Maternity

Saat sedang berbadan dua, Anda mungkin akan dibombardir oleh keluarga dan kerabat dengan hal-hal tabu, berikut saran dan informasi tentang kehamilan yang masih belum jelas benar tidaknya. Yuk, pilah informasinya!
Posted on Mar 29, 2019   |   Branding
Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan


Saat sedang berbadan dua, Anda mungkin akan dibombardir oleh keluarga dan kerabat dengan hal-hal tabu, berikut saran dan informasi tentang kehamilan yang masih belum jelas benar tidaknya. Yuk, pilah informasinya! 

 

Mitos kehamilan memang sudah sejak dulu kala. Kehamilan selalu diliputi oleh hal-hal  yang menjurus tahayul. Mulai dari mengidam yang aneh-aneh, hingga trik untuk menentukan jenis kelamin si jabang bayi. Mari cari tahu mengenai mitos dan fakta seputar kehamilan agar tidak keliru dalam penerapannya!

 

1. Ngidam

Jamak sekali ibu hamil mengalami yang namanya ngidam makanan. Biasanya asam, asin, manis dan pedas adalah cita rasa yang disukai ibu hamil. Dunia medis tidak mengenal istilah ngidam, sebab ngidam bukan berasal dari janin atau akibat perubahan hormonal pada ibu hamil. Jadi ngidam hanyalah mitos, dan tidak mempengaruhi kondisi bayi yang dilahirkan. Menurut Andrei Rebarber, MD, wakil direktur divisi kesehatan Ibu dan Anak di New York University Medical Center, New York, kemungkinan ngidam terjadi karena tubuh menginformasikan nutrisi apa yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Misalnya, ibu hamil cenderung ingin menyantap makanan asin karena adanya pengaruh defisiensi mineral, salah satunya sodium. Atau ibu hamil ngidam makanan manis seperti es krim, karena es krim dikaitkan dengan rasa nyaman. Gula yang terkandung dalam makanan manis menyebabkan tubuh menghasilkan serotonin, bahan kimia otak yang dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi kesedihan dan depresi.

 

2. Perut ibu hamil lebih rendah artinya mengandung bayi laki-laki, wajah berjerawat artinya hamil bayi perempuan.

Tentu ini adalah anggapan keliru. Tampilan perut ibu tentunya tergantung pada tipe tubuhnya, dan tidak mencerminkan gender bayi dalam kandungan. Wanita bertubuh tinggi dan wanita bertubuh kurus, perutnya akan terlihat lebih tinggi. Wanita bertubuh pendek atau bertubuh gemuk (berisi) perutnya akan terlihat landai atau rendah. Jerawat kehamilan tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi, itu alami disebabkan perubahan hormon.

 

3. Ibu hamil harus makan untuk dua orang

Faktanya ibu hamil hanya butuh tambahan 300 kalori/hari untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Jumlah tersebut setara dengan satu gelas susu. Justru ibu hamil yang makan dua kali lebih banyak dari biasanya, mengalami kenaikan berat badan berlebih akan mudah mengalami komplikasi. Sebaiknya ibu hamil menjalani pola makan yang sehat dan seimbang, tidak berlebihan.

 

4. Ibu hamil sebaiknya tidak membersihkan kotoran kucing

Ini adalah benar, karena dalam kotoran kucing terdapat virus yang disebut toksoplasma. Virus ini bisa sangat berbahaya bagi kehamilan. Bagi ibu hamil yang memelihara kucing sebaiknya menjaga rumah ekstra bersih, dan menjaga kebersihan kucing peliharaan dengan rajin memandikannya, memberinya vaksin toksoplasma, mengarantina kucing di rumah agar tidak tertular penyakit dari kucing lainnya, dan setelah kontak dengan kucing, usahakan selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan dan organ tubuh seperti mata dan mulut.

 

5. Konsumsi air kelapa hijau bisa membuat kulit bayi putih

Air kelapa mengandung banyak ion elektrolit dan antioksidan. Mengonsumsi air kelapa membuat air ketuban menjadi bersih, namun tidak ada penelitian yang menunjukkan kalau ada kaitan air kelapa hijau dengan kulit bayi yang putih. Jadi ini mitos belaka.

 

6. Ibu hamil sebaiknya tidak mengangkat beban berat

Faktanya demikian. Ibu hamil sebaiknya tidak mengangkat benda yang beratnya lebih dari 10 kilogram. Tubuh wanita hamil sudah terbebani oleh berat tambahan, sehingga membuatnya menjadi tidak seimbang. Mengangkat beban berat ketika hamil bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat lahir bayi yang rendah.

 

7. Semua wanita hamil mengalami mual di pagi hari (morning sickness)

Ini anggapan keliru, karena wanita dan tingkat hormon kehamilan berbeda-beda (tidak sama setiap individu). Perasaan mual di pagi hari lebih sering disebabkan meningkatnya hormon esterogen selama kehamilan. Jika tubuh wanita hamil sudah menghasilkan hormon estrogen yang tinggi sebelum kehamilannya, maka tambahan estrogen tersebut dapat menyebabkan morning sickness di trimester pertama - atau malah tidak sama sekali. Jadi kondisi ini tergantung pada setiap individu.

 

8. Wanita hamil jangan minum alkohol

Benar. Alkohol adalah ‘feto-toxic’ yang artinya adalah racun bagi bayi yang sedang tumbuh. Hanya satu gelas minuman beralkohol sehari, dapat membuat masalah dalam kehamilan.

 

9. Pria tidak benar-benar bisa menjadi bagian dari kehamilan Anda

Ini anggapan keliru. Menjadikan pasangan hidup Anda menjadi mitra kehamilan bisa membuat perbedaan besar. Karena kehamilan dapat menjadi kesempatan yang paling indah untuk mengajak serta pasangan sebagai tim yang solid. Saat laki-laki diberi kepercayaan dan kesempatan untuk membantu, kehamilan bisa membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih kuat. Inilah yang dibutuhkan ketika Si Kecil lahir ke dunia. (red)


foto: thestir.cafemom.com