Citybuzz

Dalam rangka Hari Osteoporosis Sedunia tahun ini, CDR suplemen Kalsium dan Vitamin D dari Bayer beberapa waktu lalu menyerukan agar perempuan Indonesia mencegah Osteoporosis melalui kampanye 3S:
Posted on Oct 22, 2020   |   Branding
Cegah Osteoporosis dengan 3S

Dalam rangka Hari Osteoporosis Sedunia tahun ini, CDR suplemen Kalsium dan Vitamin D dari Bayer beberapa waktu lalu menyerukan agar perempuan Indonesia mencegah Osteoporosis melalui kampanye 3S: Saatnya mulai dari dini, Sediakan nutrisi dan terapkan pola hidup sehat, Suplementasi dengan Vitamin D dan Kalsium. 

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat luas dan langkah nyata untuk mencegah osteoporosis agar kesehatan dan kualitas hidup dapat terjaga. Osteoporosis merupakan penurunan kualitas dan kepadatan tulang yang dapat membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah. Nutrisi seperti Kalsium dan vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang. 

International Journal of Nutrition and Food Science Literatur: “Relevance of Calcium and Vitamin D in Supporting Bone Health: An Expert Panel Recommendation in Indonesia” menyebutkan bahwa Kalsium dan Vitamin D bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang; asupan Kalsium dan Vitamin D harus dimulai sejak dini; dan suplementasi dapat mengimbangi kekurangan asupan Kalsium dan vitamin D yang direkomendasikan setiap hari. 

The American Food and Nutrition Board (FNB) dan pedoman International Osteoporosis Foundation (IOF) menyatakan pentingnya Kalsium dan vitamin D dalam melindungi dan memelihara kesehatan tulang, dengan merekomendasikan peningkatan asupan kedua nutrisi tersebut seiring bertambahnya usia. Secara ilmiah, dijelaskan bahwa Kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis, di mana kalsium bertugas membangun dan memelihara tulang dan vitamin D bertugas membantu penyerapan kalsium yang efektif. Sinergi ini terbukti mengurangi risiko Osteoporosis.

Kinshuk Kunwar, Direktur PT Bayer Indonesia dan Country Head Consumer Health dalam sambutannya mengatakan, “Sejalan dengan visi Bayer: Health for all, hunger for none, Bayer dan CDR mengajak masyarakat Indonesia khususnya perempuan Indonesia untuk memahami dan mencegah Osteoporosis dengan 3S. Kampanye ini untuk meningkatkan kesadaran dan ajakan langkah nyata bagi masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan tulang dari dini agar kesehatan dan kualitas hidup tetap terjaga meskipun di usia lanjut.”

Di Asia, Osteoporosis merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum dan mahal, di mana kemajuan sosial ekonomi dibarengi dengan populasi penduduk yang menua dengan cepat. Di Asia Tenggara, Osteoporosis memiliki dampak yang parah pada kualitas hidup dan kemandirian penderitanya, dan merupakan beban sosial dan ekonomi yang cukup besar bagi individu, komunitas dan sistem kesehatan masyarakat. Di Indonesia, potensi Osteporosis bisa saja terus meningkat, mengingat diperkirakan 71 juta orang akan berusia di atas 60 pada tahun 2050.

“Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia: 32.3% perempuan di Indonesia mengalami osteoporosis. Persatuan Osteoporosis Indonesia bahkan memperkirakan sekitar 90% dari perempuan Indonesia mengalami osteopenia. Banyak faktor yang dapat menurunkan kepadatan tulang pada perempuan seperti saat kehamilan dan menyusui bahkan penurunan kadar hormone esterogen di masa menopause. Jika kondisi ini tidak dicegah dan ditangani dengan baik, maka dapat berpengaruh pada kualitas hidupnya. Perempuan memiki peran penting bagi keluarga dan pemberdayaan dirinya sendiri. Memiliki tulang yang sehat dan kuat akan membantu perempuan dalam menjaga kualitas hidupnya baik saat ini maupun di masa depan,” lanjut Kinshuk. 

Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko perempuan untuk terkena Osteoporosis 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Sebanyak 40,6% perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah, yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun ke depan saat mereka mencapai menopause. Proporsi risiko osteoporosis pada perempuan semakin tinggi setelah berusia 55 tahun, sebagian besar disebabkan adanya retak tulang pada perempuan yang berhubungan erat dengan perubahan metabolisme tulang pada umur post-menopause. 

Proses Osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang sehingga terkadang penderitanya tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi. Osteoporosis yang seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun. Studi yang dilakukan para Pakar di Indonesia tentang ‘Relevansi Kalsium dan Vitamin D untuk mendukung kesehatan Tulang memperkuat fakta bahwa sangat penting untuk mencegah Osteoporosis sejak usia muda.  

Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Ketua Peneliti Studi tersebut sekaligus Pakar Gizi Medik FKUI-RSCM menjelaskan,“Perempuan banyak mengalami fase dalam kehidupannya. Di setiap fase ini, kepadatan tulang dapat berkurang dan puncaknya saat seorang perempuan memasuki fase menopause, dimana kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium akan berkurang karena sudah tidak menghasilkan hormon esterogen. Perempuan hamil dan menyusui pun menjadi salah satu kelompok risiko Osteoporosis. 

Oleh karena itu, sesuai dengan kampanye 3 S, yakni S yang pertama, kini saatnya bagi perempuan Indonesia untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini. Namun sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah, padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting (S kedua) untuk untuk mencegah Osteoporosis”.

Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc., menekankan bahwa Kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk meningkatkan kesehatan tulang dalam jangka panjang. Ia menjelaskan, “Vitamin D terlibat dalam penyerapan kalsium di usus halus, tanpa asupan vitamin D yang cukup, bisa jadi penyerapan kalsium tidak maksimal. Vitamin D kemudian lebih mengoptimalkan dan menjaga kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD), dan meningkatkan kekuatan otot. Dengan demikian, sesuai dengan S yang ke 3, perempuan Indonesia dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi yang mengandung Kalsium dan Vitamin D tersebut,” 

“Suplementasi dalam proporsi yang memadai dapat mendukung hasil positif dalam kesehatan tulang. Literatur saat ini telah dengan jelas menunjukkan manfaat kalsium, vitamin D, dan kombinasi suplemen kalsium-vitamin D dalam memenuhi kesenjangan kebutuhan sehari-hari. Suplementasi kalsium harus selalu diperhatikan terutama untuk anak-anak, remaja, wanita hamil dan lanjut usia. Secara keseluruhan, kesadaran untuk menjaga kalsium tubuh pada masyarakat Indonesia masih rendah. Untuk itu perlu untuk terus menerus mendidik masyarakat,” ia menekankan.

dr. Suci Sutinah, Country Medical Lead Consumer Health Bayer Indonesia menyatakan, “Membantu masyarakat Indonesia untuk tetap sehat merupakan komitmen Bayer. Dengan kampanye 3S yang dicanangkan hari ini, CDR menekankan pentingnya pencegahan dini, hidup sehat, dan konsumsi suplemen kalsium dan vitamin D secara bersamaan agar perempuan Indonesia memiliki tulang yang kuat dan kualitas hidup terjaga.

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tulang, konsumsi suplemen yang tepat sangat diperlukan. CDR mengandung Kalsium dan Vitamin D tinggi dan bersinergi untuk menjaga kesehatan tulang. Selain itu, CDR juga dilengkapi kandungan lain seperti Vitamin C yang memegang peran penting dalam pembentukan tulang, serta Vitamin B6 yang mampu membantu menurunkan risiko kerusakan tulang dan mampu mengurangi mual pada ibu hamil.” “Selain suplementasi, gaya hidup yang sehat juga diperlukan. Untuk memaksimalkan vitamin D dan pembentukan tulang, konsumsi makan bernutrisi dan berolahraga teratur,” tutupnya. (red)

foto: providencemedical.com.au