Tips & Tricks

Sekarang ini, umum kita jumpai ibu yang juga bekerja di luar rumah. Karena itu, keberadaan asisten rumah tangga (ART) yang baik sangat dibutuhkan.
Posted on Aug 16, 2018   |   Branding
Cerdas Memilih Asisten Rumah Tangga

Sekarang ini, umum kita jumpai ibu yang juga bekerja di luar rumah. Karena itu, keberadaan asisten rumah tangga (ART) yang baik sangat dibutuhkan. Sayangnya, memilih ART di jaman sekarang ini gampang-gampang susah. Apa yang harus diperhatikan?

Tidak seperti jaman dulu saat kita kecil, di mana Asisten Rumah Tangga (ART) selalu ada saat dibutuhkan di rumah. Sekarang ini, keberadaan asisten rumah tangga yang bagus dan setia terbilang langka. Perubahan jaman adalah salah satu hal yang menyebabkan demikian.

Dunia digital sudah menunjukkan kekuatannya ke seluruh penjuru, bahkan termasuk ke kalangan ART. Tak heran bila sekarang ini lazim kita lihat ART sibuk berchatting ria via smartphone mereka. Itu hak mereka memang, namun hal ini cukup mengganggu. Terutama jika ART yang hobinya main handphone tersebut  bertugas mengasuh anak kecil. Dikhawatirkan pekerjaannya akan terganggu karena keasyikannya tersebut.

Serba salah. Demikianlah perasaan kaum ibu jaman sekarang. Terutama kaum ibu yang bekerja di luar rumah. Di satu sisi mereka membutuhkan ART untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengurus anak, namun di sisi lain, mereka juga harus menerima keadaan bahwa mencari ART sekarang ini cukup sulit. Apalagi yang kerjanya bagus, bisa dipercaya dan terutama bisa cocok dengan anak-anak. Lantas, bagaimana cara memilih ART yang bisa diandalkan?

1. Pilih ART dari Rekomendasi yang Anda Kenal Baik

Sebagian orang menghindari mencari ART lewat penyalur. Selain harganya lebih mahal, belum ada jaminan ART tersebut bertahan lama di rumah kita. Anda bisa minta tolong carikan ART lewat teman, kerabat atau lingkungan sekitar. Dengan begitu kita bisa tahu identitas, latar belakang dan asal-usul calon ART dengan lebih baik. Untuk  ART yang menginap, mintakan fotokopi KTP. Sementara untuk ART yang bekerja paruh waktu (tidak menginap), minta agar mereka memberitahukan alamatnya. Hal ini penting untuk menghindari tindakan kriminal yang tentunya tidak kita harapkan.

 

2. Pertimbangkan Usia

Usia yang ideal bagi ART adalah 20-40 tahun. Sebaiknya jangan memilih ART yang usianya masih terlalu muda. Selain belum berpengalaman, dikhawatirkan mereka masih dalam masa puber yang akan membuat mereka kurang fokus pada pekerjaannya. Sementara itu, jika ART lewat dari usia ideal, maka dikhawatirkan akan mudah letih dalam mengurus pekerjaan rumah, apalagi jika masih ditambah dengan mengurus anak-anak yang sedang lincah-lincahnya. Selain itu, pilih ART yang kesehatannya baik, tidak punya penyakit berbahaya yang (mungkin) bisa menulari anggota keluarga.

 

3. Kenali Calon ART Lebih Dalam

Anda mungkin sudah tahu identitas dan latar belakang calon ART Anda lewat pemberi referensi. Namun ada baiknya untuk mewawancarainya secara langsung. Ajak sang calon asisten tersebut bertukar pikiran. Jika perlu, buat daftar pertanyaan yang ingin diajukan. Misalnya tentang apa saja keterampilan dan kualitas yang dimilikinya, bagaimana jika ia menghadapi situasi tertentu, bagaimana keluarganya dan sebagainya. Dari wawancara tersebut, bukan hanya Anda bisa lebih mengenal pribadinya, namun Anda bisa melihat apakah ia sesuai dengan kriteria yang Anda cari atau tidak.

 

4. Bagaimana Caranya Membawa Diri

Bagian ini penting sekali. Dengan mengetahui bagaimana penampilan dan bagaimana cara calon ART Anda membawa diri, akan terlihat bagaimana kepribadian yang sesungguhnya. Jika penampilannya rapi dan bersih, kita boleh lega. Karena kemungkinan besar, begitulah hasil pekerjaannya nanti. Anda perlu waspada jika saat bertemu penampilannya kotor dan acak-acakan. Sebaiknya hindari segera, karena Anda sendiri yang nanti akan kerepotan. Terutama jika Anda tipe perfeksionis yang sangat peduli akan kebersihan. Hindari pula calon ART yang penampilannya menor dan berlebihan.

 

5. Jelaskan Tugas dan Kompensasi

Bertemu sudah, wawancara pun sudah dilakukan. Setelah Anda mengetahui semua informasi terkait calon ART, kini saatnya Anda jelaskan semua tugas-tugas yang akan dipikulnya. Jelaskan secara panjang lebar agar tidak ada salah paham. Misalnya, apakah ia hanya bertugas bersih-bersih saja, menjaga anak saja, hanya masak saja, atau melakukan semua pekerjaan? Umumnya ART jaman sekarang tidak mau jika semua pekerjaan dilakukannya sendirian. Karena itu kita kerap melihat dalam satu rumah ada 2-3 ART sekaligus.

 

6. Bicarakan Kompensasi

Hal ini penting untuk membuat ART merasa betah di rumah Anda. Beritahu ia kompensasi yang akan diterimanya sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawabnya. Bayar gaji mereka setiap bulan secara penuh. Jika perlu, berikan tunjangan lain. Misalnya uang tambahan jika melewati jam kerja yang telah disepakati (khusus untuk ART yang tidak menginap). Perhatikan juga hak-hak mereka, misalnya dengan memberikan libur satu hari agar ART bisa beristirahat dan kembali bekerja dengan baik. Hal ini berlaku untuk ART menginap dan yang tidak menginap. (RR)


foto: huffingtonpost.com