Baby & Kids

Mengutarakan pendapat dan mengekspresikan diri adalah salah satu kunci penting bagi anak - anak, khususnya pada anak yang sedang memasuki fase pencarian jati diri.
Posted on Dec 30, 2020   |   Branding
Pendapat Anak Juga Penting Untuk Didengar

Mengutarakan pendapat dan mengekspresikan diri adalah salah satu kunci penting bagi anak - anak, khususnya pada anak yang sedang memasuki fase pencarian jati diri.

Tahukah orang tua kalau mendengarkan pendapat anak akan memberikan dampak besar bagi masa depan mereka? Melakukan komunikasi yang baik sejak dini dapat membantu mengembangkan dan mengasah potensi yang ada dalam diri anak anda. Anak yang pendapatnya sering didengar tentu akan memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi. Hal ini juga membantu proses pembentukan harga diri dan konsep diri anak secara positif di lingkungannya. Anak yang pemalu di depan umum bisa saja disebabkan karena kurangnya komunikasi yang baik dengan orang tua.

Keluarga sebagai lingkungan pertama anak tumbuh dan berkembang menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter anak. Ketika anak tidak didengar, mereka akan belajar untuk tidak mendengar. Tanpa disadari, kebiasaan yang kita sering lakukan didepan anak akan mempengaruhi kepribadian anak di masa mendatang, mulai dari gaya bicara hingga tingkah laku anda. Kebiasaan mengadili dan mengkritik dapat menjadikan seorang anak kehilangan minat untuk bercerita, dan menyebabkan anak menjadi pribadi yang tertutup.

Sangat disayangkan karena masih banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya mendengarkan pendapat anak, khususnya orang tua yang sibuk bekerja sehingga mereka kurang memperhatikan anaknya. Di Indonesia sendiri khususnya di kota - kota besar, masih banyak orang tua yang mempercayakan babysitter untuk mengurus anak daripada mengurusnya sendiri. Ironisnya, dengan kesibukan orang tua intensitas waktu kebersamaan dan komunikasi dengan anak menjadi lebih sedikit. Akibatnya hubungan dan kedekatan antara orang tua dan anak merenggang. Hal inilah yang menyebabkan orang tua jarang mendengarkan anak, dan menciptakan jarak diantara mereka.

Vita (17), berpendapat bahwa sebagai anak terkadang merasa marah, sedih, dan kecewa saat pendapatnya tidak di dengarkan oleh orang tua. Namun terkadang Vita lebih memilih untuk tidak mengutarakan keinginannya daripada harus berargumen dengan orang tuanya. Ia merasa diumurnya yang sudah beranjak dewasa seharusnya orang tua lebih mempertimbangkan pendapat yang diutarakannya.

Pada kesempatan ini Vita juga mengutarakan harapannya agar kedepannya orang tua bisa lebih mendengarkan dan mengerti pendapat anak, karena tidak selamanya orang tua benar dan anak juga tidak selalu salah. Dengan lebih mendengarkan dan mampu memposisikan diri sebagai anak, ia berharap orang tua juga bisa lebih memahami apa yang dirasakan oleh anak dan kedepannya relasi antara anak dan orang tua dapat terjalin dengan baik. Apabila hal tersebut berhasil dilakukan, Vita yakin kedepannya konflik antara orang tua dan anak bisa diminimalisir. Orang tua memiliki peranan penting dalam setiap pembuatan keputusan bagi sang anak, namun pemikiran dan pendapat anak juga harus di pertimbangkan dalam menentukan keputusan yang diambil karena hal ini menyangkut tentang masa depan anak itu sendiri. 

Banyak sekali manfaat yang bisa di dapatkan dari mendengarkan pendapat anak. Ketika kita mendengarkan pendapat anak, mereka akan merasa aman, dilindungi,  dan hubungan antara orang tua dan anak jadi lebih erat. Semakin banyak kita berusaha untuk mendengarkan pendapat mereka, anak akan semakin percaya dan mau membuka diri untuk menceritakan keseharian mereka bahkan sebelum kita menanyakannya. Mendengarkan pendapat anak dan mencoba untuk memiliki komunikasi yang baik akan menghasilkan kepercayaan dan kemauan untuk bercerita dari anak tanpa rasa ragu dan kekhawatiran.

Terkadang apa yang dianggap orang dewasa sebagai sebuah hal kecil, memiliki arti yang sangat berarti bagi sang buah hati. Buktinya, dari suatu kebiasaan yang terkesan sederhana inilah sebuah perubahan besar terjadi. Ketika orang tua merasa sering tidak didengarkan oleh anak, mungkin itulah saatnya bagi kita untuk mulai mengoreksi diri mengapa anak dapat bertindak demikian. Dengan begitu kita sebagai orang dewasa memiliki peran penting dalam memberikan contoh dan cerminan yang baik bagi anak - anak dalam menjalani kehidupan sehari - hari khususnya di depan sang buah hati. (Stefanus Refael Marwin)