Citybuzz

Perawatan terpadu paska melahirkan (integrated postnatal care) merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Posted on Mar 10, 2021   |   Branding
Perawatan Terpadu Perlu dilakukan Pasca Melahirkan

Perawatan terpadu paska melahirkan (integrated postnatal care) merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan. Perawatan paska melahirkan tidak hanya mempercepat pemulihan Ibu dan mencegah komplikasi setelah melahirkan, tetapi juga akan meningkatkan kualitas hubungan Ibu dan bayi serta keluarga pada umumnya. 

Hari-hari dan minggu-minggu pertama setelah persalinan (periode post-natal) merupakan  fase kritis bagi kehidupan ibu dan bayi yang baru lahir. Sebagian besar kematian Ibu dan bayi terjadi dalam periode ini, namun justru periode ini yang paling diabaikan oleh sebagian orang. 

Bayi yang meninggal dalam 28 hari pertama kelahiran menderita kondisi dan penyakit yang terkait dengan kurangnya perawatan berkualitas saat lahir dan perawatan setelah lahir dan pada hari-hari pertama kehidupan. Menurut angka WHO baru-baru ini, diperkirakan ada 303.000 kematian ibu setiap tahun dan sebagian besar kematian ini terjadi setelah melahirkan.

Melihat hal tersebut, Klinik Health360 Indonesia yang merayakan hari jadinya yang  pertama pada 9 Maret 2021 lalu, berkomitmen untuk memberikan fasilitas layanan terpadu paska melahirkan. Untuk diketahui Klinik Health360 Indonesia menghadirkan layanan dan perawatan Obstetri Ginekologi, Kejiwaan dalam satu klinik. Hal ni menjadikan Klinik Health360 Indonesia sebagai  Postnatal care center pertama di Indonesia.

dr. Ni Komang Yeni DS, Sp.OG, MM, MARS, CEO Klinik Health360 Indonesia dalam sambutannya di acara Virtual Press Conference mengatakan, “Masa pasca persalinan adalah fase kehidupan baru bagi seorang perempuan. Penelitan menunjukkan 1 dari 7 perempuan, mengalami depresi atau kecemasan (anxiety) selama kehamilan atau pasca melahirkan, kelelahan, gangguan nafsu makan atau tidur, perubahan suasana hati, perasaan kewalahan mengurus bayi dan disfungsi seksual. Hal-hal tersebut diatas seringkali terlewatkan pada saat pemeriksaan pasca melahirkan. Peran suami, orang tua, teman atau support system lainnya yang kita miliki, bisa kita jadikan tempat untuk berbagi. Para support system ini pun harus bisa menjadi pendengar yang baik segera mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada ibu pasca melahirkan agar bisa segera mencarikan solusi terbaik bagi ibu. Ibu yang bahagia akan mencetak anak dan keluarga yang berbahagia juga. Happy wife – happy life.”

Dilain sisi  dr. Ivan Sondakh, Sp.OG, Dokter Spesialis Obgyn Klinik Health360 Indonesia dalam mengemukakan, “Setiap kehamilan memiliki keunikan tersendiri dan kebutuhan klinisnya dapat berubah selama periode kehamilan, persalinan dan paska melahirkan. Perawatan Ibu setelah melahirkan harus dilakukan secara menyeluruh, baik secara fisik, psikologis, dan sosial. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan setelah melahirkan dan kontak dengan dokter kandungan antara 3 minggu pertama persalinan, dan pada 12 minggu setelah melahirkan. Diharapkan para Ibu juga mengetahui tanda-tanda dan 
masalah yang mungkin terjadi paska melahirkan. Agar tercapai kesehatan fisik, emosional, dan psikologis terbaik untuk setiap individu dan bayi baru lahir dibutuhkan pendekatan berbasis hak asasi manusia. Tidak hanya mencegah kematian dan morbiditas ibu, tetapi memprioritaskan perawatan dan kesejahteraan yang berpusat pada kualitas hidup individu."

“Periode pasca melahirkan merupakan masa yang membahagiakan sekaligus tantangan bagi  ibu dan anggota keluarga lainnya. Pada fase ini, segala tantangan yang dialami harus menjadi  tanggung jawab bersama. Komunitas memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman  postnatal yang positif, termasuk pasangan, keluarga dan orang tua,” ia menambahkan.


