Health

Wanita adalah salah satu dari kelompok yang rentan terkena infeksi kandung kemih atau infeksi saluran kemih.
Posted on Jun 01, 2020   |   Branding
Infeksi Kandung Kemih, Waspadai Komplikasinya

Wanita adalah salah satu dari kelompok yang rentan terkena infeksi kandung kemih atau infeksi saluran kemih. Mengapa? Alasan utama wanita lebih mudah terkena infeksi kandung kamih atau cystitis (sistitis) adalah anatomi fisk. Wanita memiliki uretra lebih pendek daripada pria, sehingga ‘menghemat’ jarak bakteri untuk mencapai kandung kemih. Wanita yang berisiko terkena infeksi kandung kemih di antaranya: 

1. Aktif secara seksual. Hubungan seksual dapat mengakibatkan bakteri terdorong ke uretra. 

2. Penggunakan pengendalian kehamilan (KB). Wanita yang menggunakan diafragma berada pada peningkatan risiko infeksi kandung kemih. Diafragma yang mengandung agen spermisida risikonya justru jauh lebih tinggi. 

3. Kehamilan. 

Perubahan hormonal selama kehamilan dapat meningkatkan risiko infeksi kandung kemih. Sedangkan faktor risiko lain yang bisa terjadi pada pria dan wanita di antaranya: 

1. Interferensi aliran urin. Hal ini dapat terjadi dalam kondisi seperti batu kandung kemih, atau pada pria, pembesaran prostat. 

2. Perubahan dalam sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat terjadi pada kondisi kesehatan seperti diabetes, infeksi HIV, dan pengobatan kanker. Penurunan sistem kekebalan tubuh meningkatkan risiko infeksi kandung kemih yang disebabkan bakteri maupun virus. 

3. Penggunaan kateter kandung kemih berkepanjangan. Tabung-tabung ini mungkin diperlukan pada orang dengan penyakit kronis atau pada orang tua. Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi bakteri serta kerusakan jaringan kandung kemih. Pada pria yang tidak memiliki masalah kesehatan predisposisi, sistitis jarang terjadi. Bila segera diobat dengan benar, infeksi kandung kemih jarang menimbulkan komplikasi. Jika tidak diobat, mereka dapat menjadi sesuatu yang lebih serius, demikian Mayoclinic.com. 

Komplikasi infeksi kandung kemih yang timbul dapat berupa: - Infeksi ginjal. Infeksi kandung kemih yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi ginjal, yang disebut pielonefritis. Infeksi ginjal secara permanen akan mampu merusak ginjal. Anak-anak kecil dan orang tua berada pada risiko tertinggi dari kerusakan ginjal akibat infeksi kandung kemih, karena gejalanya sering diabaikan atau dianggap sebagai gejala penyakit lain. - Darah dalam urin. Dengan sistitis, anda mungkin memiliki sel darah dalam urin yang biasanya harya dapat dilihat dengan mikroskop (hematuria mikroskopik) dan biasanya dapat sembuh dengan pengobatan. Jika sel darah tetap ada setelah pengobatan, dokter dapat merekomendasikan spesialis tertentu untuk menentukan penyebabnya. Darah dalam urin  yang terlihat (gross hematuria) jarang sekali berkaitan dengan bakteri sistitis, tetapi tanda ini tampak berhubungan dengan sistitis akibat kemoterapi atau radiasi induksi. Sistitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri umumnya diobati dengan antibiotik. Pengobatan untuk sistitis noninfeksi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Kunjungi dokter untuk mencari solusi kondisi ini.

sumber: dokterdigital
foto: newtimes.co.rw