Health

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit Kardiovaskular.
Posted on Aug 23, 2020   |   Branding
Cegah Hipertensi. Yuk, Cek Tekanan Darah di Rumah!

Upaya pencegahan dan pengontrolan penyakit hipertensi di Indonesia sampai saat ini merupakan langkah penting. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengukur tekanan darah secara rutin, khususnya pada orang yang sudah terkena hipertensi. Fakta menunjukkan bahwa pengukuran tekanan darah di rumah yang dilakukan secara benar dan rutin serta menggunakan alat yang akurat lebih menunjukkan tekanan darah sebenarnya dibandingkan dengan pengukuran tekanan darah di klinik.

Hipertensi atau tekananan darah tinggi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140 / 90 mmHg. Hipertensi dalam bahasa inggrisnya adalah Hypertension, Hypertension berasal dari dua kata yaitu Hyper yang berarti tinggi, dan Tension yang berarti tegangan.

Ketika dilakukan pemeriksaan tekanan darah menghasilkan dua angka, yaitu angka yang lebih tinggi dan angka yang lebih rendah. Angka yang lebih tinggi didapat ketika jantung berkontraksi (sistolik), sedangkan angka yang lebih rendah didapatkan ketika jantuk berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg dapat diartikan sebagai tekanan darah yang normal. Ketika terjadi tekanan darah tinggi, umumnya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.

Hipertensi sendiri merupakan salah satu faktor risiko penyakit Kardiovaskular (KV). 

dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP, FIHA, FAsCC menjelaskan, “Tiga puluh persen kematian di dunia disebabkan adanya kelainan KV. Faktor risiko yang menyebabkan kelainan KV ada banyak dan akan semakin bertambah. Namun dari seluruh faktor risiko yang ada, Hipertensi menduduki peringkat teratas. Dengan bertambahnya faktor risiko KV semakin besar juga kemungkinan terjadinya kelainan KV pada pasien Hipertensi. Penelitian Reach Registry mengemukakan bahwa 90.3% pasien hipertensi disertai 3 atau lebih dari 3 faktor risiko KV. Maka penting bagi pasien hipertensi untuk memperhatikan juga faktor risiko KV yang dialami. Faktor risiko yang tidak dapat dihindari adalah faktor keturunan.”

Dr. Ann menambahkan, “Selain faktor risiko kelainan KV, konsumsi garam juga patut di perhatikan bagi pasien hipertensi. Konsumsi garam yang berlebih dapat menyebabkan kelebihan cairan dalam tubuh sehingga menambah beban kerja pembuluh darah. Garam yang dimaksud adalah Garam Natrium seperti yang didapat dalam garam dapur, soda kue, baking powder, bahan pengawet makanan, dan Vetsin.

“Jadi, dalam pencegahan penyakit jantung akibat hipertensi yang penting adalah kita harus tahu dulu berapa tekanan darah kita karena tekanan darah tinggi pada umumnya tidak menimbulkan gejala-gejala. Tekanan darah tinggi sering baru terdeteksi bila sudah mengenai organ target tubuh berupa kelainan jantung, stroke atau ginjal. Upaya pencegahan ini dapat menjadi salah satu cara untuk menghindari kematian akibat KV,” lanjutnya.

Gejala Hipertensi

Hipertensi jarang menunjukkan gejala, dan pengenalannya biasanya melalui skrining, atau saat mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi melaporkan sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta pusing, vertigo, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga), gangguan penglihatan atau pingsan dan beberapa gejala seperti:

• Jantung berdebar-debar

• Sulit bernapas setelah berkerja keras atau mengangkat beban berat

• Mudah lelah.

• Wajah memerah

• Hidung berdarah.

Faktor Penyebab Hipertensi:

Hipertensi disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor genetika dan faktor lingkungan antara lain:

1. Faktor genetik (tidak dapat dimodifikasi):

• Usia, hipertensi umumnya berkembang antara 35 – 55 tahun

• Etnis, etnis Amerika keturunan Afrika menempati risiko tertinggi terkena hipertensi

• Keturunan, beberapa peneliti meyakini bahwa 30-60% kasus hipertensi adalah diturunkan

secara genetis.

2. Faktor lingkungan (dapat dimodifikasi)

• Diet, makanan dengan kadar garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah seiring

dengan bertambahnya usia.

• Obesitas/kegemukan, tekanan darah meningkat seiring dengan peningkatan berat badan.

Merokok, dapat meningkatkan tekanan darah dan cenderung terkena penyakit jantung

koroner.

• Kondisi penyakit lain seperti diabetes melitus tipe 2 cenderung meningkatkan risiko

peningkatan tekanan darah 2 kali lipat.

Komplikasi yang timbul dari Hipertensi

Hipertensi jika berkelanjutan dapat meningkatkan risiko stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung. Risiko komplikasi akan meningkat dengan adanya faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya seperti kadar kolesterol dan kadar gula darah yang tinggi (diabetes). Beberapa kondisi memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi, diantaranya adalah: tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi rendah, kelebihan berat badan, obesitas, gangguan emosi yang tinggi, kadar kolesterol, dan gula dalam darah. (red)

Foto: express.co.u