan ibu, yang tak bisa dilakukan peralatan di rumah sakit. Dengan menyusui, ibu membakar kelebihan kalori sehingga mempercepat proses pemulihan bentuk badan sebelum hamil. Hormon yang dihasilkan saat menyusui membuat rahim kembali ke ukuran semula dengan lebih cepat. 

Tips memberi ASI 

Apabila Si Kecil tidak dapat menelan atau mengisap susu dari dot, pemberian ASI perlu dilakukan melalui selang makan yang akan dimasukkan oleh dokter ke lambung Si Kecil melalui mulut (OGT) atau melalui hidung (NGT). Namun, bila Si Kecil dapat menyusu langsung dari payudara, ada beberapa tips yang dapat ibu lakukan agar ia dapat memperoleh ASI secara cukup:

1. Bersabar 
Bayi prematur umumnya membutuhkan waktu lebih lama daripada bayi cukup bulan untuk membiasakan diri menyusu langsung dari payudara. Namun, jika Mama tetap bersabar dan telaten menyusui Si Kecil, refleksnya dalam mengisap akan lebih cepat berkembang.

2. Pilih posisi 

Pilihlah posisi menyusui yang tepat agar ibu dan Si Kecil nyaman. Pastikan posisi kepala Si Kecil lebih tinggi daripada posisi badannya supaya ia lebih mudah menelan ASI.

3. Metode kangguru
Saat menyusui Si Kecil, ibu bisa sekaligus melakukan metode kanguru, yaitu menggendong atau mendekap bayi di mana kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit ibu. Metode ini dapat membantu meningkatkan produksi ASI dan membuat bayi menyusu lebih banyak. (red)