Dalam presentasinya, dr.Ivan  juga menerangkan, “Periode pasca melahirkan merupakan peluang penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi: mendukung perilaku sehat, memberikan pendidikan keterampilan hidup, memfasilitasi proses menyusui, memberikan konseling kepada wanita tentang pilihan KB, mendukung kesehatan mental yang baik, mencegah dan mengobati komplikasi terkait persalinan. Jadi fasilitas kesehatan harus 
mendukung Ibu, bayi dan support system lainnya secara fisik, psikologis, sosial dan emosional melalui peristiwa kehidupan baru yang signifikan ini.”

Kesehatan mental para Ibu pasca melahirkan sama pentingnya dengan kesehatan fisik, tetapi hal ini sering kali tidak menjadi perhatian utama bagi para ibu serta keluarganya. Masalah mental pada Ibu perlu menjadi perhatian karena hal ini dapat berdampak pada caranya 
mengasuh dan merawat bayinya, serta memengaruhi keseluruhan fungsi mereka sebagai ibu dan istri, serta pekerjaannya sehari-hari.

Selain kedua dokter tadi, dr. Daniella Satyasari, Sp.KJ, Spesialis Kedokteran Jiwa Klinik Health360 Indonesia menjelaskan, “Baby blues syndrome, depresi dan cemas postpartum merupakan hal yg paling 
sering terjadi pada para ibu paska melahirkan. Sebelum mengatasinya, perlu dipahami terlebih dahulu apa saja jenis-jenis gangguan, apa saja gejala-gejalanya, penyebabnya, serta apa treatment yang harus dilakukan. Perubahan hormon tidak dapat dicegah, tetapi awareness keluarga serta kerabat sekitar dapat menjadi kunci dalam mengatasi gangguan mental pada ibu yang baru melahirkan.Dukungan emosi dan fisik dari suami, keluarga serta kerabat sekitar dapat membantu 
pencegahan gangguan mental, termasuk pencegahan memburuknya situasi serta kondisi mental ibu, serta membantu untuk saling beradaptasi dalam menghadapi situasi yang baru ini. Hal sesederhana membantu mengurus bayi secara bergantian, memahami bila istri 
sedang kelelahan atau dalam keadaan emosi juga dapat membantu para ibu terhindar dari gangguan mental postpartum."


Pada kesempatan yang sama, dr. Patricia Halim Puteri, Sp.GK, Spesialis Gizi dari Klinik Health360 Indonesia menjelaskan bahwa terdapat beberapa perubahan pada fisik ibu pasca melahirkan, yaitu perubahan berat badan, perubahan bentuk payudara, perubahan pada 
uterus, vagina dan vulva, menjadi sulit menahan buang air kecil, muncul stretch mark pada bagian tubuh tertentu serta kerontokan rambut. 
Ia menerangkan, “Perawatan pada masa postnatal bersifat holistik. Dokter spesialis Gizi Klinik kami lebih mengutamakan kesehatan ibu dan tidak menyarankan diet ketat tanpa pengawasan dari dokter spesialis gizi klinis selama proses pemulihan. Diet ketat dapat 
mengurangi produksi ASI, pemantauan penurunan berat badan yang terarah sesuai dengan kebutuhan metabolisme ibu yang menyusui dan adanya penyembuhan luka operasi atau jahitan jalan lahir pasca melahirkan." 

Melihat semua hal tadi  dr.Yeni kembali menjelaskan, “Kebanyakan Ibu yang baru melahirkan sering kali merasa bingung dalam pemeriksaan lanjutan kesehatannya, karena kurangnya informasi mengenai pemeriksaan dan perawatan lanjut pasca melahirkan. Padahal, ada banyak risiko serta permasalahan yang timbul paska melahirkan dan dibutuhkan penanganan secara terpadu dari masing-masing dokter spesialis. Klinik Health360 Indonesia hadir sebagai one stop solution center bagi para ibu pasca melahirkan, para bayi serta keluarganya. Kami menyadari mereka membutuhkan pelayanan ekstra untuk memastikan mereka dalam kondisi yang baik dan dapat beradaptasi setelah melahirkan, mulai dari segi fisik, mental, hingga kebugaran." (red)