Health

Ibu hamil disarankan bijak dan berhati-hati dalam mengonsumsi acetaminophen, meskipun selama ini obat tersebut dianggap aman dikonsumsi selama kehamilan.
Posted on Nov 02, 2017   |   Branding
Ibu Hamil Dilarang Sembarang Konsumsi Pereda Sakit

Ibu hamil disarankan bijak dan berhati-hati dalam mengonsumsi acetaminophen, meskipun selama ini obat tersebut dianggap aman dikonsumsi selama kehamilan. Tetapi sebuah studi baru menambahkan bukti yang menghubungkan obat tersebut dengan peningkatan risiko masalah perilaku pada anak-anak. Periset di Norwegia menemukan bahwa di antara hampir 113.000 anak-anak, mereka yang ibunya menggunakan acetaminophen selama kehamilan lebih mungkin didiagnosis menderita attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). 

Namun, kaitan itu terbatas pada penggunaan jangka panjang - terutama sebulan atau lebih lama. Ketika ibu menggunakan acetaminophen selama 29 hari atau lebih selama kehamilan, anak-anak mereka dua kali lebih mungkin didiagnosis menderita ADHD, dibandingkan wanita yang tidak menggunakan obat tersebut. Di sisi lain, ketika ibu hamil menggunakan obat ini selama seminggu atau kurang, anak-anak mereka menunjukkan sedikit penurunan risiko ADHD. Acetaminophen yang popular memiliki nama dagang Tylenol, namun merupakan bahan aktif pada banyak penghilang rasa sakit. Studi baru yang dipimpin oleh peneliti Eivind Ystrom dari Norwegian Institute of Public Health di Oslo, bukanlah yang pertama menekankan hubungan antara konsumsi acetaminophen selama kehamilan dan ADHD. 

Namun para ahli mengatakan masih sulit untuk menetapkan obat penghilang sakit ini sebagai biang penyebab ADHD pada anak jika ibu mengonsumsinya saat hamil. "Itulah dilema," kata Christina Chambers, co-director Center for Better Beginnings di University of California, San Diego. Sekitar setengah dari wanita hamil menggunakan acetaminophen di suatu titik dalam kehidupannya. Jadi penting untuk memahami risiko apa pun, menurut Chambers, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. 

Tapi dengan penelitian seperti ini, jelasnya, sulit untuk mengetahui apakah faktor selain acetaminophen juga terlibat - termasuk kondisi mendasar yang dimiliki wanita. Menurut peneliti studi, penggunaan jangka panjang dikaitkan dengan ADHD, terlepas dari apakah ibu hamil menggunakannya untuk menghilangkan rasa sakit, demam atau infeksi. Tapi jika seorang wanita menggunakan obat itu selama berminggu-minggu untuk mengobati demam atau infeksi, itu berarti yang bersangkutan dianggap cukup sakit, kata Chambers. Dan jika ibu hamil mengonsumsi obat untuk meredakan rasa sakit kronis, kata Chambers, yang menimbulkan pertanyaan tentang efek apa yang bisa dialami kondisi rasa sakit pada kehamilannya. Jadi lebih baik berhati-hati dan konsultasikan konsumsi obat jenis apapun dengan dokter ya.

Sumber: dokterdigital.com

foto: mdpcdn.com