Citybuzz

Sudah lebih dari setahun Indonesia dan dunia mengalami pandemi covid 19. Berbagai program telah diberikan pemerintah Indonesia termasuk bantuan kepada masyarakat tidak mampu dalam menghadapi krisis ini
Posted on Mar 24, 2021   |   Branding
Dampak Covid-19 terhadap Kehidupan Sosial Indonesia

Sudah lebih dari setahun Indonesia dan dunia mengalami pandemi covid 19. Berbagai program telah diberikan pemerintah Indonesia termasuk bantuan kepada masyarakat tidak mampu dalam menghadapi krisis ini, namun belum seluruhnya berjalan dengan maksimal. Melihat hal ini, pada tahun 2021, pemerintah melalui Kementrian Sosial bertekad untuk menjalankan program perlindungan sosial yang inklusif, efektif, responsif dan adaptif. Hal ini terwujud dalam paparan yang dilakukan dalam acara webinar yang bertajuk “Perlindungan Sosial dalam Respon Covid-19: Perlindungan dan layanan sosial yang inklusif yang diselengarakan UNICEF bekerjasama dengan Kementrian Sosial Indonesia pada selasa 23 Maret 2021.

Dalam pemaparannya Mentri Sosial Tri Rismaharini mengatakan kelompok masyarakat yang paling terdampak pandemi Covid-19 adalah ibu rumah tangga dan anak-anak. Dirinya menekankan pentingnya memberikan perhatian terhadap kelompok ini dimasa pandemi ini. “Ibu ibu rumah tangga berperan lebih banyak terdampak. Dalam arti selain ibu rumah tangga, mereka juga harus menjadi guru karena anak-anak harus belajar di rumah. Kita juga harus mencari terobosan supaya anak-anak bisa beraktivitas. Jangan sampai pandemi mengubah anak-anak menjadi individu egois karena kurangnya bersosialisasi dengan teman-temannya,” Jelas ibu Risma dalam Webinar ini.  

Sementara itu Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos, Kanya Eka Santi mengatakan, “Bersama UNICEF kami mengembangkan pedoman melindungi anak dari ancaman Covid-19 di level lembaga. Tujuannya sebagai acuan bagi pengurus, pengelola atau pengasuh dan anak-anak dalam menjaga keselamatan dan kesehatan khususnya di masa darurat pandemi.” 

Pandemi yang melanda dunia ini telah berimbas pada beragam hal, termasuk rumah tangga dan anak-anak. Bahkan PBB memperkirakan lebih dari 200 juta orang akan jatuh miskin akibat pandemi ini. Disisi lain lewat survei yang dilakukan UNICEF, UNDP dan Prospera terungkap pandemi berdampak negatif terhadap keluarga dan anak-anak. 

Mengenai hal ini Wakil Respresentatif UNICEF di Indonesia, Robert Gass mengatakan, “ 75% dari rumah tangga dengan anak-anak mereka menghadapi kekurangan pangan dan 13% dengan anak-anak dibawah usia 5 tahun belum divaksinasi. Selain itu survei lainnya mereka tidak mempunyai internet dan ini merupakan peluang untuk belajar dan ini harus segera ditangani. Peluasan dari program perlindungan sosial untuk kesejahteraan anak, terutama dalam nutrisi yang cukup dan juga akses terhadap kesehatan, dan juga edukasi yang bisa mendukung studi yang dilakukan pada dampak Covid terhadap anak-anak yang kurang mampu.”

Untuk diketahui pencapaian dari program UNICEF bersama Kemensos antara lain terdiri atas 10 kegiatan, mulai dari pemetaan anak-anak yang rentan terdampak Covid-19 dan mengaitkan dengan akses dukungan sosial, termasuk anak-anak di panti asuhan. Kedua, mengembangkan pedoman untuk pekerja sosial dan materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) untuk Lembaga.
Ketiga, pelatihan kepada pekerja sosial terkait penyusunan panduan dan pelaksanaan pemetaan lembaga pengasuhan anak. Keempat, pelatihan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Petugas ProgramKeluarga Harapan (PKH), Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI), Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A).
Kelima, melaksanakan sesi TEPAK (Temu Penguatan Anak & Keluarga - Sesi Pembinaan Anak & Keluarga) dengan fokus pada parenting yang baik, Praktek Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pencegahan KVA dan penguatan ekonomi rumah tangga.
Keenam, pemetaan terhadap anak-anak yang rentan di 35 Kabupaten/Kota dengan menggunakan aplikasi berbasis website. Ketujuh, penguatan kapasitas SatGas COVID-19 terutama dalam konteks perlindungan anak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kedelapan, analisa dan budget monitoring untuk anak dalam program perlindungan sosial di tingkat provinsi. Kesembilan, menyusun prototype of Rapid-Pro untuk memfasilitasi komunikasi dua arah dengan penerima manfaat program perlindungan sosial. Kesepuluh, menyusun Media Pembelajaran: Komunikasi Antar Pribadi untuk TAGANA, Pelopor Perdamaian, Pendamping PKH. (red)

foto: unicef indonesia